Home Olahraga Lainnya Bedard ke Olimpiade Kanada? Kontrak Makar: Bocoran Terkini!
Olahraga Lainnya

Bedard ke Olimpiade Kanada? Kontrak Makar: Bocoran Terkini!

Share
Bedard ke Olimpiade Kanada? Kontrak Makar: Bocoran Terkini!
Share

Menilik Langkah New Jersey Devils Pasca-Hughes dan Debat Jeda Olimpiade NHL

Langkah Taktis New Jersey Devils di Bursa Transfer

Ketika New Jersey Devils santer dikabarkan mencari penambahan kekuatan, khususnya setelah “kekalahan” dalam perburuan Quinn Hughes, isu mengenai potensi reaksi terhadap rumor transfer Dougie Hamilton dan Ondrej Palat mencuat. Namun, langkah Devils diyakini bukan sekadar reaksi, melainkan strategi bisnis yang cerdas dan perlu.

Perburuan Quinn Hughes bukanlah sekadar ambisi untuk menyatukan ia dengan dua saudaranya, Jack dan Luke, di Devils. Ini adalah kebutuhan mendesak untuk memperdalam skuad dan meningkatkan peluang meraih Piala Stanley. Hughes merupakan “unicorn” langka yang tersedia di bursa transfer. Sangat jarang pemain sekelas dia muncul di rumor transfer, terutama di tengah musim. New Jersey akan lalai jika tidak terlibat, terlebih dengan keberadaan kedua saudaranya di sana.

Kini, fokus Devils mungkin beralih pada kebutuhan mendesak akan center lini ketiga. Saat Jack Hughes dalam kondisi prima, duetnya dengan Nico Hischier membentuk salah satu kombinasi 1-2 terbaik di liga. Namun, jika New Jersey bisa mendapatkan center lini ketiga yang andal dan stabil, yang mampu memenangkan face-off di zona bertahan, piawai dalam penalty kill, dan tetap produktif secara ofensif (misalnya seperti Ryan O’Reilly), maka lini depan mereka akan semakin komplet. Ini juga memungkinkan Dawson Mercer tetap bermain di posisi sayap.

Dengan kedalaman lini depan yang dimiliki, Devils juga memiliki fleksibilitas untuk menukar Palat. Demikian pula, jika Brett Pesce kembali bugar, New Jersey dapat mengatasi kehilangan pemain seperti Hamilton, terutama jika mereka juga berhasil mengakuisisi bek lini bawah untuk memperdalam pertahanan.

Devils memiliki kebutuhan yang bisa mereka penuhi sekarang, tanpa harus menghemat ruang gaji yang besar karena potensi akuisisi Quinn Hughes musim ini. Mereka masih bisa melakukan pergerakan lain untuk meningkatkan peluang bersaing memperebutkan Piala Stanley. Ini adalah langkah yang masuk akal, bukan sekadar reaksi sesaat.

Baca juga:  Jo Pave Bikin Heboh Grup Lari Couch to 5k Cranbrook!

Debat Jeda Olimpiade NHL: Antara Cedera dan Gengsi Negara

Keputusan untuk menghentikan sementara musim NHL di bulan Februari demi memberi kesempatan para pemain berpartisipasi di Olimpiade selalu memicu berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, terutama terkait potensi cedera. Komisaris NHL Gary Bettman telah terbuka untuk membahas kekhawatiran ini selama bertahun-tahun, namun pada akhirnya, liga memutuskan sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali ke panggung Olimpiade. Keputusan ini didorong oleh keinginan kuat para pemain, yang disampaikan kepada NHL melalui hubungan kerja yang solid dengan Asosiasi Pemain NHL (NHLPA). NHL dan NHLPA kini sejalan, dan ini adalah kabar baik bagi perkembangan olahraga hoki.

Ini adalah kesempatan besar bagi para pemain; bagi banyak dari mereka, ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Para pemain NHL generasi sekarang tumbuh besar menyaksikan idola mereka berlaga di Olimpiade. Beberapa mungkin masih ingat debut liga di hoki Olimpiade di Nagano, Jepang pada tahun 1998, yang berlanjut ke Salt Lake City 2002 di mana Kanada meraih medali emas pertama dalam hoki putra setelah 50 tahun. Lalu ada emas Swedia pada 2006 di Turin, gol emas Sidney Crosby pada 2010 di Vancouver, dan Carey Price yang memimpin Kanada meraih emas Olimpiade kedua berturut-turut di Sochi 2014.

Meskipun ada kekecewaan karena liga tidak dapat mengirim pemain ke Beijing untuk Olimpiade 2022 akibat dampak COVID-19 pada bisnis NHL, para pemain kini akan berpartisipasi pada bulan Februari dan dijadwalkan kembali pada tahun 2030, sesuai dengan Perjanjian Perundingan Kolektif (CBA). Ini memberikan kesempatan bagi pemain terbaik dunia, yang mewakili liga terbaik di dunia, untuk mewakili negara mereka di panggung global.

Baca juga:  Robert Whittaker Incar LHW 2026, Siap Lompat Kelas Bikin Geger!

Memang, cedera menjadi kekhawatiran serius. Namun, cedera bukanlah cerita utama terbesar dalam turnamen 4 Nations Face-Off musim lalu. Cerita utama di sana adalah rivalitas sengit antara Kanada dan Amerika Serikat. Menyaksikan rivalitas itu secara langsung menciptakan beberapa momen paling intens yang pernah kita lihat dalam hoki selama bertahun-tahun.

Jika intensitas dan rivalitas serupa terulang di Milan, ini akan berarti peningkatan minat yang berkelanjutan dalam hoki global. Efek domino dari peningkatan minat ini tentu akan sangat baik bagi NHL dan bisnisnya secara keseluruhan.

(OL/GN)
sumber : www.nhl.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...