Knicks Selangkah Menuju Final NBA
CLEVELAND — New York Knicks sudah 27 tahun tidak menginjakkan kaki di NBA Finals dan hampir 53 tahun tanpa meraih gelar juara. Namun, satu dari dua catatan tersebut tampaknya akan segera berakhir.
Knicks meraih kemenangan 121-108 atas Cleveland Cavaliers, mengunci keunggulan 3-0 di final konferensi Timur. Dalam sejarah NBA, 163 tim yang memenangkan tiga pertandingan pertama dari seri playoff tujuh pertandingan tidak ada yang gagal mempertahankan keunggulan tersebut.
Performa tim yang seimbang menjadi kunci kemenangan Knicks. Jalen Brunson mencetak 30 poin dan memberikan 6 assists, diikuti oleh Mikal Bridges dengan 22 poin, dan OG Anunoby menyumbang 21 poin. Karl-Anthony Towns hampir mencatat triple-double dengan 13 poin, 8 rebounds, dan 7 assists, sementara Landry Shamet menambah 14 poin dari bangku cadangan.
Saat ini, Cavaliers memiliki catatan postseason 8-9, dan tampaknya kehilangan keunggulan 22 poin di Game 1 menjadi momen krusial bagi tim ini. Dua pertandingan selanjutnya tidak berjalan dekat.
Di Game 3, Cavaliers tertinggal 9-1 sebelum kedatangan Travis Kelce dan Taylor Swift yang duduk di kursi pinggir lapangan. Dalam pertandingan itu, penampilan terbaik dari tuan rumah ditunjukkan oleh Kelce, yang menyesap bir di tengah lapangan, sedikit memalukan bagi calon istrinya.
Cleveland kini perlu segera berbenah, karena jadwal mereka akan kosong jika mereka tidak bisa memenangkan pertandingan selanjutnya.
Statistik Knicks yang Mengesankan
Pembuktian lebih lanjut tentang kedalaman tim Knicks terlihat dalam bagaimana mereka menyusun strategi permainan. Menghadapi Brunson dan Towns, lawan harus ingat bahwa Knicks juga memiliki Bridges, Anunoby, dan Josh Hart di starting lineup. Dan saat bersantai dari para starter, Shamet dan Miles McBride siap memberikan kontribusi yang agresif.
Pada postseason ini, Knicks menunjukkan kemampuan mencetak yang menakjubkan dan terus menciptakan masalah bagi lawan. Dalam kemenangan Game 3, empat dari lima starter mencatatkan efisiensi tembakan di atas 50 persen dan tiga di antaranya mencetak lebih dari 20 poin. Shamet juga berkontribusi dengan 14 poin dari bangku cadangan.
Dengan demikian, Knicks akan mencatatkan efisiensi tembakan terbaik di postseason sejak Lakers pada tahun 1987.
Cavaliers Kesulitan dalam Jarak Jauh
Cavaliers berada di ujung tanduk karena performa bintang mereka yang kurang optimal dan ketidakmampuan mencetak poin dari jarak jauh dalam final konferensi ini. Dua hal ini jelas berkaitan.
Keletihan tampak jelas dalam tim Cavaliers, terlihat dari aksi mereka yang terlihat lesu di Game 3. Mereka hanya mencetak 4 poin dari fast break, angka yang sangat rendah menunjukkan kondisi fisik yang kurang optimal.
Donovan Mitchell dan James Harden, yang sebelumnya menjadi pilar, belum menunjukkan performa terbaiknya. Meskipun Cavaliers dikenal sebagai tim yang produktif dalam tembakan tiga angka, mereka hanya mencetak 12 dari 40 tembakan tiga angka di lapangan kandang mereka.
Perjalanan Bersejarah Knicks
Keberhasilan Knicks dalam meraih keunggulan 3-0 di final konferensi Timur bukanlah kebetulan. Sudah 10 kemenangan berturut-turut mereka raih di playoff, meraih 225 poin dalam 10 pertandingan tersebut — angka terbanyak dalam sejarah playoff.
Setiap pemain Knicks tampil maksimal. Brunson menunjukkan ketajaman di setiap pertandingan, sementara Bridges dan Anunoby tampil solid dalam menjaga pertahanan. Meskipun kekuatan tim di Eastern Conference mungkin bisa dipertanyakan, Knicks tidak hanya sekadar menang melawan lawan mereka; mereka mendominasi setiap pertandingan secara konsisten.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Knicks layak untuk kembali ke panggung terbesar NBA.
Game 4 akan diselenggarakan pada Senin, pukul 08:00 WIB, di Rocket Mortgage FieldHouse, Cleveland. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung di stasiun TV lokal.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment