Sam Alvey KO Brutal di Karate Combat, Tapi Bela Wasit yang Dituding Terlambat Hentikan Pertarungan
Petarung veteran Sam Alvey mengalami kekalahan KO brutal di acara utama Karate Combat pada hari Jumat lalu. Ia dihantam tendangan kepala telak dari mantan petarung kelas berat UFC, Robelis Despaigne, yang membuatnya tak berdaya.
Jalannya Pertarungan Dramatis
Kekalahan Alvey sebenarnya sudah tergambar jelas setelah Despaigne berhasil melancarkan beberapa knockdown telak sebelumnya, yang membuat Alvey sempat sempoyongan. Meski menerima banyak kerusakan, wasit membiarkan Alvey terus bertarung, bahkan ketika tim komentator Karate Combat sudah memohon agar pertarungan dihentikan demi keselamatan Alvey.
Keputusan penghentian baru dibuat setelah Despaigne menyambungkan satu lagi tendangan kepala yang membuat Alvey terjatuh dan tak bisa melanjutkan pertarungan untuk terakhir kalinya. Namun, di tengah kritik keras terhadap wasit atas penghentian yang dianggap sangat terlambat, Alvey justru membela sang wasit dan memuji keputusannya untuk membiarkan pertarungan berlanjut hingga ia benar-benar tak sanggup lagi.
Pembelaan Mengejutkan dari Sam Alvey
Melalui akun Instagram pribadinya, Alvey mengungkapkan bahwa wasit telah menerima banyak cibiran yang tidak adil. Ia menjelaskan kronologi sebelum pertarungan dimulai.
“Wasit menerima banyak sekali omongan tidak enak dari semua orang,” kata Alvey. “Sebelum malam pertarungan dimulai, wasit datang dan memperkenalkan diri kepada kami. Saya bilang kepadanya, ‘Dengarkan, ini adalah perebutan gelar, saya sadar saya bisa dihajar habis-habisan – tolong biarkan saya dihajar jika itu terjadi. Jangan hentikan terlalu cepat.’ Dia tidak menghentikannya.”
“Dia membiarkan saya diselesaikan. Dia membiarkan saya berjuang hingga titik darah penghabisan. Saya bangga padanya. Menurut saya, begitulah cara semua wasit seharusnya memimpin pertandingan.”
Kekuatan Luar Biasa Robelis Despaigne
Alvey juga tidak setuju dengan anggapan bahwa ia sudah “habis” sebelum tendangan kepala terakhir mendarat. Ia menegaskan bahwa ia masih melakukan pertahanan diri. Bahkan, Alvey berargumen bahwa ia sebenarnya sudah melakukan langkah yang tepat untuk memblokir tendangan kepala tersebut, namun ia tidak bisa mengantisipasi kekuatan luar biasa yang dimiliki Despaigne pada kakinya.
“Jika Anda lihat, saya memblokir tendangannya, yang berarti saya membaca tendangan itu datang, saya mengangkat tangan saya dan saya memblokirnya,” jelas Alvey. “Itu hanya berarti dia menendang menembus blokir saya. Pria itu memang sangat besar. Dia menendang kaki saya di ronde pertama dan membuat kaki saya goyah. Saya tidak menyangka tekanan sebesar itu, dan itu mendarat, sungguh luar biasa kekuatan yang dia miliki.”
“Jadi, tolong jangan salahkan wasit. Saya pikir begitulah cara semua wasit seharusnya memimpin pertandingan, tetapi dia melakukannya secara spesifik karena saya mengatakan biarkan saya bertarung sampai selesai.”
Perjalanan Alvey di Karate Combat
Kekalahan ini menjadi kemunduran pertama bagi Alvey sejak bergabung dengan Karate Combat setelah mengakhiri kiprahnya di UFC. Hingga saat ini, rekornya di Karate Combat adalah 4 kemenangan, 1 kekalahan, dan 1 no contest dari enam penampilannya.
Pengalaman Sam Alvey ini menjadi sorotan dalam dunia bela diri, menegaskan kembali perdebatan mengenai peran wasit dalam menjaga keselamatan petarung versus keinginan petarung itu sendiri untuk menyelesaikan pertarungan hingga akhir.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment