Aljamain Sterling Soroti Penampilan Anthony Joshua Lawan Jake Paul: “Terlalu Lama!”
Mantan Juara Bantamweight UFC, Aljamain Sterling, secara terang-terangan mempertanyakan jalannya pertandingan tinju antara Jake Paul dan Anthony Joshua yang baru-baru ini menyita perhatian. Sterling, yang kini menjadi penantang kelas bulu teratas di UFC, mengaku heran melihat pertarungan tersebut berlangsung cukup lama.
Pada akhir pekan lalu, di tengah jeda panjang UFC menjelang 2026, sebagian besar penggemar olahraga tarung mengalihkan perhatian ke laga tinju yang menampilkan duel kelas berat antara Paul dan Joshua. Kartu pertandingan tersebut juga memperlihatkan legenda UFC, Anderson Silva, menghentikan mantan pemegang gelar UFC Tyron Woodley di ronde kedua.
Dalam laga utama malam itu, Joshua tampak kesulitan menyudutkan Paul di awal-awal ronde. Namun, pada ronde keenam, Joshua berhasil melancarkan pukulan telak ke dagu Paul yang mengakhiri perlawanan lawannya tersebut.
Aljamain Sterling Ragukan Durasi Pertarungan Joshua vs. Paul
Pertandingan Paul versus Joshua memang memicu beragam reaksi dari komunitas olahraga tarung. Sterling, yang saat ini menjadi penantang peringkat ke-5 di divisi featherweight UFC, terkejut melihat pertarungan itu berlangsung melebihi ekspektasinya.
“Kita punya petinju kelas dunia, kaliber Olimpiade, Anthony Joshua, yang terlihat seperti sedang bermain-main dengan makanannya, dan orang-orang menerimanya begitu saja,” kata Sterling dalam kanal YouTube pribadinya. “’Oh, Jake tampil sangat baik. Dia banyak bergerak. Dia menghindar.’ Saya hanya berpikir, ‘Oh, Anda bilang (Joshua) lupa cara memotong ring?’”
Sebagai mantan juara tinju kelas berat, Anthony Joshua memang merupakan lawan yang jauh lebih tangguh bagi Jake Paul. Apalagi, dua kemenangan Paul sebelumnya adalah atas Julio César Chávez Jr. dan Mike Tyson yang sudah berusia 58 tahun.
“Seharusnya Tidak Berlangsung Selama Itu”
Sterling mengakui keberanian Paul yang mau berhadapan dengan Joshua. Namun, “Funk Master” tidak sepenuhnya yakin bahwa tidak ada semacam kesepakatan terselubung untuk memastikan pertarungan berlangsung lebih dari beberapa ronde awal.
“Saya harus berspekulasi dan bertanya-tanya tentang semua detail kecil lainnya, tetapi saya tidak bisa memahami… Saya menghormati (Paul). Rahangnya patah. Itu tidak bisa dipalsukan. Tapi itu seharusnya terjadi di ronde pertama… Seharusnya tidak berlangsung selama itu.”
Paul kemungkinan akan menepi untuk waktu yang cukup lama untuk memulihkan rahangnya yang patah. Namun, influencer yang kini merambah dunia tinju itu sudah menyatakan keterbukaannya untuk menghadapi mantan Juara Kelas Berat UFC, Francis Ngannou, di ring tinju berikutnya.
Sementara itu, para penggemar MMA juga masih menantikan langkah selanjutnya untuk Sterling menjelang tahun 2026 dan kesepakatan baru UFC dengan Paramount. Sterling, yang saat ini berada di peringkat #5 kelas bulu, berhasil mengalahkan penantang gelar dua kali Brian Ortega dalam satu-satunya pertarungannya tahun ini pada bulan Agustus.
Komentar Sterling ini menambah panjang daftar perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar mengenai integritas serta dinamika pertarungan “crossover” antara dunia tinju profesional dan selebriti internet. Meskipun Paul menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, pertanyaan Sterling tentang durasi pertarungan Joshua, seorang petinju kaliber tinggi, akan terus menjadi bahan diskusi hangat di dunia olahraga tarung.
(OL/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment