Lachlan Giles Tinggalkan Pensiun Demi Menghadapi GOAT BJJ Marcelo Garcia
Pionir grappling asal Australia, Lachlan Giles, sebenarnya sudah nyaman dengan masa pensiunnya. Namun, godaan untuk menghadapi kompetitor Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) terhebat sepanjang masa terbukti mustahil untuk ditolak.
Atlet berusia 39 tahun itu akan menjalani debut promosinya melawan Marcelo Garcia dalam laga impian submission grappling kelas ringan di ajang ONE Fight Night 38: Andrade vs. Baatarkhuu. Pertandingan ini akan disiarkan langsung di Prime Video pada Jumat, 5 Desember 2025, dalam waktu tayang utama AS, dari Lumpinee Stadium di Bangkok.
Sejak kompetisi terakhirnya di ADCC World Championships 2022, Giles menikmati kehidupan berkeluarga. Pria asal Melbourne ini mengelola Absolute MMA, mengajar kelas, membagikan kecemerlangan tekniknya melalui video instruksional online, serta membesarkan dua anak bersama istrinya.
Namun, takdir memanggil pada tahun 2025. Apa yang awalnya hanya obrolan santai di dunia maya, kemudian berubah menjadi sebuah super fight epik.
Wakil Presiden Grappling ONE Championship, Tom DeBlass, mengajukan tawaran yang tak bisa ditolak oleh Giles – sebuah kesempatan sekali seumur hidup untuk menghadapi GOAT BJJ.
Giles mengungkapkan kepada onefc.com:
“Saya melihat beberapa thread di Reddit di mana orang-orang membicarakan siapa yang harus dilawan Marcelo selanjutnya. Nama saya disebut beberapa kali di sana. Itu adalah sesuatu yang terlintas di pikiran saya, dan saya seperti, ‘Apakah saya akan melakukannya atau tidak?’
“Sejujurnya, saya cukup senang sudah pensiun. Namun, sesaat sebelum CJI, Tom DeBlass menghubungi saya. Dia bilang, ‘Apakah Anda mau menerima pertarungan dengan Marcelo?’ Saya memikirkannya, dan saya merasa, ‘Saya tidak bisa menolak ini.’”
Penghormatan Giles kepada Sang Legenda
Rasa hormat pegulat Australia itu terhadap lawannya sangatlah dalam. Garcia telah merebut empat gelar Juara Dunia ADCC dan lima gelar Juara Dunia IBJJF, mengukuhkan dirinya sebagai grappler pound-for-pound terbaik di masanya.
Perjalanan Garcia juga sama menginspirasinya. Setelah berhasil mengalahkan kanker perut pada tahun 2023, atlet Brasil berusia 43 tahun itu kembali dari masa hiatus 15 tahun untuk menundukkan Masakazu “Ashikan-Judan” Imanari di ajang ONE 170 pada Januari.
Bagi Giles, ini lebih dari sekadar pertandingan – ini adalah tentang berbagi ring dengan legenda hidup.
“The Giant Killer” menjelaskan:
“Dari sudut pandang jiu-jitsu, dia luar biasa. Dia yang terbaik sepanjang masa. Saya pikir Anda bisa menyebutnya sebagai yang terhebat sepanjang masa.
“Anda lihat orang-orang yang telah dikalahkan Marcelo dan bagaimana dia melakukannya. Tingkat submission-nya sangat tinggi. Dia selalu sangat inovatif.”
Namun, kekaguman Giles melampaui teknik semata. Ia sangat menghormati Garcia sebagai seseorang yang selalu membawa dirinya dengan anggun dan positif sepanjang karier legendarisnya.
Perpaduan keterampilan luar biasa dan karakter sejati inilah yang membuat menghadapi “Marcelinho” menjadi suatu kehormatan besar.
Giles melanjutkan:
“Dia selalu terlihat sangat bahagia, selalu tersenyum. Saya pernah berlatih di gym-nya sebelumnya – dia sangat ramah. Saya belum pernah mendengarnya melakukan trash talk atau semacamnya. Saya sangat mengaguminya dari sisi itu juga, dan saya pikir dia adalah duta besar yang hebat untuk olahraga ini.”
Giles Percaya Guard-nya Bisa Mengatasi Kesempurnaan Garcia
Meskipun menaruh hormat yang besar kepada Marcelo Garcia, Lachlan Giles berencana meninggalkan Bangkok sebagai pemenang.
Inovator asal Australia itu memahami tantangannya. Gaya Garcia yang sangat solid tidak meninggalkan celah, sementara tekanan passing yang menghancurkan dan kemampuan finishing-nya telah membuat grappler terbaik dunia kesulitan.
Namun, Giles percaya sistem guard ofensif dan leg entanglement-nya memberikan cetak biru untuk menetralkan ikon Brasil tersebut.
Dia mengatakan:
“Saya pasti akan mengandalkan diri saya sendiri dalam segala jenis pertukaran leg lock. Saya pikir retensi guard saya sangat bagus, dan passing saya juga cukup bagus.
“Entry saya bagus, dan saya bisa menyerang bagian atas dan bawah tubuh dari guard – toe hold yang bagus, shotgun armbar. Saya bahkan telah mengerjakan entry triangle saat seseorang bertahan dari serangan K-guard ke kaki.”
Giles membuktikan kepercayaan dirinya itu dengan hasil nyata. Ia akan memburu heel hook andalannya – senjata yang sama yang ia gunakan selama perjalanan magisnya di divisi absolute pada ADCC World Championships 2019, di mana ia menundukkan tiga kelas berat untuk mendapatkan julukan “Giant Killer.”
Namun, petarung asal Melbourne itu ingin menunjukkan lebih dari sekadar penguasaan leg lock-nya. Pada 5 Desember, Giles berencana untuk mengeluarkan seluruh spektrum permainannya melawan grappler terhebat sepanjang masa.
Pria Australia itu berkata:
“Jelas, leg lock, jika saya bisa mendapatkannya. Jika saya mendapat kesempatan dari leg entanglement, saya ingin bangkit dan mencoba passing juga. Semua orang yang mengikuti saya biasanya hanya mengenal saya sebagai pemain guard. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa melakukan lebih dari itu.
“Saya akan mencoba mencari cara untuk mencapai kakinya, mendapatkan penyelesaian dari sana. Jika tidak, saya akan mencoba untuk berada di atas, mencari passing, menuju ke punggung, dan mencoba choke dari punggung. Itulah rencananya.”
Pertarungan antara Lachlan Giles dan Marcelo Garcia ini diprediksi akan menjadi salah satu laga grappling paling dinanti, mempertaruhkan reputasi dan warisan dua nama besar di dunia BJJ.
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment