Dominasi Empat Raksasa F1 Kian Nyata, Tim Midfield Tertinggal Jauh Usai Tes Pra-Musim Bahrain
Empat tim teratas yang sudah mapan di Formula 1, yakni McLaren, Ferrari, Mercedes, dan Red Bull, tampaknya telah memperlebar keunggulan mereka di bawah regulasi baru. Hal ini menjadi sorotan beberapa pembalap dari tim papan tengah setelah tes pra-musim di Bahrain.
Saat hitung mundur menuju seri pembuka di Melbourne terus berjalan, pembalap Alpine, Franco Colapinto, mengatakan bahwa tidak mengejutkan melihat keempat tim tersebut berada di depan. Namun, margin perbedaan waktu yang terlihat sangat mencolok.
“Kami sudah tahu bahwa empat tim terdepan akan sangat cepat,” kata pembalap Alpine itu.
“Terkadang perbedaan waktu itu mengejutkan, karena ketika Anda mengatakan bahwa semua tim telah mengembangkan mobil sejak 1 Januari, lalu Anda melihat ada perbedaan dua detik, Anda bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi.”
“Tapi itu adalah filosofi setiap tim. Mereka telah bekerja dengan cara tertentu selama bertahun-tahun, terowongan angin mereka adalah yang terbaik, insinyurnya juga, jadi ini adalah kombinasi banyak hal yang menjaga struktur ini tetap di puncak secara konsisten.”
Kesenjangan yang Melebar: Akibat Regulasi Baru?
Pembalap Williams, Carlos Sainz, sependapat. Ia menyiratkan bahwa perombakan aturan pada tahun 2026 belum memberikan “reset” yang diharapkan sebagian pihak.
“Sejujurnya, langkah maju itu kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.
“Kesan awal dari tes adalah bahwa empat tim teratas dari tahun lalu bahkan lebih baik dari sebelumnya, sementara tim papan tengah semakin menjadi tim papan tengah daripada tahun lalu.”
“Sayangnya, saya pikir perubahan aturan telah memperlebar kesenjangan antar tim, seperti yang sering terjadi,” tambahnya kepada Soy Motor. “Kami pikir kami bisa memperkecil kesenjangan itu dengan perubahan aturan, tetapi mungkin itu justru memperlihatkan area-area di mana kami masih belum berada pada level yang seharusnya.”
Target Tim Papan Tengah
Rekan setim Colapinto di Alpine, Pierre Gasly, menetapkan target yang jelas untuk tahun ini.
“Tujuannya adalah untuk memangkas jarak dengan empat tim teratas,” katanya.
“Yang penting adalah menunjukkan tingkat performa yang memungkinkan kami bersaing di posisi bagus secara reguler.”
“Kami berhadapan dengan tim-tim yang sangat berpengalaman — Mercedes, Red Bull, McLaren, Ferrari. Kami belum tentu memiliki pengalaman terkini seperti itu.”
Misteri Performa Aston Martin
Bahkan lebih jauh ke belakang, kesulitan yang dialami Aston Martin, yang kini ditenagai mesin Honda, telah memicu tanda tanya di paddock. Franco Colapinto mengaku terkejut.
“Aston Martin sangat mengejutkan saya — kita akan lihat bagaimana performa mereka di Australia, tapi mereka mengejutkan dengan cara yang berbeda,” kata Colapinto.
Mantan bos tim F1, Franz Tost, juga mempertanyakan performa Aston Martin.
“Ini aneh,” katanya kepada Kronen Zeitung. “Mesin-mesin tidak banyak berubah.”
Dampak dan Prospek di Musim Mendatang
Temuan dari tes pra-musim ini mengindikasikan bahwa dominasi empat tim teratas Formula 1 tampaknya akan berlanjut, atau bahkan meningkat, di musim mendatang. Regulasi baru yang awalnya diharapkan dapat meratakan persaingan, justru memperlebar jurang pemisah antara tim-tim elit dan tim papan tengah. Bagi tim-tim seperti Alpine dan Williams, tantangan untuk memangkas jarak akan menjadi fokus utama, sementara perhatian juga tertuju pada Aston Martin yang menunjukkan performa tak terduga. Hasil di seri pembuka di Australia akan menjadi indikator penting seberapa jauh kesenjangan ini benar-benar terbentuk dan bagaimana tim-tim akan meresponsnya sepanjang musim.
(SA/GN)
sumber : motorsport.nextgen-auto.com
Leave a comment