Spurs Terpuruk, Knicks Selamatkan Kesempatan Menjuarai NBA
San Antonio Spurs mengalami kekalahan yang menyedihkan di Game Empat Final NBA setelah gagal tampil optimal di babak kedua. New York Knicks berhasil membalikkan keadaan dengan menghapus defisit 29 poin dan kini hanya satu kemenangan lagi untuk merebut gelar juara NBA.
Masalah Serius Menyapa Spurs
Sejumlah kritik dilayangkan kepada tim akibat penampilan buruk mereka di babak kedua, namun All-Star guard De’Aaron Fox tampaknya menjadi sorotan utama setelah melakukan beberapa kesalahan krusial. Seorang analis NBA mengungkapkan bahwa Spurs kini tengah menghadapi masalah besar terkait masa depan Fox.
Analisis: De’Aaron Fox Perlu Ditransfer
Analisis NBA Brett Siegel dengan tegas menyatakan bahwa Fox memiliki kontrak terburuk di liga saat ini dan Spurs harus segera mempertimbangkan untuk memindahkannya sebelum musim depan. Siegel berkomentar, “De’Aaron Fox telah membawa dirinya ke dalam situasi di mana Spurs harus memikirkan masa depannya di offseason ini. Namun, fakta bahwa ia memiliki kontrak senilai $220 juta ini, mungkin yang terburuk di NBA saat ini, menjadi masalah tersendiri.”
Dia menambahkan, “Fox bukan lagi guard nomor satu di tim ini; itu adalah Stephon Castle. Dia bahkan mungkin bukan lagi guard nomor dua, karena Dylan Harper sudah mengambil posisi tersebut.” Siegel merekomendasikan agar Spurs segera bernegosiasi dengan Pelicans, menawarkan Fox beserta tiga sampai empat pilihan putaran pertama untuk mendapatkan Trey Murphy dan Jordan Poole.
Statistik Pertandingan
Fox mencatatkan 18 poin, lima rebound, dan tujuh assist dalam kekalahan Spurs 107-106 dari Knicks. Namun, ia menerima kritik tajam akibat kesalahan yang terjadi di babak kedua. Di babak pertama, Fox tidak melakukan turnover, tetapi ia kehilangan bola sebanyak empat kali saat timnya terpuruk di babak kedua, dengan beberapa di antaranya akibat umpan ceroboh. Meski memiliki performa yang kuat di babak pertama, Fox gagal menunjukkan ketajaman serupa di babak kedua.
Alih-alih memanfaatkan kecepatan dan kemampuannya untuk menyerang ring, Fox malah lebih memilih tembakan jarak jauh, meskipun Spurs sedang dalam kondisi bonus dan bisa memperpanjang keunggulan di garis free throw.
Kesalahan paling signifikan yang ia buat adalah kehilangan bola di detik-detik terakhir pertandingan dan tidak memaksa Knicks untuk melakukan pelanggaran. Alih-alih mendapatkan peluang free throw, Fox mencoba mencetak poin dan terhalang di bawah ring.
Pandangan Kedepan
Pandangan Siegel tentang kebutuhan Spurs untuk memindahkan Fox mungkin seiring dengan pemikiran banyak fans. Banyak analis memperkirakan situasi ini akan terjadi sejak Spurs memilih Dylan Harper sebagai pilihan kedua pada musim panas lalu. Dengan Harper dan Castle, Spurs tampaknya memiliki backcourt yang menjanjikan untuk berkembang bersama bintang masa depan, Victor Wembanyama.
Meskipun Fox akan memulai kontrak barunya senilai $221.760.000 pada musim depan, ada kemungkinan minat dari tim lain, terutama dengan kemampuannya sebagai pemain bertahan yang solid dan pencetak poin krusial. Siegel mengidentifikasi New Orleans Pelicans sebagai kandidat potensial untuk merekrut Fox, di mana Trey Murphy III bisa menjadi tambahan yang lebih baik dibandingkan Julian Champagnie, sementara Jordan Poole akan memberikan daya serang instan dari bangku cadangan.
Apakah Pelicans akan tertarik merekrut Fox menjadi tanda tanya, mengingat dia mungkin tidak cocok bermain bersama Zion Williamson dan Derik Queen, serta bisa mengganggu alur permainan guard All-Rookie Jeremiah Fears.
Spurs memiliki banyak hal untuk didiskusikan musim panas ini, terlepas dari hasil akhir Final NBA. Keputusan yang diambil akan sangat mempengaruhi masa depan tim dan strategi mereka kedepan.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment