Tom Aspinall, Juara Kelas Berat UFC, Buka Suara Soal Potensi Pindah ke Dunia Tinju
Tom Aspinall, sang juara kelas berat interim UFC, dan ayahnya yang juga pelatihnya, Andy Aspinall, telah beberapa kali mengisyaratkan ketertarikan pada dunia tinju dalam beberapa bulan terakhir. Daya tarik utamanya? Tentu saja, bayaran yang jauh lebih besar di dunia tinju. Kini, dalam sebuah video terbaru di kanal YouTube-nya saat berlatih di sasana bersama Tommy Fury, Aspinall secara terang-terangan membagikan pemikirannya tentang bagaimana jika ia melakoni karier di atas ring tinju.
Bukan untuk Gelar Dunia, tapi Pertarungan Besar
Aspinall mengakui bahwa ambisinya di dunia tinju tidak akan sampai mengejar gelar juara dunia. Ia realistis dengan situasinya saat ini.
“Saya tidak akan pernah menjadi juara dunia,” kata Aspinall. “Saya tidak akan mencoba menjadi juara dunia. Anda perlu mendedikasikan seluruh hidup Anda untuk itu, bukan? Saya telah menghabiskan seluruh hidup saya untuk MMA sekarang, saya hampir 33 tahun. Jadi bagi saya untuk berusia 33 tahun dan kemudian berpikir saya akan memenangkan gelar juara dunia tinju, itu tidak realistis.”
Namun, itu tidak berarti ia tidak tertarik pada pertarungan besar. Aspinall membayangkan skenario di mana ia bisa terlibat dalam beberapa pertandingan menarik melawan nama-nama besar. Ia juga tidak menutup kemungkinan menghadapi sesama petarung MMA di ring tinju.
“Saya rasa saya bisa menjalani beberapa, bukan pertarungan aneh, tapi pertarungan besar,” lanjutnya. “Ya, seperti nama besar atau semacamnya. Saya tidak keberatan melawan petarung MMA. Anda tahu maksud saya? [Francis Ngannou], ya, saya pikir itu akan bagus.”
Jejak Francis Ngannou dan Kontrak UFC
Nama Francis Ngannou memang menjadi contoh nyata bagi banyak petarung UFC. Ngannou berhasil menyelesaikan kontraknya dengan UFC lalu beralih ke tinju, di mana ia dilaporkan meraup sekitar 30 juta dolar AS dari pertarungan di Arab Saudi melawan Tyson Fury dan Anthony Joshua. Ia menjadi “cetak biru” yang diikuti oleh para petarung kelas berat UFC lainnya, dan juga menjadi lawan yang sempurna untuk Tom Aspinall jika skenario tersebut terwujud.
Namun, sebelum itu terjadi, Aspinall harus menyelesaikan kontraknya dengan UFC yang masih menyisakan dua pertarungan lagi. “Tentu saja, saya punya pertarungan di UFC yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” aku Aspinall.
Kecenderungan para juara UFC yang berbicara tentang kemungkinan beralih ke tinju memang cukup memprihatinkan. Namun, hal ini akan terus terjadi selama para petarung bisa menghasilkan lebih banyak uang dalam satu pertandingan tinju dibandingkan dengan penghasilan mereka setelah bertahun-tahun di UFC. Ini adalah masalah skala gaji yang belum mau diperbaiki oleh UFC. Pertanyaannya, apakah UFC dapat menawarkankesepakatan yang cukup menggiurkan agar Tom Aspinall memperpanjang kontraknya, ataukah wawancara ini semakin membuktikan bahwa masa-masa Aspinall sebagai juara kelas berat UFC akan segera berakhir? Masa depan karier sang juara asal Inggris ini masih menjadi pertanyaan besar.
(OL/GN)
sumber : www.mmamania.com
Leave a comment