Jaylen Brown Sampaikan Kritikan untuk Stephen A. Smith
Jaylen Brown dari Boston Celtics kini tak membiarkan perseteruannya dengan analis ESPN, Stephen A. Smith, mereda. Dalam sebuah siaran langsung baru-baru ini, Brown memberikan tanggapan terhadap kritik Smith dengan menyerang kredibilitas jurnalis tersebut secara langsung.
Konflik ini dimulai setelah Boston mengalami kekalahan mengejutkan di babak pertama playoff. Celtics gagal mempertahankan keunggulan 3-1 melawan Philadelphia 76ers, yang berakhir dengan kekalahan pada Game 7 di kandang mereka sendiri.
Kritikan Brown terhadap Kredibilitas Jurnalis Smith
Alih-alih menghindar dari sorotan publik setelah kekalahan, Brown memilih untuk siaran langsung di Twitch. Ia melontarkan tuduhan keras terhadap wasit NBA dan menerima denda sebesar $50.000 karena mengklaim ada agenda pribadi melawan dirinya.
Brown juga menyerang Joel Embiid dari Philadelphia, menyebutnya melakukan “flopping”, serta mengejutkan banyak orang dengan menyebut bahwa musim 2025-26 adalah musim favoritnya dalam karirnya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, terutama dari Smith. Ia mengkritik gagasan bahwa musim yang didefinisikan oleh pemulihan Jayson Tatum dari cedera tendon Achilles dapat dianggap sebagai favorit, dan menyarankan Brown untuk diam jika tidak ingin diperdagangkan dari Boston.
Jaylen Brown menyerang Stephen A. Smith
“F**k Stephen A… Anda ingin saya diam dan berhenti streaming. Saya ingin Anda diam dan keluar dari jaringan ini. Anda tidak menggunakan platform Anda untuk jurnalisme yang nyata,”
Pernyataan jujur Brown mencerminkan frustrasi musim yang sangat mengecewakan bagi Boston. Tim ini memasuki postseason dengan harapan tinggi meskipun menghadapi banyak kendala sepanjang tahun.
Tatum menghabiskan sepuluh bulan absen akibat cedera tendon Achilles yang dideritanya saat melawan New York Knicks pada Mei 2025. Meskipun kembali pada awal Maret, Tatum tidak bisa bermain di Game 7 karena mengalami kekakuan di lutut kiri, sementara serangan Celtics benar-benar kolaps melawan 76ers.
Statistik Pertandingan
Boston hanya mencetak 13 dari 49 tembakan tiga poin, meskipun Brown mampu menyumbang 33 poin dan 9 rebound. Namun, itu tidak cukup untuk menyelamatkan Celtics dari eliminasi 4-3.
Brown, seorang lima kali All-Star, mencatatkan rata-rata 28,7 poin, 6,9 rebound, dan 5,1 assist dalam 71 pertandingan selama musim reguler, dan 25,7 poin serta 5,7 rebound selama playoff.
Dampak Terhadap Tim dan Fans
Pernyataan Brown ini datang di tengah kekacauan setelah kekalahan tersebut. Bagi manajemen Celtics, mendefinisikan offseason sebagai “sulit” seperti menggambarkan situasi ini sangatlah tepat, karena mereka berupaya meredakan kekecewaan para penggemar dan membuat keputusan besar mengenai susunan tim ke depan.
(BA/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment