Home Basket NBA Jaylen Brown Akui Kekuatan Steph Curry dalam Permainan Warriors!
NBA

Jaylen Brown Akui Kekuatan Steph Curry dalam Permainan Warriors!

Share
Jaylen Brown Akui Kekuatan Steph Curry dalam Permainan Warriors!
Share

Kembalinya Stephen Curry dan Warisan Sepanjang Masa

Stephen Curry

SAN FRANCISCO, CALIFORNIA – 20 JANUARI: Stephen Curry #30 dari Golden State Warriors berbincang dengan Jaylen Brown #7 dari Boston Celtics setelah pertandingan di Chase Center pada 20 Januari 2025. (Foto oleh Ezra Shaw/Getty Images)

Golden State Warriors saat ini memiliki rekor 37-42 dan tersisa tiga pertandingan di jadwal mereka. Dalam comeback setelah absen selama 27 pertandingan, Stephen Curry mencetak 29 poin dan berhasil melakukan lima tembakan tiga angka dalam pertandingan melawan Houston Rockets, namun masih kalah satu poin. Setelah itu, ia menambah 17 poin saat melawan Sacramento Kings. Play-in tournament semakin dekat, dan Curry menunjukkan performa yang sangat dibutuhkan oleh Warriors untuk keluar dari situasi ini.

Kedudukan Warisan Curry di Usia 38

Di usia 38 tahun, diskusi mengenai warisan Curry tidak lagi bersifat spekulatif. Dengan empat gelar juara, dua penghargaan MVP, dan penampilan MVP Final di 2022 yang menutup semua kritik terhadap kariernya, prestasi tersebut semakin kuat diingat oleh lawan-lawannya.

Pekan ini, Jaylen Brown mengungkapkan pendapatnya mengenai kekalahan di Final 2022 saat melakukan livestream. Pernyataan yang disampaikannya secara langsung menegaskan bagaimana Curry mampu menjadi tidak terhentikan di panggung tersebut.

Kritik Brown terhadap Final 2022

Brown ditanya mengenai alasan Celtics kalah di Final 2022. Jawabannya cukup sederhana.

“Kami berada di drop coverage pada Stephen Curry,” ungkap Brown. “Seharusnya kami tidak berada dalam drop coverage.”

Kekecewaan Brown masih terasa hingga hampir empat tahun setelahnya. Strategi drop coverage mungkin efektif melawan banyak pemain, namun bukan untuk Curry. Ruang ekstra di luar tiga angka justru memberi peluang bagi pemain dengan kemampuan tembakan terbaik dalam sejarah NBA tersebut.

Baca juga:  VIDEO NBA's Top 10 Plays of the Night | November 30, 2025

Curry rata-rata mencetak 31,2 poin per pertandingan di final itu dan meraih penghargaan MVP Final pertamanya. Warriors berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 2-1, memenangi tiga pertandingan terakhir dan meraih gelar juara keempat dalam era dinasti mereka. Brown dan Celtics menyaksikan dari tempat yang seharusnya menjadi milik mereka.

Arti Final 2022 bagi Warisan Curry

Diskusi mengenai penghargaan MVP Final selalu menjadi perhatian bagi Curry. Dengan tiga gelar juara sebelumya namun tanpa penghargaan MVP, itu menjadi argumen utama bagi para kritik mengenai posisinya di jajaran pemain terbaik sepanjang masa.

Celtics yang saat itu muda dan memiliki pertahanan terbaik di liga berhasil unggul 2-1 dan memimpin di kuarter keempat pada Game 4 di TD Garden. Semuanya mengarah ke kejuaraan Celtics, namun Curry tidak ingin hal itu terjadi. Ia mencetak 43 poin di Game 4 yang mengubah momentum, kemudian mengontrol permainan di dua pertandingan terakhir saat Warriors menutup seri di markas Boston. Penampilan tersebut tidak hanya menghasilkan gelar, tetapi bagi beberapa orang, itu juga meredefinisi bagaimana kariernya dipandang.

Brown sendiri mengakui perubahan itu pada bulan Desember dengan menyebut saat itu Curry mengambil salah satu cincin darinya, dan hingga kini masih merasa frustrasi atas kekalahan tersebut. Rasa hormat antara keduanya sangat nyata, namun luka dari kekalahan tersebut masih membekas.

Akhir Kata untuk Warriors

Hubungan saling menghormati antara Brown dan Curry berjalan kedua arah. Brown menyebut Curry sebagai point guard terhebat sepanjang masa, dan performa Curry di Final 2022 menjadi alasan mengapa pendapat tersebut sangat diperhitungkan. Hampir empat tahun setelah itu, salah satu pemain terbaik di Konferensi Timur masih mengidentifikasi alasan mengapa Curry mengalahkannya.

Baca juga:  Cooper Flagg: Koneksi Seru dengan Paige Bueckers di Dallas Stars!

Brown berhasil meraih gelar juara pada 2024 melawan Mavericks dan menjadi MVP Final, mendapatkan cincin yang diraihnya dari Curry dua tahun sebelumnya. Namun, kekalahan di 2022 tetap menghantui, menunjukkan jejak yang ditinggalkan oleh Curry.

Di usianya yang ke-38, Curry dan Warriors kini harus berjuang di play-in tournament. Diskusi mengenai warisannya telah terjawab. Pertanyaannya kini adalah seberapa banyak lagi yang bisa dia tambahkan ke dalamnya.

(BA/GN)
sumber : heavy.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dwight Howard Ajak Lakers Rayakan Gelar 2020 dengan Liburan Seru!

Dwight Howard mengajak tim Lakers merayakan gelar 2020 dengan liburan seru, menjadikan...

Lakers Siapkan Target Center Jelas untuk Free Agency 2026!

Los Angeles Lakers sedang fokus menyiapkan strategi untuk free agency 2026, dengan...

Kentavious Caldwell-Pope pilih untuk tetap di Memphis!

Kentavious Caldwell-Pope memutuskan untuk tetap di Memphis, menunjukkan komitmennya untuk membantu tim...

Azzi Fudd ungkap peran Stephen Curry dalam keputusan Project B!

Azzi Fudd mengungkap betapa besar pengaruh Stephen Curry dalam keputusan proyek B!,...