Situasi Cleveland Cavaliers Setelah Disapu Knicks di Eastern Conference Finals
Independence, Ohio — Langkah midseason Cleveland Cavaliers untuk mendatangkan James Harden diharapkan bisa membawa kembali tim ini ke NBA Finals pertama kali sejak 2018. Namun setelah New York Knicks mendominasi dengan menyapu Cavaliers di Eastern Conference Finals, masa depan Harden kini menjadi salah satu dari banyak pertanyaan yang harus dihadapi oleh presiden operasi basket Cavs, Koby Altman, dan manajemen tim dalam sebulan ke depan.
Kondisi Tim dan Masa Depan James Harden
Altman mengungkapkan, “Kami tidak sampai di final konferensi tanpa James. Saat ini kami berada di situasi ketat dengan salary cap dan perlu mempertimbangkan kembali komposisi tim kami.” Harden memiliki opsi pemain senilai $42,3 juta untuk musim depan, dan ada kemungkinan dia menolak untuk menandatangani kontrak jangka panjang dengan Cavaliers.
Pemain berusia 36 tahun itu mencatatkan rata-rata 10,7 poin dan 1,7 turn over dalam 26 pertandingan musim reguler. Selama playoff, ia mencetak rata-rata 19,7 poin, tetapi juga mengalami peningkatan turn over menjadi 4,7 per pertandingan, termasuk lima atau lebih dalam sepuluh dari 18 pertandingan yang dijalani Cleveland. Ia juga tampil kurang memuaskan di sisi pertahanan.
Keputusan Penting untuk Donovan Mitchell dan Evan Mobley
Selain Harden, Altman dan pemilik tim, Dan Gilbert, juga harus memutuskan kapan akan menawarkan perpanjangan kontrak kepada bintang All-Star, Donovan Mitchell. Mitchell memiliki dua musim tersisa dalam kontraknya dan bisa mendapatkan perpanjangan kontrak empat tahun senilai $272 juta mulai 7 Juli. Namun, jika ia memilih untuk menunggu hingga tahun depan, dia bisa mendapatkan kontrak supermax lima tahun senilai $350 juta.
Mitchell, yang mencetak rata-rata 27,9 poin, 5,7 assist, dan 4,5 rebound selama musim reguler, menunjukkan performa solid di playoff dengan rata-rata 26 poin, termasuk enam pertandingan di mana ia mencetak setidaknya 30 poin.
Altman menjelaskan, “Ketika kami memiliki superstar seperti dia yang ingin tinggal di Cleveland, itu adalah keuntungan besar bagi kami.”
Masa Depan Evan Mobley dan Strategi Tim
Masa depan Evan Mobley juga menjadi pertimbangan, terlebih jika Cavaliers ingin mengejar Giannis Antetokounmpo. Spekulasi menyebutkan Mobley bisa jadi bagian dari paket pertukaran. Altman mengatakan, “Sejak Evan bergabung, kami telah memiliki rekor ketiga terbaik di liga. Dia adalah bagian penting dari tim kami dan kami harap dia terus berkembang.”
Mobley, yang dinobatkan sebagai Kia NBA Defensive Player of the Year 2024-25, mengalami awal musim yang lambat akibat cedera, tetapi tampil lebih dominan di playoff dengan rata-rata 17 poin dan 8,1 rebound.
Kepastian untuk Pelatih Kenny Atkinson
Pelatih Kenny Atkinson akan kembali untuk musim ketiga meski sebelumnya ada spekulasi tentang masa depannya setelah Cavaliers tersingkir. Setelah meraih 64 kemenangan di musim reguler dan menjadi unggulan teratas di Wilayah Timur 2024-25, Cleveland berhasil mencapai 52 kemenangan musim lalu dan menempati peringkat keempat di Wilayah Timur.
Sebanyak 41 kombinasi lineup digunakan selama musim reguler, dan hanya delapan pertandingan di mana keempat pemain inti — Mitchell, Harden, Mobley, dan Jarrett Allen — bisa bermain bersamaan. Upaya untuk menemukan chemistry dalam tim menjadi tantangan, dan kelelahan juga mulai terlihat dalam performa mereka, terutama saat memimpin 22 poin di Game 1 sebelum Knicks melakukan comeback dramatis untuk meraih kemenangan di overtime.
“Knicks sangat luar biasa. Mereka menunjukkan efisiensi ofensif yang sangat tinggi. Kekalahan di Game 1 sangat memengaruhi kami, dan itu adalah momen krusial,” kata Altman.
Dengan semua keputusan penting yang harus diambil, offseason ini akan menjadi sangat menentukan bagi Cleveland Cavaliers, baik dalam hal komposisi tim maupun masa depan pemain kunci mereka.
(BA/GN)
sumber : www.nba.com
Leave a comment