Lakers Catat Sejarah Buruk di Playoff
Los Angeles Lakers menghadapi tantangan sulit dalam seri playoff mereka melawan Oklahoma City Thunder, yang semakin berat dengan ketiadaan Luka Doncic. Masalah ini semakin diperburuk oleh penampilan buruk Lakers pada akhir pertandingan.
Jalannya Pertandingan
Lakers telah memimpin di babak pertama dalam dua pertandingan berturut-turut, tetapi mereka harus menderita kekalahan dengan selisih total 41 poin di antara pertandingan kedua dan ketiga.
- Di Game 2, Lakers unggul satu poin di babak pertama, namun Thunder bangkit di kuarter ketiga dengan memenangkan 36-22, hingga akhirnya Lakers kalah 18 poin.
- Di Game 3, Lakers memimpin dua poin di babak pertama. Namun, Thunder mencetak 13 poin lebih banyak di kuarter ketiga dan 12 poin di kuarter keempat, menutup pertandingan dengan kemenangan 23 poin.
Statistik dan Faktor Penentu
Catatan menyedihkan ini mencatat bahwa tidak pernah ada tim di NBA yang mengalami hal serupa, yaitu kehilangan dua pertandingan berturut-turut setelah memimpin di babak pertama dengan margin yang tinggi, seperti diungkap oleh OptaStats.
Keberadaan Thunder sebagai juara bertahan membuat tugas Lakers semakin sulit, apalagi dengan kedalaman skuad yang dimiliki oleh Thunder. Sebagai contoh, Ajay Mitchell berhasil mencetak rekor tertinggi dalam playoff dengan 24 poin dan 10 assist di Game 3.
Reaksi Tim
Tanpa dukungan Doncic, Lakers tampaknya kesulitan untuk bertahan dalam persaingan selama empat kuarter. Kondisi ini mungkin mengindikasikan akhir dari musim Lakers yang semakin dekat, meski juga menunjukkan betapa kuatnya tim Thunder dalam bersaing.
Konsekuensi dan Dampak
Kekalahan ini tentu menjadi tamparan bagi Lakers, dan menambah tantangan bagi mereka untuk memperbaiki performa di sisa musim. Hanya waktu yang akan memberitahukan apakah Lakers bisa bangkit dari kekalahan ini atau harus menyongsong musim depan dengan lebih baik.
(BA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment