Mitchell Robinson Berada di Ambang Kehilangan Peluang Bersama Lakers
Pertandingan yang Mengecewakan di Final NBA
Los Angeles Lakers sedang mencari peningkatan di posisi center musim ini, namun penampilan Mitchell Robinson di Game 4 Final NBA menunjukkan bahwa dia bukan solusi yang tepat. New York Knicks membutuhkan kontribusi lebih dari Robinson setelah Karl-Anthony Towns terkena masalah foul lebih awal. Namun, pelatih Mike Brown justru harus mengandalkan center cadangan, Ariel Hukporti, karena Robinson tidak mampu bermain dalam durasi yang signifikan. Kelelahan dan tembakan free throw yang buruk memaksa Brown untuk mengambil keputusan tersebut.
Penampilan Robinson di Playoff
Robinson rata-rata mencetak 4,7 poin dan 4,3 rebound dalam 11,3 menit per game selama tiga pertandingan awal Final NBA. Dalam 34 menit awal sertanya, Spurs mampu mengungguli Knicks dengan selisih 27 poin. Meskipun memiliki kemampuan rebound dan screening yang baik, Lakers butuh lebih untuk meraih gelar juara. Masalah yang ada di pertandingan pertama hingga ketiga semakin terlihat pada malam Game 4.
Statistik yang Menyedihkan
Di Game 4, Robinson hanya mencetak dua poin, lima rebound, dan dua blok dalam 13 menit bertanding. Dia hanya berhasil menyelesaikan satu dari lima percobaan tembakan dan gagal pada semua empat free throw yang diambil. Dengan Towns yang terbatas hanya 26 menit bermain, Knicks seharusnya memanfaatkan kesempatan ini, namun Robinson tetap tidak dapat berkontribusi optimal.
Alternatif untuk Lakers
Los Angeles memiliki ruang gaji yang cukup musim panas ini, dan Robinson dianggap sebagai center bebas terbatas terbaik yang tersedia. Namun, pilihan lainnya seperti Robert Williams III, Nikola Vucevic, dan Jusuf Nurkic juga tidak memenuhi ekspektasi Lakers. Mengingat Luka Doncic membutuhkan ancaman lob dan pelindung ring di posisi lima, Lakers harus mencari pemain yang dapat memaksimalkan permainan bintangnya.
Kebutuhan akan Center yang Lebih Baik
Robinson menunjukkan masalah serupa dengan mantan pemain nomor satu draft, Deandre Ayton, yang juga tidak memberikan kontribusi di playoff. Rasanya tidak masuk akal bagi Lakers untuk mengeluarkan $15 juta per tahun untuk center yang hanya mampu bermain 15 menit di playoff. Lakers memerlukan opsi center tambahan untuk mendampingi Robinson yang tampaknya tidak tersedia.
Free Throw dan Strategi Pertahanan
Robinson bukan hanya bermasalah di Final, tetapi juga di playoff secara keseluruhan dengan rata-rata 5,2 poin, 5,3 rebound, dan 0,6 blok dalam 13,6 menit per game sebelum Game 4. Selain itu, yang menjadi masalah utama adalah persentase free throw yang sangat buruk, yaitu hanya 39,3% (42 dari 107) di playoff. Tim lawan mulai menerapkan strategi Hack-a-Mitch. Lakers tidak ingin pemain besar mereka merusak ritme ofensif Luka dengan banyak free throw yang gagal.
Kesimpulan Peluang Robinson Bersama Lakers
Berdasarkan penampilan di Final NBA, Los Angeles Lakers dipastikan tidak akan merekrut Mitchell Robinson di bursa bebas. Pada Game 4, Knicks berhasil mencuri kemenangan dengan comeback luar biasa, namun semua itu terjadi saat Robinson berada di bangku cadangan. New York sangat membutuhkan Robinson untuk tampil lebih baik, tetapi dia tidak mampu melakukannya. Setidaknya, Lakers mendapatkan jawaban sebelum terlambat.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment