Analisis Posisi Center Los Angeles Lakers di Musim Offseason 2026
Los Angeles Lakers kini tengah mempersiapkan diri menghadapi offseason 2026, dan satu poin penting yang menjadi perbincangan adalah posisi center. Setelah menyaksikan performa Deandre Ayton yang tidak stabil sepanjang musim, para penggemar berharap manajemen, khususnya Rob Pelinka, bisa menemukan pasangan ideal untuk Luka Doncic di lini depan.
Jarrett Allen Menjadi Nama yang Ramai Dibicarakan
Salah satu pemain yang sering dikaitkan dengan Lakers adalah center Cleveland Cavaliers, Jarrett Allen. Namun, langkah ini dinilai sebagai keputusan buruk bagi Lakers.
Cleveland Cavaliers dan Situasi Allen
Setelah tersingkir di Eastern Conference Finals, Cavaliers memasuki musim panas dengan masalah keuangan. Di bawah arahan pelatih Kenny Atkinson, Donovan Mitchell dan James Harden kemungkinan besar akan tetap berada di tim, sementara Evan Mobley diperkirakan akan menjadi pusat franchise; dalam situasi ini, Allen terlihat sebagai opsi yang terpinggirkan.
Kekhawatiran Terhadap Performa Allen
Allen tampil tidak maksimal saat bekerja sama dengan playmaker sekelas Harden. Memang, gagasan untuk memadukan Allen dengan Doncic terlihat menjanjikan di atas kertas. Namun, kenyataannya, bahkan seorang pemain yang kurang berpengalaman sekalipun bisa lebih berkontribusi daripada yang ditunjukkan Allen di playoff.
Lakers memerlukan center yang kuat, seseorang yang mampu menghadapi pemain yang lebih kecil, menciptakan peluang, serta menjadi pelindung rim yang handal. Sayangnya, Allen menunjukkan kurangnya ketangguhan di postseason, dan hanya mampu tampil optimal dalam situasi yang menguntungkan.
Perbandingan dengan Deandre Ayton
Jarrett Allen dianggap sebagai versi yang lebih mahal dari Deandre Ayton. Momen di mana Allen pernah mengungkapkan betapa terang lampu sorot di playoff terasa berlebihan kini menjadi meme yang terus diingat. Satu-satunya pertandingan di mana Allen tampil baik adalah saat menghadapi Toronto Raptors, yang mana lawan tersebut pun sedang tidak dalam performa terbaik.
Walaupun ada beberapa momen positif saat melawan Detroit Pistons, mayoritas pencapaian tersebut adalah karena kelemahan dari lawan, bukan karena keunggulan Allen. Di Eastern Conference Finals, performanya cukup mengecewakan dengan rata-rata di bawah 12 poin dan tujuh rebound per game, tertekan oleh Karl-Anthony Towns dan Mitchell Robinson.
Risiko Trading untuk Allen
Jika Rob Pelinka memutuskan untuk mengorbankan masa depan Lakers demi mendatangkan Allen, maka sama saja seperti memberi Ayton kontrak senilai $90.7 juta yang dijamin hingga 2028. Ini mencerminkan tingkat inkonsistensi dan minimnya ketahanan mental yang ditampilkan Allen sepanjang kariernya.
Allen tidak menunjukkan potensi sebagai ancaman tinggi dalam serangan dan semakin lemah dalam hal pertahanan, screening, dan rebound seiring bertambahnya usianya. Tidak ada center starter lainnya di NBA yang memiliki penampilan lemah di area cat dengan rekan setim berstatus Defensive Player of the Year seperti yang dia miliki.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, melakukan trade untuk menambah Allen ke dalam skuad Lakers hanya akan menjadi kesalahan. Tidak ada perbedaan signifikan dari langkah itu dengan memperpanjang kontrak Ayton, kecuali harganya yang lebih mahal. Lakers perlu fokus mencari sosok center yang benar-benar dapat memberikan dampak positif bagi tim.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment