Kontroversi Penghargaan NBA 2025-26: Pemain dan Kinerja Play-In
Penghargaan akhir musim NBA 2025-26 kali ini menghadapi lebih banyak sorotan dibandingkan musim sebelumnya, terutama terkait dengan kelayakan beberapa pemain.
Keputusan NBA untuk memperpanjang batas waktu pengumpulan suara hingga setelah dimulainya Play-In Tournament juga menambah kontroversi. Hal ini bertujuan agar keluhan terkait “Keadaan Luar Biasa” bisa diselesaikan. Kini, beberapa pemilih secara terbuka mengakui bahwa mereka mempertimbangkan performa di playoff saat memberikan suara, meski penghargaan ini seharusnya hanya mengacu pada musim reguler.
Pengaruh Kinerja Play-In terhadap Suara Penghargaan NBA
Pembicaraan seputar penghargaan akhir musim lebih banyak difokuskan pada kelayakan beberapa pemain. Salah satu yang menjadi perbincangan adalah Cade Cunningham dan Luka Dončić, yang memenuhi syarat jumlah permainan minimal sebanyak 65 pertandingan.
Karena perdebatan mengenai pemain-pemain ini, batas waktu pengumpulan suara pun ditunda. Biasanya, pemilih mengumpulkan suara setelah musim reguler berakhir dan sebelum pertandingan play-in pertama, namun tahun ini, batas waktunya adalah pada pukul 15:00 ET pada hari Jumat, sebelum pertandingan terakhir play-in dimulai.
Penundaan ini membuat dua analis mengaku bahwa hasil pertandingan play-in awal, yang sudah berlangsung, akan memengaruhi suara mereka. Salah satu analis yang mengakui hal ini adalah komentator Fox Sports, Rachel Nichols.
“Survei untuk pemungutan suara penghargaan NBA sudah masuk ke email saya, karena keputusan mengenai ‘keadaan luar biasa’ telah dibuat. Kami harus mengumpulkan suara sebelum pukul 15:00 ET besok, yang berarti sebelum pertandingan besok,” ungkap Nichols. “(Memang, pertandingan play-in tidak seharusnya memengaruhi suara; namun, para pemilih adalah manusia dan suka atau tidak suka, minggu ini beberapa pemain telah memberikan pernyataan—baik dan buruk—tentang pencalonan mereka.)”
The ballot for NBA Awards voting has popped into my email, now that the “extraordinary circumstances” decisions have been made…
— Rachel Nichols (@Rachel__Nichols) April 16, 2026
Satu orang kemudian mempertanyakan apakah Nichols mengakui bahwa dia membiarkan turnamen play-in memengaruhi penilaiannya terhadap penghargaan musim reguler dan mendesak NBA untuk mencabut hak suaranya. Nichols membela dirinya dengan menyatakan bahwa dia hanya melakukan tugasnya sebagai analis.
“Sepenuhnya benar. Sebagai analis, saya melakukan pekerjaan saya dan mencatat faktor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemungutan suara yang setidaknya dicatat oleh beberapa analis pria tingkat tinggi setelah kemenangan Charlotte,” ujarnya. “Tapi ambil saja suara saya! (Sungguh, komentar Anda konyol dan tidak dibantu oleh kurangnya kemampuan tata bahasa.)”
Salah satu pemain yang kemungkinan akan terpengaruh oleh situasi ini adalah kandidat Rookie of the Year, Kon Knueppel. Knueppel tampil kurang memuaskan dalam kemenangan play-in Charlotte Hornets melawan Miami Heat, hanya mencetak 6 poin dengan 2 dari 4 tembakan, dan bermain kurang dari 12 menit.
BERITA TERKAIT: Mantan Rekan Tim LeBron James Menganggap Dia Takkan Pernah Melewati Michael Jordan dalam Debat GOAT NBA karena 1 Alasan Utama
Kekalahan ini mungkin memengaruhi pandangan beberapa pemilih terhadap himpunan suara, berpotensi membuat rookie Dallas Mavericks, Cooper Flagg, lebih dipertimbangkan.
Analis lain yang juga mengakui pengaruh yang sama adalah Kendrick Perkins dari ESPN. Namun, dia tampaknya mengambil langkah lebih jauh dengan tampak tidak mengetahui kapan batas waktu pemungutan suara.
Di podcast “Road Trippin’”, Perkins menyatakan: “Serius, jika mereka menang di pertandingan play-in besok dan melaju ke postseason, dia akan mendapatkan suara dari saya untuk Tim Ketiga All-NBA.”
Full Clip pic.twitter.com/qGIowsXjM3
— Road Trippin’ Show (@RoadTrippinShow) April 17, 2026
Menurut Perkins, kemenangan Hornets pada Jumat akan menjadi alasan untuk memberikan suara kepada LaMelo Ball untuk Tim Ketiga All-NBA. Namun, batas waktu pemungutan suara akan berlalu sebelum pertandingan tersebut dimulai.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengapa dia masih memiliki hak suara jika ia membiarkan permainan play-in mempengaruhi keputusan tanpa mengetahui batas waktu suara.
Situasi ini menunjukkan bahwa proses pemungutan suara di NBA peserta akhir musim ini dipenuhi dengan kontroversi dan dapat berdampak besar terhadap hasil akhir penghargaan, terutama bagi pemain-pemain muda yang berpotensi menjelma menjadi bintang di masa depan. Pemilihan yang adil dan transparan adalah harapan untuk menciptakan keadilan di kompetisi ini.
(BA/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment