Stephen Curry dan Proyek Baru di Charlotte
Stephen Curry mengakhiri musim ke-17 di NBA dengan kekecewaan, meskipun tampil dengan statistik individu yang mengesankan. Pebasket Golden State Warriors ini mencatat rata-rata 26,6 poin, 4,7 assist, 3,6 rebound, dan 4,4 tiga angka per pertandingan dalam 43 laga di musim reguler.
Proyek Musim yang Terhambat Cedera
Namun, kontribusi tersebut tidak dapat menutupi berbagai masalah yang dialami baik oleh Curry maupun timnya. Cedera menghantui Curry sepanjang musim, mulai dari sakit quad hingga masalah pergelangan kaki, sebelum akhirnya didiagnosis dengan cedera lutut pada 30 Januari.
Cedera tersebut membuatnya absen selama 27 pertandingan beruntun, meninggalkan kekosongan yang signifikan di jajaran Warriors. Kekosongan itu semakin diperparah ketika Jimmy Butler mengalami robekan ACL, sehingga tim harus menjalani musim tanpa skuad yang diharapkan sepenuhnya sehat.
Akibatnya, tim ini gagal lolos ke playoff untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu.
Fokus Baru di Luar Lapangan
Dengan musim reguler yang kini telah usai, Curry beralih fokus dari basket ke waktu pribadi bersama keluarga dan berbagai peluang bisnis. Pebasket berprestasi ini tampak antusias dalam menjalani fase istirahat dan penjelajahan di luar lapangan. Salah satu proyek besar yang muncul adalah pengumuman kerja sama dengan sang istri, Ayesha.
Rencana Kuliner di Charlotte
Pada hari Kamis, mereka mengumumkan kolaborasi dengan koki terkenal Michael Mina untuk meluncurkan tiga konsep kuliner yang berbeda di dalam hotel Ritz-Carlton yang terletak di Charlotte. Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam usaha di bidang perhotelan mereka dan menyuntikkan energi baru ke dalam dunia kuliner kota tersebut.
Proyek pertama yang dijadwalkan dibuka adalah Sweet July Café yang diusung oleh Ayesha Curry, dengan rencana debut pada bulan Juli. Pengunjung dapat menikmati suasana hangat dengan pilihan kopi, smoothie, kue kering, dan hidangan sehat khas California; semua ini terinspirasi dari warisan Jamaika Ayesha yang memberikan sentuhan rasa yang beragam.
Ayesha membagikan berita tersebut melalui Instagram dengan keterangan sederhana dan mengundang: “why hello.”
Pengembangan Brand Sweet July
Sweet July bukanlah nama asing, lantaran telah sukses dengan keberadaan di Regent Santa Monica Beach. Charlotte kini menjadi rumah kedua untuk konsep ini, memperluas jangkauan ke seluruh negeri. Pertumbuhan ini mencerminkan pemikiran yang cermat sejak tahap awal proyek.
Kerja sama antara Currys dan Michael Mina terbukti produktif selama bertahun-tahun. Mereka pertama kali bergabung dalam konsep International Smoke, yang dimulai sebagai pop-up di dapur percobaan Mina sebelum berkembang menjadi restoran penuh di San Francisco dan Las Vegas. Apa yang awalnya merupakan percobaan kini tumbuh menjadi salah satu aliansi atlet-koki yang lebih menonjol dalam industri perhotelan.
Makna Pribadi di Lokasi Baru
Proyek terbaru di Charlotte ini menjadi yang paling ambisius bagi mereka. Keputusan untuk menggabungkan beberapa konsep di bawah satu atap di Ritz-Carlton menunjukkan kepercayaan mereka terhadap lokasi dan visi bersama akan pengalaman bersantap yang lebih tinggi namun tetap terjangkau. Timing dan skala ekspansi ini menandakan momentum yang terus tumbuh dalam portofolio bisnis mereka.
Bagi Stephen Curry, lokasi di Charlotte memiliki makna yang mendalam. Ia menghabiskan sebagian masa kecil di kota tersebut saat ayahnya, Dell Curry, bermain untuk Hornets, membangun ikatan yang kuat dengan komunitas. Proyek restoran ini bukan hanya pelaksanaan bisnis, tetapi juga sebagai kembali ke akar mereka.
Seiring berlanjutnya offseason, usaha ini memberikan gambaran yang menjanjikan tentang babak baru bagi keluarga Curry di luar dunia basket.
(BA/GN)
sumber : www.yardbarker.com
Leave a comment