Perjalanan Awal Stephen Curry di NBA: Dari Keraguan hingga Kepercayaan
Jika saat ini Anda mengatakan bahwa Stephen Curry tidak sepenuhnya dapat dipercaya di lapangan, hampir dipastikan banyak yang akan menganggapnya tidak wajar. Saat ini, ia diakui sebagai salah satu point guard terbaik yang pernah ada.
Kebangkitan kepercayaan Diri Curry
Namun, percakapan ini berbeda pada awal karier NBA-nya. Banyak keraguan yang ada, bahkan pelatih pertamanya di Golden State Warriors, Keith Smart, menjadi salah satu yang paling meragukannya.
Jeremy Lin, yang berbagi ruang ganti dengan Curry, mengungkapkan dinamika ini dalam wawancara tahun 2022 dengan “Sky Sports.” Di awal musim kedua Curry, kepercayaan diri tidak datang dengan mudah. Dalam banyak kesempatan, Curry sering duduk di bangku cadangan di kuarter keempat, suatu hal yang sudah menjadi kebiasaan bagi tim.
Lin mengungkapkan bahwa saat itu semua terasa “hampir normal.” Ia menjelaskan, “Pelatih yang kami miliki tidak terlalu percaya dengan Steph dan sering membanchnya.”
Smart dikenal sangat tegas terhadap Curry. Ia sering meneriaki dan mengomentari permainan Curry. Meskipun demikian, Curry tidak menyerah. Lin mengatakan bahwa Curry selalu percaya bahwa ia akan mencapai tingkat permainan yang lebih baik.
Tantangan dan Perjuangan
Curry menolak untuk mengubah gaya bermainnya. Lin mengisahkan bagaimana ia tetap agresif dan bermain seolah tidak ada tembakan yang tidak bisa ia buat. Walaupun terkadang ini membuatnya terpaksa duduk di bangku cadangan, saat-saat tertentu ia berhasil mengubah jalannya permainan, yang pada akhirnya memberi kebebasan bermain yang ia nikmati hingga sekarang.
Alasan Pelatih Keith Smart
Beberapa orang mungkin melihat pendekatan Smart ini sebagai kritik. Namun, ia sebenarnya memiliki alasan di balik metode pelatihannya terhadap pemain setinggi 6’2″ ini. Misalnya, tingkat kesalahan Curry saat menguasai bola mencapai 16,5 persen. Selain itu, pertahanan Curry juga belum stabil di level NBA.
Smart, yang juga mantan pemain, menyadari betapa pentingnya peran point guard dalam meraih kemenangan. Sayangnya, ketertekanannya sering kali menurunkan kepercayaan diri Curry. Ia sering menarik Curry setelah kesalahan, dan beralih ke Acie Law meskipun Curry adalah pilihan terbaik tim saat itu.
Smart bahkan menggambarkan Curry sebagai “late starter” yang masih berusaha memahami cara memimpin tim. Namun, hubungan mereka tidak pernah benar-benar harmonis. Pada akhir Maret 2011, laporan di Bay Area mengindikasikan bahwa ketegangan antara Smart dan Curry menjadi salah satu alasan mengapa posisi pelatihnya terancam.
Setelah menyelesaikan musim 36–46, Warriors memutuskan untuk menggantikan Smart dengan Mark Jackson.
Progres yang Dicapai
Menariknya, pada tahun 2013, Jackson menyebut Curry dan Klay Thompson sebagai “backcourt tembakan terbaik dalam sejarah.” Saat itu, banyak yang belum menyadari potensi yang mereka miliki.
Lin, meski tidak membayangkan Curry menjadi “legendaris, revolusioner, yang mengubah arah basket.”, yakin bahwa Curry akan menjadi pemain hebat. Dan kini, status “hebat” tersebut seakan terlalu kecil untuk menggambarkannya. Curry adalah pemenang empat gelar NBA, dua kali MVP, dua kali pemimpin skor, dan 12 kali All-Star.
Dampak Terhadap Tim
Perjalanan Stephen Curry menjadi sorotan penting dalam sejarah NBA. Dari awal yang penuh keraguan hingga menjadi salah satu bintang terbesar, cerita ini mengingatkan kita bahwa keyakinan dan kerja keras dapat mengubah arah karier seorang atlet.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment