Inovasi Sepatu Panjat Gunung dari Ban MotoGP
Berenang di atas rumput terasa mudah dengan sepatu apapun. Namun, bagaimana jika harus melewati jalur menanjak? Sepatu hiking atau sepatu tenis yang nyaman masih dapat diandalkan. Tetapi ketika harus mendaki gunung, diperlukan perlengkapan khusus. Magnus Midtbø, seorang pendaki profesional, sangat paham akan hal ini dan telah mencoba berbagai jenis sepatu. Kali ini, dia mencoba sesuatu yang berbeda.
Teknologi Ban MotoGP untuk Panjat Tebing
Bayangkan jika kita dapat memanfaatkan teknologi dari MotoGP untuk mendapatkan cengkeraman yang sama dengan sepeda motor 1 liter. Inilah yang dicoba oleh Midtbø. RAToM, sebuah perusahaan yang memasarkan produk unik berupa ban MotoGP daur ulang, menjadi sorotan. Video viral mengenai karet ini menunjukkan sepatu yang bisa menempel satu sama lain. Midtbø memutuskan untuk menguji karet khusus ini dengan memohon sepotong bahan kepada perusahaan tersebut untuk diterapkan pada sepatunya.
Uji Coba dan Efektivitas
Setelah melakukan serangkaian uji coba sederhana di dinding bouldering, Midtbø mengakui keefektifan sepatu dengan sol bahan khusus itu. Hal ini tidak mengejutkan mengingat inovasi material dari MotoGP yang melibatkan ilmu material mendalam. Ban ini mengandung berbagai aditif, mulai dari silikon dioksida hingga karbon hitam. Namun, daya tahan material ini dalam jangka panjang saat digunakan untuk bouldering masih belum diuji secara menyeluruh.
Peluang Alternatif DIY
Walaupun sebagian besar material karet khusus ini berasal dari satu perusahaan, bahan dasarnya adalah ban MotoGP yang sudah digunakan. Ini membuka peluang bagi alternatif DIY yang mungkin lebih baik dari sepatu yang sudah ada di pasaran, jika Anda bisa mendapatkan ban bekas. Meskipun prosesnya tidak mudah, Anda bisa mencoba membuat sepatu sendiri dengan memanfaatkan studi kasus ini.
Untuk melihat lebih lanjut mengenai percobaan ini, simak video berikut:
(SA/GN)
sumber : hackaday.com
Leave a comment