FIA Pertimbangkan Perubahan Mesin ke V8 dengan Elektrifikasi Minimal
Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) tengah mengarahkan perhatian pada pengembangan mesin yang lebih sederhana untuk ajang Formula 1. Rencana ini mencakup penggunaan elektrifikasi yang sangat terbatas. “Akan ada kabar mengenai hal ini dalam waktu dekat, dan elektrifikasinya akan sangat minor,” ungkap Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, seperti yang dilansir oleh RacingNews365. “Fokus utama tetap pada mesin, dengan daya listrik yang sangat minimal.”
Ketara, V10 Tak Lagi Dipertimbangkan
Penggunaan mesin V10 dipastikan tidak akan diterapkan kembali, sebab mesin tersebut sudah tidak relevan dengan teknologi kendaraan jalan raya saat ini. Ben Sulayem menegaskan, “Jika saya bertanya kepada produsen yang terlibat di F1 saat ini tentang produksi mobil dengan mesin V10, jawabannya pasti tidak.” Ia menggambarkan mesin V8 sebagai “yang paling populer dan mudah untuk dioperasikan,” sambil menekankan suara mesin, kompleksitas yang lebih rendah, serta bobot yang lebih ringan.
Perubahan Bisa Terjadi Tanpa Dukungan Penuh Dari Produsen
Ben Sulayem juga mengisyaratkan bahwa perubahan ini bisa berjalan meskipun tanpa dukungan penuh dari para produsen. “Misalkan para produsen tidak memberikan suara untuk perubahan ini, maka satu tahun lagi hal ini akan terlaksana,” katanya. “Ini bukan tentang apakah saya membutuhkan dukungan mereka. V8 akan hadir.”
Perubahan ini mengindikasikan langkah signifikan dalam ajang Formula 1, yang dapat berdampak pada dinamika tim dan kompetisi ke depan. Dengan fokus pada mesin V8 dan pengurangan elektrifikasi, FIA berupaya menjaga relevansi perlombaan dengan perkembangan teknologi kendaraan di pasar.
(SA/GN)
sumber : www.news.gp
Leave a comment