Home Motorsport MotoGP Belajar jalan, baru sprint!
MotoGP

Belajar jalan, baru sprint!

Share
Belajar jalan, baru sprint!
Share

Joan Mir Ingatkan Honda: Jangan Dulu Mikir Menang Balapan, Fokus Konsolidasi Progres!

Pembalap tim pabrikan Honda, Joan Mir, menegaskan bahwa terlalu dini bagi Honda untuk mulai memikirkan kemenangan di MotoGP. Menurut Juara Dunia 2020 itu, pabrikan Jepang tersebut harus terlebih dahulu mengkonsolidasi kemajuan yang telah dicapai belakangan ini sebelum menetapkan target yang lebih tinggi.

Konsistensi Jadi Kunci Menurut Mir

Mir mengakui bahwa meskipun ada peningkatan, masih banyak area krusial yang harus diperbaiki pada motor RC213V. Ia menyoroti kurangnya grip yang masih sering menyebabkan dirinya terjatuh.

“Itu saya tidak tahu (kapan bisa meraih kemenangan pertama bersama Honda). Pertama-tama, untuk mulai berlari, kami harus berjalan,” ujar Mir.

“Penting bagi kami untuk mengkonsolidasi posisi podium ini karena saya merasa kami (hanya) finis di podium atau kami finis di tanah, dan ini tidak mungkin. Kami harus memperbaikinya; mencoba bekerja lebih banyak pada motor, mencoba membuatnya sedikit lebih stabil, dan mencoba meningkatkan grip sedikit lebih banyak.”

“Ini akan membuat motor sedikit lebih mudah dikendarai – motor yang tidak perlu Anda dorong 150% di setiap putaran. Sangat mudah membuat kesalahan (saat Anda mendorong terlalu keras).”

“Sulit untuk memperbaikinya, karena setiap kali Anda mencapai level yang lebih baik, semakin sulit untuk memperbaikinya (motor). Memperbaiki paket yang ada akan sulit, tetapi saya pikir kami punya margin. Para insinyur sangat bagus, dan saya sangat percaya pada Honda – dan upaya yang mereka lakukan untuk kembali ke puncak secepat mungkin.”

“Tetapi pertama-tama, sebelum menang, saya ingin (finis) lebih konstan di posisi-posisi ini.”

Lonjakan Performa Honda Musim 2025

Honda memang telah menunjukkan kebangkitan signifikan pada musim 2025 setelah melewati periode terburuknya di MotoGP dalam beberapa dekade. Grand Prix Malaysia akhir pekan lalu menjadi podium keempat mereka musim ini.

Baca juga:  Portimao Membara! 7 Kandidat Juara MotoE Siap Tempur.

Dengan 266 poin di klasemen konstruktor, Honda telah melipatgandakan perolehan poinnya dari tahun lalu, melampaui Yamaha, sekaligus memperkecil jarak dengan rival-rival Eropa mereka.

Tantangan Menanti di Lintasan

Meskipun Johann Zarco dari tim LCR berhasil mendominasi Grand Prix Prancis yang basah kuyup awal tahun ini, Honda belum memenangkan balapan dalam kondisi kering sejak kesuksesan Alex Rins untuk tim satelit itu di Grand Prix Amerika pada awal 2023. Tim pabrikan HRC terakhir kali memenangkan Grand Prix di Misano pada tahun 2021 bersama Marc Marquez, sebuah paceklik kemenangan yang kini telah membentang selama empat tahun.

Meski kemenangan masih sulit diraih, sebagian karena konsistensi luar biasa Ducati dalam beberapa tahun terakhir, Honda telah membuat kemajuan nyata pada tahun 2025, dengan peningkatan pasca-liburan musim panas yang semakin mengangkat performa tim.

Pujian dari Luca Marini untuk Progres Tim

Rekan setim Mir, Luca Marini, memuji Honda karena tidak pernah mengalami kemunduran sedikit pun di tahun 2025, meskipun ia mengakui masih ada area yang perlu ditingkatkan sebelum musim depan.

“Kami bekerja dengan baik di setiap detail, di setiap aspek,” kata pembalap Italia itu, yang finis di lima besar di Hungaria dan Indonesia dengan RC213V yang ditingkatkan.

“Kami sedikit memecahkan masalah pengereman, kami memecahkan fase masuk tikungan yang merupakan masalah di awal, dan kami memecahkan masalah di tengah tikungan dan saat berbelok.”

“Kadang-kadang, kami masih belum memiliki grip yang cukup – edge grip. Ini adalah sesuatu yang akan terus kami kerjakan. Tetapi pada akselerasi, aero sekarang sangat bagus; motor dalam fase wheelie juga bagus. Pada aero, kami membuat langkah maju, tetapi masih ada banyak ruang untuk perbaikan.”

“Seluruh kru dan semua insinyur mulai bekerja sangat baik dengan sinergi yang baik – bersama dengan para mekanik.”

“Tidak pernah ada langkah mundur. Setiap kali Honda membawa sesuatu, kami mencobanya. Jika bagus, kami menyimpannya di motor, dan jika buruk, kami membuangnya dan mungkin bagian lain tiba (menggantikannya).”

“Di setiap GP kami membuat langkah kecil dan kami tidak pernah kembali (mundur). Ini adalah kunci untuk berada di sini (dan) sekarang berjuang untuk lima besar.”

Peningkatan yang konsisten dan sinergi tim yang kuat menjadi fondasi penting bagi Honda untuk terus mengejar ketertinggalan. Namun, seperti yang disuarakan Mir, jalan menuju puncak MotoGP masih panjang dan menuntut fokus pada konsistensi sebelum berbicara tentang kembali merengkuh gelar juara.

Baca juga:  Momentum Penting di Akhir Pekan MotoGP Brasil!

(SA/GN)
sumber : au.motorsport.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Andrea Iannone tampil memukau di Misano dengan Harley-Davidson barunya!

Andrea Iannone tampil memukau di Misano, memukau penggemar dengan kemampuan berkendara yang...

Bagnaia tertinggal 4.5 detik dari pole position di Misano!

Bagnaia mengalami kesulitan di Misano, tertinggal 4.5 detik dari pole position, menambah...

Bagnaia tertinggal 4.5 detik dari pole position MotoGP di Misano!

Bagnaia tertinggal 4.5 detik dari pole position di MotoGP Misano, menunjukkan tantangan...

MotoGP, Ducati, dan VR46: Siapa yang bakal keluar sebagai juara?

Dalam pertarungan sengit MotoGP, Ducati dan tim VR46 bersaing ketat. Siapa yang...