An Se-young Raih Gelar Ke-11 Musim Ini, Samai Rekor di BWF World Tour Finals
Bintang bulu tangkis Korea Selatan, An Se-young, mencatat rekor impresif dengan meraih gelar internasionalnya yang ke-11 musim ini. Kemenangan tersebut diraihnya pada Minggu di BWF World Tour Finals yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, Tiongkok.
An Se-young, pemain nomor satu dunia dan kandidat kuat peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, mengalahkan wakil tuan rumah Wang Zhiyi dalam laga final tunggal putri yang berlangsung tiga gim, 21-13, 18-21, 21-10.
Konteks Prestasi dan Rekor yang Disamai
Kemenangan ini membawa An Se-young menyamai rekor peraih gelar internasional terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipegang oleh legenda tunggal putra Jepang, Kento Momota. Musim ini, An Se-young berhasil mencapai 12 final dari 15 turnamen BWF World Tour yang diikutinya. Satu-satunya kekalahan di final ia alami saat menghadapi Akane Yamaguchi dari Jepang di Korea Open pada September lalu.
Sebagai turnamen penutup musim, BWF World Tour Finals hanya diikuti oleh delapan pemain tunggal dan delapan pasangan ganda terbaik dari setiap sektor yang telah mengumpulkan poin terbanyak sepanjang musim BWF World Tour.
Dalam kategori tunggal putri, delapan pemain dibagi ke dalam dua grup. Dua pemain teratas dari masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal setelah melalui fase penyisihan grup. An Se-young tampil tanpa cela di fase grup, kemudian berhasil menyingkirkan Akane Yamaguchi di semifinal, sekaligus membalaskan kekalahannya sebelumnya.
Jalannya Pertandingan Final
Pada gim pertama melawan Wang Zhiyi, An Se-young menunjukkan performa luar biasa. Sempat tertinggal 8-4, ia dengan cepat membalikkan keadaan menjadi unggul 12-8. Wang Zhiyi tampak kehilangan momentum setelah awal yang cepat. An Se-young kemudian melaju tanpa hambatan untuk memenangkan gim pertama dengan skor 21-13, ditandai dengan penempatan bola yang cerdas dan pertahanan yang solid.
Gim kedua dibuka dengan keunggulan Wang Zhiyi 4-1 dan kemudian 8-4. An Se-young sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 8-7 sebelum Wang memenangkan reli panjang untuk unggul 9-7. An Se-young sempat tertinggal 10-7 dan menunjukkan sedikit tanda-tanda kelelahan. Namun, ia berhasil merebut lima poin beruntun untuk memimpin 12-10. Wang Zhiyi merespons dengan dua poin berturut-turut sebelum mengambil keuntungan 17-14. Pemain Tiongkok itu kemudian berhasil menahan laju An Se-young dan memenangkan gim kedua 21-18, membuat kedudukan imbang 1-1.
Memasuki gim penentuan, An Se-young memimpin 8-5 setelah pertarungan sengit di awal. Dengan kedua pemain tampak kelelahan, An Se-young berhasil memperlebar jarak menjadi 15-6 sebelum mengamankan kemenangan meyakinkan. Di penghujung pertandingan, An Se-young terlihat beberapa kali meregangkan kaki kirinya, menunjukkan ketidaknyamanan pada lututnya. Bahkan saat mencapai match point pada kedudukan 20-10, ia sempat meminta waktu sejenak untuk meregangkan kakinya sebelum kembali ke lapangan dengan sedikit terpincang-pincang. Namun, dengan semangat pantang menyerah, An Se-young berhasil mengonversi match point dan memastikan gelar juara.
Catatan Head-to-Head
Dengan kemenangan ini, rekor pertemuan An Se-young atas Wang Zhiyi semakin dominan, menjadi 16-4. Lebih impresif lagi, An Se-young mencatatkan rekor sempurna 8-0 melawan Wang Zhiyi sepanjang tahun ini. Kekalahan terakhir An Se-young dari Wang Zhiyi terjadi di semifinal World Tour Finals edisi sebelumnya.
Kemenangan ini menegaskan dominasi An Se-young di kancah bulu tangkis tunggal putri dunia, mengakhiri musim dengan catatan gemilang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet paling menonjol saat ini.
(OL/GN)
sumber : www.koreatimes.co.kr
Leave a comment