Final NBA: Pertarungan Emosional Spurs vs Knicks
Final NBA telah memasuki fase di mana setiap pertandingan menjadi krusial dalam menentukan siapa yang akan menjadi juara: San Antonio Spurs atau New York Knicks. Hal ini diungkapkan oleh Fabricio Oberto, analis NBA terkemuka dan komentator utama untuk ESPN.
Kesan Oberto tentang Mempertahankan Keluarga di Spurs
Dalam interview dengan Nacho García untuk MARCA, Oberto, mantan pemain basket Argentina yang berperan penting dalam kejuaraan Spurs pada 2007, menceritakan pengalamannya di tim yang dipenuhi ikonik, seperti Tim Duncan, Tony Parker, dan Manu Ginóbili. Ia mengungkapkan bagaimana rasanya menjadi bagian dari franchise ikonik ini dan harapannya untuk sisa seri kejuaraan.
Oberto, yang juga membawa Argentina meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004, kini tinggal di San Antonio, Texas, yang membuatnya tetap terhubung dengan suasana di wilayah selatan Amerika.
Suasana Keluarga di Spurs
Oberto menyatakan bahwa selama empat musimnya bersama Spurs dari 2005 hingga 2009, ia merasakan atmosfer kekeluargaan yang sangat kuat. “Baru-baru ini ada kaos yang dijual dengan tulisan ‘keluarga’ dalam font Spurs (…) itu sangat berarti karena banyak pemain yang tinggal di sini—Tony, Manu, Tim,” ujarnya.
Ia juga menambahkan tentang rasa hormat di antara pemain, meskipun dari generasi yang berbeda. “Beberapa waktu lalu saya bertemu Danny Green, dan dia berkata, ‘Fabri, apa kabar?’ —padahal kami tidak bermain bersama. Hal itu yang memang sulit diciptakan di tim lain. Di sini, hubungan yang terjalin sangat baik,” tuturnya.
Oberto menggarisbawahi semangat bermain basket yang terlihat di trio muda, Victor Wembanyama, Stephon Castle, dan Dylan Harper. Mereka mampu menggabungkan aspek lama dan baru dalam permainan, menunjukkan dedikasi yang penting, serta mematuhi instruksi pelatih Mitch Johnson. Oberto berpendapat bahwa jika pemain Spurs saat ini telah meraih gelar sebelumnya, mereka tidak akan tertinggal 0-2 di seri kejuaraan, karena pengalaman tersebut diperoleh dari kekalahan.
Pandangan Oberto tentang Victor Wembanyama
Sebagai juara bersama Spurs, Oberto memahami persaingan untuk meraih gelar NBA di San Antonio, yang terakhir kali diraih pada 2014 saat tim yang dipimpin Tim Duncan dan Kawhi Leonard mengalahkan Miami Heat yang diperkuat oleh LeBron James. Kini, jasa Victor Wembanyama diharapkan bisa membawa Spurs berprestasi kembali.
“Saya pikir tekanan yang dihadapi Wembanyama—sebagai sosok yang unik dalam dunia basket profesional—menunjukkan bahwa ia telah dibekali oleh orang tuanya yang juga atlet. Mereka memberitahunya, ‘Kamu harus melakukan ini, tahu tembakan yang tepat,’ yang merupakan bagian dari persiapan dan pencarian identitas dalam permainannya,” ungkap Oberto.
Menurutnya, jika Wemby memiliki lima tahun lagi di liga, “ia akan menemukan posisinya di bawah ring dan mendapatkan permainan mid-range-nya.” Para analis dan penggemar basket sudah mulai melihat evolusi dalam jumlah tembakan tiga yang ditembakkan Wembanyama setiap pertandingan serta mobilitasnya di lapangan.
Prediksi untuk Sisa Final NBA
Mengenai sisa pertandingan Final NBA, Oberto memperkirakan akan ada pertarungan emosional yang intens antara kedua tim. “Jika Knicks tidak ingin panik, mereka harus memenangkan Pertandingan 4 dan 5. Untuk itu, mereka perlu menunjukkan tekad yang sama seperti yang ditunjukkan Spurs saat memenangkan Pertandingan 3 di Madison Square Garden,” tutup Oberto.
(BA/GN)
sumber : www.marca.com
Leave a comment