Chicago Bulls Resmi Memulai Proses Rebuild
Di tengah persiapan menjelang akhir musim reguler 2025-26, Chicago Bulls mengambil langkah awal yang berbeda dibandingkan tim-tim lain yang terjebak di peringkat bawah. Mereka memilih untuk memulai dari awal dengan membersihkan jajaran manajemen dan pelatih kepala.
Pemecatan Manajemen
Bulls secara resmi mengumumkan pemecatan Wakil Presiden Operasi Bola Basket, Arturas Karnisovas, dan Manajer Umum, Marc Eversley, pada hari Senin. Mereka berdua ditunjuk sebagai pengambil keputusan sebelum musim reguler 2020-21. Namun, sejak saat itu, Chicago tampil di bawah standar dan hanya dapat memanfaatkan posisinya sebagai salah satu tim terendah di Wilayah Timur untuk ikut serta dalam turnamen play-in tahunan.
Catatan Playoff yang Minim
Dalam enam musim terakhir, Bulls hanya berhasil mencapai babak playoff sekali, yaitu pada tahun 2022. Saat itu, mereka kalah dari Milwaukee Bucks di putaran pertama. Dengan hasil yang minim ini, keputusan pemecatan ini pun menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Kini, Chicago bersiap untuk menghadapi proses rebuild yang sesungguhnya.
Pemain Kunci dan Roster
Saat ini, dua pemain kunci yang bisa diandalkan adalah Josh Giddey dan Matas Buzelis. Sisa roster diisi pemain yang berstatus pinjaman atau prospek muda yang belum menunjukkan performa nyata. Melihat masa depan pelatih Billy Donovan yang masih belum pasti, semua indikasi menuju arah rebuild yang menyeluruh.
Meniru Blueprint Oklahoma City Thunder
Jika Bulls memutuskan untuk menjalani proses ini, mereka memiliki satu blueprint yang bisa dijadikan acuan, yaitu Oklahoma City Thunder. Meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, hal ini bukan berarti Bulls tidak bisa belajar dari apa yang telah dilakukan tim tersebut.
Pemilik Bulls, Michael Reinsdorf, mengungkapkan bahwa mereka akan melihat Thunder sebagai salah satu organisasi NBA yang menjadi contoh dalam menentukan langkah selanjutnya. Ini bisa jadi peluang bagi Chicago untuk memulai proses rebuild yang serius, bukan sekadar langkah setengah-setengah yang mengarah pada 40 kemenangan per musim.
Pemikiran Pemilik Tim
“Tentu saja, saya ingin seperti Oklahoma City. Saya selalu mengagumi mereka. Jelas, Sam Presti adalah manajer umum terbaik di NBA,” ungkap Reinsdorf. “Sam melakukan banyak hal berbeda dibanding tim lain, yang membuatnya berpengaruh di liga.”
Pembelajaran dari Pengalaman
Reinsdorf melanjutkan, “Kami tidak akan mengatur seperti yang kami lakukan dengan Arturas dan Marc. Kami akan melihat semua organisasi dan menganalisis apa yang bisa kita tiru dari mereka. Apa yang mereka lakukan yang layak untuk kami aplikasikan?” Ini adalah titik balik penting untuk Bulls yang saat ini berada di posisi sulit.
Keputusan-k keputusan jangka pendek yang kurang tepat, terutama trade Nikola Vucevic, telah membawa Bulls ke titik ini. Kini, mereka perlu mengambil langkah yang lebih strategis untuk mengarahkan tim ke arah yang lebih jelas. Siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin baru di jajaran manajemen akan memberi kita gambaran lebih jauh tentang masa depan tim.
“Jelas, Oklahoma City adalah juara dunia. Sam adalah sosok yang sangat unik,” tambah Reinsdorf. “Dia mulai sebagai GM di usia 28 tahun, dan ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari tim lain di liga.”
Dampak Proses Rebuild
Dengan langkah yang diambil, Chicago Bulls siap untuk menyusun kembali struktur tim dan strategi mereka. Ini bisa menjadi kesempatan baik bagi tim untuk memulai fase baru yang lebih menjanjikan di masa mendatang.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment