Kepedulian Anak Terhadap Makanan dan Nutrisi
Banyak anak-anak saat ini ternyata sangat paham tentang makanan dan nutrisi. Minggu lalu, saya berkunjung ke Moira untuk mengadakan workshop tentang nutrisi di beberapa sekolah lokal sebagai bagian dari program pendidikan bersama.
Anak-anak berusia 10 hingga 11 tahun mengetahui lebih banyak tentang nutrisi daripada yang kita kira. Mereka sudah paham tentang piring seimbang, kelompok makanan, dan gagasan ‘makan pelangi’ sebagai dasar pengetahuan mereka. Meskipun mereka memahami dasar-dasar ini dengan baik, kenyataannya pola makan anak-anak masih mengandung gula, lemak, dan makanan olahan yang tinggi, dan sebagian besar dari mereka tidak memenuhi target lima porsi sayur dan buah setiap harinya.

(fortyforks/Getty Images)
Apa yang anak-anak makan di tahun-tahun awal mereka mempengaruhi hasil kesehatan di masa depan. Membentuk kebiasaan baik sedari dini sangat penting untuk perkembangan, perilaku, dan kesehatan anak.
Apa yang anak-anak makan di tahun-tahun awal mereka mempengaruhi hasil kesehatan di masa depan.
— Jane McClenaghan
Kita tidak perlu saling menyalahkan dalam hal ini. Kita hidup di masyarakat yang dikelilingi oleh makanan ultra-processed, dibombardir oleh iklan makanan junk, sementara harga makanan terus meningkat.
Namun, kebanyakan orangtua saya kenal berusaha keras untuk memberi makan keluarga mereka dengan sesuatu yang bisa dimakan tanpa terlalu banyak perdebatan setelah hari kerja yang melelahkan. Ini bukan hal yang mudah, tapi ada beberapa cara untuk meringankan tekanan ini dengan jalan pintas, solusi mudah, dan cara sederhana untuk makan sehat. Berikut beberapa ide yang bisa dicoba:
Jaga Kesederhanaan
Pem planning dapat membantu mengurangi kebingungan saat memasak di tengah minggu. Buatlah rencana sederhana untuk makan malam keluarga supaya Anda bisa mengatur apa yang perlu dibeli, memanfaatkan bahan yang ada, dan menemukan jalan pintas. Dengan merencanakan sebelumnya, Anda bisa memutuskan apa yang akan dimasak saat tidak ada tekanan, tentunya lebih mudah daripada memasak di saat anak-anak kelaparan dan perlu makan segera, bukan?

(KucherAV/Getty Images)
Masak Sekali, Makan Dua Kali!
Mungkin di rumah ada anak-anak pemilih yang kurang senang dengan ide makan malam yang sama dua kali berturut-turut, tetapi daripada menganggap chili dan nasi sebagai menu yang harus diulang, pikirkan sebaliknya – chili dan nasi hari ini bisa menjadi dasar untuk fajitas besok. Sisa ayam panggang bisa diolah menjadi pasta pesto ayam, atau spaghetti bolognese malam ini bisa tersisa untuk diisi ke dalam kentang panggang yang lezat keesokan harinya.
Ambil Jalan Pintas
Sayuran beku bisa menghemat waktu karena Anda tidak perlu memotong semuanya, sementara kantong lentil siap saji atau kacang kalengan bisa menambah jumlah dalam satu panci seperti sup, kari, atau chili. Carilah biji-bijian yang sudah dimasak – cocok sebagai dasar untuk salad super, atau untuk membuat versi nasi goreng yang cepat dan sehat dengan beberapa kacang polong beku, segenggam bayam, sisa ayam, dan cukup telur yang diocok. Bumbui dengan kecap, sedikit serpihan cabai, bawang putih, dan sedikit jahe, dan Anda sudah memiliki hidangan lezat dalam waktu singkat.

(pixelpot/Getty Images)
Punya Menu Favorit
Anda tentu tahu apa saja masakan yang bisa disiapkan dalam waktu singkat, yang disukai semua orang, dan tidak terlalu merepotkan. Tidak perlu yang mewah, cukup makanan keluarga yang sederhana. Masakan seperti tumis, pasta, atau roti telur.
Periksa Dasar-Dasar
Mulailah dengan protein (daging, ikan, ayam, tahu, atau kacang-kacangan), tambahkan karbohidrat (kentang, nasi, pasta, mie, atau roti) dan satu atau dua porsi sayuran (fresh atau beku), dan Anda sudah siap. Tawari buah sebagai pencuci mulut untuk melengkapi asupan lima porsi sayuran dan buah mereka.
Ciptakan Lingkungan yang Memudahkan Pilihan Sehat
Misalnya, letakkan mangkuk buah di tempat yang mudah dijangkau agar anak-anak bisa mengambilnya sendiri. Sajikan air saat waktu makan alih-alih minuman manis. Hindari memasukkan permen, cokelat, dan biskuit dalam daftar belanja; gantilah dengan camilan yang lebih sehat seperti buah kering, yogurt, atau oatcakes dengan keju.
Ubah Cara Bicara tentang Makanan
Mengubah bahasa yang kita gunakan tentang makanan bisa memberikan dampak positif. Daripada menyebut makanan sebagai ‘baik’ atau ‘buruk’, gunakan istilah ‘makanan sehari-hari’ dan ‘makanan sesekali’ yang terasa lebih baik dan tidak menghakimi.

Jaga keseimbangan
Tidak apa-apa jika malam ini makan pizza. Anda tidak perlu mencapai keseimbangan yang sempurna setiap saat. Mencari keseimbangan memang bisa jadi tantangan, jadi lakukan yang terbaik, ubah satu hal, dan coba lagi.
Leave a comment