Shai Gilgeous-Alexander Raih Gelar MVP NBA untuk Kali Kedua
Pemain terbaik dari tim terbaik, Shai Gilgeous-Alexander, yang berasal dari Hamilton, Ontario, kembali meraih gelar Most Valuable Player (MVP) NBA pada hari Minggu. Ini adalah tahun kedua berturut-turut bagi pemain Oklahoma City Thunder tersebut, menjadikannya sebagai pemain ke-18 dalam sejarah NBA yang meraih dua gelar MVP dan ke-14 yang memperoleh dalam dua tahun berturut-turut.
Ucapan Pelatih Thunder
Pelatih Thunder, Mark Daigneault, memberikan pujian kepada Gilgeous-Alexander. “Siapa dia tidak pernah berubah. Dia telah menyempurnakan beberapa aspek permainannya dan kepemimpinannya, seperti halnya orang lain yang sedang dalam proses berkembang,” ujarnya.
Prestasi Menarik dalam Voting MVP
Pencapaian Gilgeous-Alexander menjadi tanda delapan tahun berturut-turut di mana MVP NBA berasal dari luar AS. Tren ini dimulai dengan Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee pada 2019 dan 2020, disusul Nikola Jokic dari Denver pada 2021 dan 2022, serta Joel Embiid dari Philadelphia pada 2023. Jokic bahkan meraihnya lagi pada 2024. Kini, Gilgeous-Alexander mengamankan penghargaan yang sama untuk tahun 2025 dan 2026.
Persaingan Ketat di Penghargaan MVP
Gilgeous-Alexander, Jokic, dan bintang muda asal Prancis, Victor Wembanyama dari San Antonio, menjadi finalis MVP tahun ini. Dalam lima musim terakhir, pemain internasional selalu mendominasi posisi 1-2-3 dalam voting MVP.
- Tahun lalu: Gilgeous-Alexander, Jokic, dan Antetokounmpo.
- Tahun 2024: Jokic, Gilgeous-Alexander, dan Luka Doncic dari Dallas.
- Tahun 2023: Embiid, Jokic, dan Antetokounmpo.
- Tahun 2022: Jokic, Embiid, dan Antetokounmpo.
Gadget Pertandingan
Kedua pemain, Gilgeous-Alexander dan Wembanyama, akan bertemu pada malam Senin saat Thunder menghadapi Spurs dalam Game 1 Final Wilayah Barat di Oklahoma City. Komisaris NBA, Adam Silver, diharapkan hadir untuk secara resmi menyerahkan trofi MVP kepada Gilgeous-Alexander, setelah sebelumnya juga menerima penghargaan MVP Final bulan lalu.
Statistik Menarik
Tahun ini, Gilgeous-Alexander juga dinobatkan sebagai Clutch Player of the Year, dengan 96 dari 100 suara pertama, yang menunjukkan kemampuannya dalam permainan akhir yang krusial di waktu-waktu mendebarkan. Dia mencatat rata-rata 31.1 poin per game, hanya berada di belakang Doncic yang mengumpulkan 33.5 poin per game. Gilgeous-Alexander juga menciptakan rekor NBA dengan 140 pertandingan reguler berturut-turut mencetak setidaknya 20 poin.
Pola Permainan yang Dikenali
Sosoknya di lapangan cenderung tenang, Gilgeous-Alexander bukanlah tipe pemain yang mencari sorotan. Dia dikenal sebagai seorang spesialis mid-range dan cermat dalam menarik pelanggaran, menyampaikan wawasan yang mendalam saat menjadi narasumber. “Emosi bukanlah hal yang penting. Fokus pada keputusan terbaik adalah kunci,” ujarnya.
Kesimpulan
Statistik Jokic menunjukkan bahwa ia mencetak rata-rata triple-double, namun sayangnya ini bukan jaminan untuk MVP. Hal ini menyoroti keanehan dalam memilih MVP di mana satu-satunya, Stephen Curry, terakhir kali menjadi pemain AS yang berada di jajaran tiga besar voting MVP pada tahun 2021. Gilgeous-Alexander kini menjadi sosok utama dalam membawa Oklahoma City Thunder bersaing tinggi di NBA.
(BA/GN)
sumber : www.cbc.ca
Leave a comment