Home Basket NBA Jendela Transfer Sepak Bola: Biaya Franchise dan Tantangan di NBA Eropa!
NBA

Jendela Transfer Sepak Bola: Biaya Franchise dan Tantangan di NBA Eropa!

Share
Share

NBA Eropa: Tantangan Menuju Peluncuran 2027

Rencana peluncuran NBA Eropa pada musim gugur 2027 semakin mendekat, namun berbagai tantangan mulai muncul seiring dengan kemajuan negosiasi dengan mitra potensial. Salah satu isu utama adalah kepindahan pemain dari NBA ke Eropa dan aspek finansial yang berkaitan dengan biaya franchise serta distribusi pendapatan dari liga baru ini.

Masalah Lisensi dan Biaya Franchise

Tema yang mencuri perhatian adalah permintaan untuk adanya jendela transfer mirip sepak bola di liga basket baru. Dalam jendela ini, tidak hanya akan terjadi perdagangan pemain, tetapi juga pembelian kontrak pemain. Hal ini menarik perhatian dari investor asing, terutama dari asosiasi sepak bola yang kuat.

Bayangkan situasi ini: sebuah konsorsium sepak bola besar di luar negeri menghubungi Milwaukee Bucks yang sedang mengalami masa sulit. Mereka menawarkan sejumlah besar uang untuk mendatangkan Giannis Antetokounmpo untuk bermain di NBA Eropa.

Namun, NBA menolak gagasan ini dengan tegas. Mereka ingin agar kedua liga tersebut tetap terpisah, sehingga meskipun pemain bisa beralih sebagai agen bebas, NBA tidak ingin adanya perpindahan pemain dalam musim ini.

Investor di NBA Eropa

NBA berusaha menarik investor dari program sepak bola terkemuka atau investor kaya seperti dana publik atau kekayaan negara. Namun, gagasan tentang investasi di liga yang dianggap seperti liga cadangan menjadi hambatan bagi sebagian investor.

“Ada batasan bagi tim NBA Eropa untuk mendapatkan pemain dari AS, kecuali mereka agen bebas. Ini jelas mengurangi daya saing proyek NBA Eropa,” kata seorang sumber anonim.

Pembagian Pendapatan dan Lisensi

Masalah utama lainnya adalah mengenai pembagian pendapatan. NBA mengusulkan pembagian 52%-48% untuk pendapatan liga, di mana sebagian besar akan diberikan kepada NBA. Namun, NBA menyatakan bahwa mereka akan menginvestasikan bagian mereka kembali ke liga Eropa sampai liga tersebut dapat menghasilkan keuntungan.

Baca juga:  Josh Giddey terlibat baku hantam Bucks-Bulls usai dunk Giannis!

Bisnis yang dimaksud oleh NBA adalah liga yang terdiri dari 16 tim, dengan 12 anggota tetap dan 4 tim yang mendapatkan tempat melalui kompetisi di liga domestik. Setiap tim akan membayar biaya lisensi yang diatur berdasarkan ukuran pasar masing-masing, namun hal ini menuai kritik dari beberapa calon mitra.

“Mengapa ada tim yang membayar lebih atau kurang dari yang lain? Harus ada penilaian yang konsisten,” ungkap perwakilan dari salah satu calon NBA Eropa.

Kesimpulan

Meskipun NBA bergerak maju untuk meluncurkan NBA Eropa pada 2027, banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Baik aspek teknis maupun keuangan masih banyak yang perlu diratifikasi. Meskipun segalanya tampak positif, siapa yang akan terlibat dan bagaimana akhirnya liga ini akan terbentuk masih menjadi tanda tanya besar.

(BA/GN)
sumber : www.nbcsports.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Jalen Brunson dominasi 76ers, serasa bersaing dengan Curry dan LeBron!
NBA

Jalen Brunson dominasi 76ers, serasa bersaing dengan Curry dan LeBron!

Jalen Brunson tampil mengesankan saat melawan 76ers, menunjukkan performa yang sebanding dengan...

Kehidupan NBA: Anissa McLaughlin berbagi kisah seru sebagai ibu!
NBA

Kehidupan NBA: Anissa McLaughlin berbagi kisah seru sebagai ibu!

Dalam kisah inspiratifnya, Anissa McLaughlin mengungkap pengalaman seru sebagai ibu di tengah...

Seri Berlanjut Pasca Pertandingan Spurs vs Timberwolves Game 1!
NBA

Seri Berlanjut Pasca Pertandingan Spurs vs Timberwolves Game 1!

Spurs dan Timberwolves menunjukkan intensitas pertandingan yang tinggi dalam Game 1. Keduanya...

Lakers Terlalu Kelelahan Hadapi Kedalaman Tim Thunder di Game 1
NBA

Lakers Terlalu Kelelahan Hadapi Kedalaman Tim Thunder di Game 1

Lakers tampak kelelahan saat melawan kedalaman tim Thunder di Game 1, mengakibatkan...