Home Basket NBA Mike Brown apresiasi Rick Brunson: “Dia bilang, ‘Diam saja!'”
NBA

Mike Brown apresiasi Rick Brunson: “Dia bilang, ‘Diam saja!'”

Share
Share

Mike Brown: Dari Kesalahan Pemula Menuju Pengalaman Berharga

SAN ANTONIO — Lima belas tahun setelah pertandingan final NBA pertamanya, Mike Brown kembali ke arena yang sama, namun kali ini sebagai pelatih Knicks. Pada 7 Juni 2007, Brown yang berusia 37 tahun, membawa LeBron James dan Cleveland Cavaliers ke AT&T Center. Saat mengenang masa itu, Brown mengungkapkan bahwa ia cenderung merasa terlalu emosional di lapangan.

Perjalanan Karier yang Berliku

Sejak saat itu, banyak hal telah terjadi dalam karier Brown. Ia mengalami pemecatan, dipekerjakan kembali, serta sempat menjabat sebagai pelatih kepala Los Angeles Lakers. Pengalamannya sebagai asisten pelatih juara di Golden State Warriors dan pelatih kepala di Sacramento menambah perspektif dan membuatnya lebih tenang. Namun, hal tersebut diuji kembali saat Game 1 Final NBA 2026.

Permohonan Maaf dan Tindakan di Lapangan

Saat pertandingan, Brown, yang kini berusia 56 tahun, meminta maaf kepada wasit Scott Foster atas perilakunya. “Saya seharusnya menyapa kalian terlebih dahulu sebelum mengeluh,” ujarnya. “Kami semua terlalu banyak mengeluh kepada wasit.”

Meskipun pernah meraih kesuksesan sebagai pelatih final dengan Warriors, Brown menyadari bahwa emosinya kembali terpancing pada pertandingan kali ini.

Jalannya Pertandingan

Knicks berhasil bangkit dari performa buruk di paruh pertama dan meraih kemenangan 105-95 berkat 30 poin dari Jalen Brunson. Di babak pertama, Knicks hanya mencetak 48 poin dan tertinggal 14 poin di kuarter ketiga. Namun, setelah mendapatkan nasihat dari Rick Brunson, ayah Jalen yang juga asisten pelatih, Brown mampu menenangkan diri.

“Dia meminta saya untuk tenang, dan itu sangat membantu,” kata Brown. “Kami semua berusaha untuk mengalihkan energi kami ke hal yang lebih positif, terutama di paruh kedua.”

Baca juga:  Ayesha Curry Kenalkan Proyek Baru Bersama Suami, Stephen Curry!

Statistik Pertandingan

Skor akhir menunjukkan bahwa Knicks berhasil menutup pertandingan dengan mencetak 25 poin di kuarter terakhir. “Kami harus mengontrol apa yang bisa kami kontrol. Tim kami akan mengalami momen-momen buruk, tapi kami selalu bisa bangkit kembali,” ujar Brunson.

Dampak Kemenangan

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Knicks mampu beradaptasi meski tertinggal, menandakan mentalitas kuat yang terus mereka kembangkan. Dengan dukungan pemain dan pelatih yang saling mengingatkan, Knicks siap menghadapi tantangan selanjutnya di final ini.

(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Brandin Podziemski sampaikan pidato kelulusan di almamaternya!

Brandin Podziemski kembali ke almamaternya untuk menyampaikan pidato kelulusan yang inspiratif, berbagi...

NBA larang dua orang masuk arena setelah serangan selfie Wemby!

NBA melarang dua individu masuk ke arena setelah insiden menyerang Victor Wembanyama...

Dokumenter Stephen Curry & Ben Proudfoot Raih Penghargaan di SSFF & ASIA 2026!

Dokumenter tentang Stephen Curry yang disutradarai oleh Ben Proudfoot berhasil meraih penghargaan...

Dirk Nowitzki Menyatakan Ketidaksetujuan atas Perekrutan Nico Harrison

Dirk Nowitzki mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap perekrutan Nico Harrison, mengungkapkan keraguan tentang keputusan...