Hubungan Unik Antara Kenny Atkinson dan Curtis Blair di NBA
CLEVELAND — Saat pertandingan Game 2 antara Cavaliers dan Pistons pada hari Kamis berlangsung, banyak pembicaraan yang mengarah kepada Curtis Blair, wasit berpostur besar tersebut. Namun, satu orang yang tampaknya tidak mengacuhkan hal itu adalah Kenny Atkinson, pelatih Cavaliers.
Bintang Cleveland, James Harden, sempat mengobrol singkat dengan Blair di akhir kuarter pertama. Pelatih Detroit, J.B. Bickerstaff, juga terlihat memberikan komentar panjang kepada Blair. Sementara itu, Atkinson memilih untuk tetap tenang. Ketika Blair mengangkat bendera pelanggaran di kuarter keempat, Atkinson hanya berdiri di dekat bangkunya sambil menggelengkan kepala, meski jelas tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Sejarah Persahabatan yang Unik
Ada sejarah yang menarik antara Atkinson dan Blair yang tidak biasa bagi hubungan antara pelatih dan wasit. Keduanya pernah bermain di tim basket universitas yang sama, Richmond Spiders. Meski sekarang mereka berada di posisi yang berbeda, kenangan masa lalu masih menyatukan mereka.
“Kami saling menghormati satu sama lain sebagai profesional,” ujar Atkinson. “Kami berkompetisi, dan tidak ada ruang untuk persahabatan saat bertanding.”
Karier yang Sejalan
Atkinson, yang kini berusia 58 tahun, telah berkecimpung di dunia NBA sejak 2008 sebagai asisten ataupun pelatih kepala. Blair, 55 tahun, sedang menjalani musim ke-18 sebagai wasit NBA. Kebetulan, keduanya masuk ke liga pada waktu yang hampir bersamaan.
Atkinson mengenang, “Saya ingat melihat Blair di lapangan saat musim pertama saya sebagai asisten pelatih di NBA. Pertama kali melihatnya sebagai wasit, saya sangat terkejut. Dalam benak saya, dia adalah seorang pemain yang hebat.”
Dinamis dalam Pertandingan
Atkinson dan Blair memiliki gaya yang sangat berbeda. Atkinson dikenal sebagai sosok yang kompetitif dan berapi-api di lapangan, sementara Blair lebih tenang. Seiring berjalannya waktu, keduanya saling menghormati kompetisi masing-masing. Beberapa mantan rekan setim menyebut mereka sebagai “api dan es,” di mana Atkinson membawa semangat kompetisi, sementara Blair menyeimbangkan dengan ketenangannya.
Pertemuan yang Tak Biasa
Pertemuan mereka di dunia NBA sering terjadi, tetapi Atkinson dan Blair menyatakan mereka tidak pernah membahas masa lalu mereka sebagai mantan rekan satu tim. Mereka lebih memilih fokus pada tugas saat ini, yaitu pelatihan dan perwasitan.
Kesimpulan
Hubungan antara Kenny Atkinson dan Curtis Blair menunjukkan kompleksitas yang ada dalam dunia olahraga profesional. Meskipun memiliki masa lalu yang bersamaan, mereka tetap menjalankan tugas masing-masing dengan profesionalisme. Pertandingan selanjutnya akan menampilkan lebih banyak tensi antara pemain dan wasit, namun keduanya tampaknya dapat memisahkan antara pekerjaan dan kenangan lama mereka.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment