Adesanya Akui Rivalitasnya dengan Pereira Lebih Tentang Dirinya Sendiri, Berharap Poatan Pensiun di Puncak
Meskipun memiliki sejarah rivalitas yang intens di arena pertarungan, Israel Adesanya mengungkapkan harapannya agar mantan lawannya, Alex Pereira, dapat mengakhiri kariernya dengan capaian tertinggi.
Sejarah Rivalitas Sengit
Adesanya dan Pereira telah berhadapan beberapa kali, baik di dunia kickboxing maupun MMA. Pereira berhasil mengalahkan Adesanya dua kali dalam kickboxing. Ketika beralih ke UFC, Pereira kembali mengalahkan Adesanya untuk merebut gelar juara kelas menengah melalui knockout di ronde kelima pada UFC 281 di November 2022.
Namun, Adesanya membalas kekalahan tersebut lima bulan kemudian di UFC 299, dengan sebuah knockout yang menjadi kandidat Knockout of the Year, merebut kembali sabuk juara kelas menengah.
Motivasi Pribadi Adesanya
Berbicara di Bangtao Muay Thai & MMA, “The Last Stylebender” merefleksikan makna pertarungan-pertarungan tersebut baginya. Ia menegaskan bahwa motivasinya lebih bersifat personal.
“Bagi saya, itu tidak pernah benar-benar tentang dia, itu selalu tentang saya,” kata Adesanya. “Saya tahu, secara teknis, saya adalah satu-satunya yang menyakiti pria ini berkali-kali. Saya tahu saya selalu bisa menyentuhnya.”
Pujian dan Harapan untuk Pereira
Adesanya menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Pereira saat ini. Pereira berhasil menjadi juara dua divisi, meraih gelar kelas berat ringan. Adesanya bahkan berharap Pereira bisa terus melaju tanpa kekalahan.
“Saya sangat bangga dengan apa yang dia lakukan sekarang — juara kelas berat ringan dua kali sekarang. Dia kembali ke puncak sekarang, akan bertarung (melawan) Jon Jones di Gedung Putih. Saya harap dia tidak pernah kalah lagi,” tambah Adesanya, mengutarakan aspirasi tingginya untuk mantan rivalnya.
Perjalanan Pereira di Kelas Berat Ringan
Setelah pertarungan MMA mereka, Pereira naik ke kelas berat ringan dan mencatat prestasi langka dengan menjadi juara dua divisi. Awal tahun ini, “Poatan” sempat kehilangan gelarnya dari Magomed Ankalaev di UFC 313, namun berhasil merebut kembali sabuk tersebut dengan kemenangan knockout di ronde pertama pada UFC 320 di bulan Oktober.
Makna Kemenangan bagi Adesanya
Adesanya mengaku sangat senang dengan keberhasilan mantan lawannya, tetapi ia juga mengakui bahwa momen kemenangannya sendiri atas Pereira memiliki arti yang luar biasa.
“Saya harap dia pensiun tak terkalahkan (mulai sekarang) karena saya selalu tahu ini bukan tentang orang lain, ini tentang saya. Karena setelah dia mengalahkan saya di Madison Square Garden, orang-orang berkata, ‘Oh, dia tidak akan pernah mau melawannya lagi.’ Tapi saya berkata, ‘Yo, Dana, gelar kembali laga itu. Saya butuh itu.'”
“Dan saya selalu tahu saya bisa melakukannya. Jadi untuk pria ini, ini bukan tentang dia, ini tentang Anda. Jika Anda tahu Anda lebih baik darinya, abaikan dia. Buktikan pada diri sendiri. Temukan cara untuk melawannya lagi dan buktikan pada diri sendiri bahwa Anda adalah master yang lebih baik dalam permainan ini daripada dia. Itu saja,” pungkas Adesanya, menekankan filosofi personalnya dalam menghadapi tantangan.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment