Senna Hampir Bergabung dengan Ferrari di Tahun 1990-an
Jean Todt, mantan direktur tim Ferrari, mengungkapkan bahwa Ayrton Senna sebenarnya dekat untuk bergabung dengan tim Prancing Horse di tahun 1990-an, jika bukan karena satu hal penting.
Dalam sejarah Formula 1, banyak penandatanganan pebalap yang dikelilingi oleh intrik dan perhatian media. Di tahun 2024, Lewis Hamilton mengejutkan dunia F1 dengan meninggalkan Mercedes dan bergabung dengan Ferrari, sebuah langkah yang dianggap sebagai perubahan terbesar dalam sejarah F1.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di tahun 90-an, terdapat pergerakan pebalap yang bisa menandingi kepindahan Hamilton, yang sayangnya tidak terwujud.

Rencana Senna Bergabung dengan Ferrari
Todt menceritakan bagaimana Ferrari menunjukkan minat terhadap Ayrton Senna, dan Senna pun merasa antusias dengan kesempatan tersebut. Namun, Ferrari telah mengikat kontrak dengan dua pebalap.
“Pebalap impian pertama yang saya bicarakan [dengan Ferrari] adalah Ayrton Senna,” kata Todt dalam High Performance Podcast.
“Ia datang ke kamar saya, dan kami menghabiskan sebagian malam untuk membicarakan keinginannya bergabung dengan Ferrari. Dia ingin sekali bergabung. Namun, di tahun 1994, kami sudah memiliki kontrak dengan Gerhard Berger dan Jean Alesi.”
Meskipun sudah terikat kontrak, Senna meminta Todt agar mereka bisa mencari cara untuk melewati kewajiban kontrak tersebut. “Saya bilang kepadanya bahwa tahun 1994 tidak memungkinkan. Pertama, kami belum siap, dan kedua, kami punya kontrak,” ujar Todt. “Dia menjawab, ‘Di Formula 1, kontrak tidak penting.’ Namun bagi saya, kontrak itu penting.”
Walaupun ada kalanya tim atau pebalap dapat keluar dari kontrak melalui buyout atau klausul kinerja, Ferrari tetap mematuhi kontrak yang ada. Todt mengatakan kepada Senna bahwa akan ada tempat untuknya di tahun 1995, tetapi itu tidak cukup cepat bagi Senna.
“Saya mendengar ada beberapa kontak sebelum saya, tetapi saya tidak dapat membicarakannya. Dengan saya sebagai kepala tim Formula 1, pembicaraan itu terjadi pada September 1993, untuk kedatangannya di tahun 1995, tetapi Senna ingin datang pada tahun 1994, sehingga dia pergi ke Williams,” lanjut Todt.
Alhasil, sang juara F1 memilih pindah ke Williams untuk tahun 1994, dan kesempatan untuk membela Scuderia pun sirna. Ketidakberanian Ferrari untuk melepaskan Berger dan Alesi menjadikan mereka kehilangan nama terbesar di Formula 1.
Hal ini mengundang pertanyaan tentang bagaimana berbeda jalannya F1 jika Senna mengenakan warna merah di tahun 1994.
BAKAL BACA – Nigel Mansell memberikan penilaian tentang persaingan gelar F1 2026
(SA/GN)
sumber : www.motorsportweek.com
Leave a comment