Momen Haru Keluarga Michael Phelps: Istri Ungkap Kenangan Kehamilan yang Hangatkan Hati Penggemar
Istri perenang legendaris Amerika Serikat, Michael Phelps, Nicole Johnson, baru-baru ini membagikan momen menyentuh dari masa kehamilannya yang sukses menghangatkan hati para penggemar. Kenangan emosional tersebut melibatkan putra sulung mereka, Boomer, dan anak bungsu mereka, Nico. Pasangan ini, yang kini dikaruniai empat putra—Boomer, Beckett, Maverick, dan Nico—sering berbicara tentang ikatan kuat yang terjalin di antara anak-anak mereka. Momen terbaru yang dibagikan Johnson ini menunjukkan cinta yang sudah dimulai bahkan sebelum Nico lahir ke dunia.
Kisah Cinta Kakak Beradik Sejak Dalam Kandungan
Melalui akun media sosialnya, Nicole Johnson belum lama ini mengunggah sebuah foto Boomer sedang memeluk perutnya saat ia hamil Nico. Ia menyoroti bagaimana kasih sayang putra sulungnya kepada adik kecilnya sudah tumbuh jauh sebelum Nico lahir. “Momen dari dua tahun lalu ini akan selalu ada di hati saya, dan sangat indah melihat Boomer menyayangi Nico dengan cara yang sama,” tulis Nicole. Keluarga Phelps menyambut anggota termuda mereka, Nico, pada 16 Januari 2024. Nico bahkan sempat menemani kedua orang tuanya di Olimpiade Paris 2024.
Perjalanan Keluarga Phelps: Dari Rio Hingga Paris
Michael Phelps dan Nicole Johnson telah berbagi beberapa tonggak keluarga penting selama bertahun-tahun. Boomer lahir pada 5 Mei 2016, hanya beberapa bulan sebelum Phelps berkompetisi di Olimpiade terakhirnya di Rio. Penampilannya yang mengenakan headphone merah, putih, dan biru menjadi salah satu gambar paling banyak dibicarakan dari Olimpiade 2016.
Setelah Boomer, pasangan ini menyambut Beckett pada 12 Februari 2018, dan Maverick pada 9 September 2019. Pada 16 Januari 2024, mereka menyambut putra keempat mereka, Nico. Kenangan menyentuh yang dibagikan Nicole tersebut menunjukkan ikatan persaudaraan yang kuat dan terus berkembang di antara putra-putra mereka.
Dukungan Tak Tergoyahkan di Tengah Perjuangan Kesehatan Mental
Di luar kehidupan keluarga, Phelps juga secara terbuka berbicara tentang tantangan berat yang ia hadapi terkait kesehatan mentalnya. Ia mengungkapkan bahwa ia bergulat dengan depresi dan kecemasan setelah beberapa ajang Olimpiade. Periode paling sulit bagi perenang ini datang setelah Olimpiade 2004 dan 2012. Ia bahkan pernah berbagi bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk bunuh diri selama salah satu fase gelap tersebut.
Sepanjang perjuangan ini, Nicole adalah pendukung terbesarnya. Phelps berbicara tentang peran istrinya dalam sebuah wawancara. “Nicole mencintai saya dan ingin membantu. Dia ingin saya menjadi lebih baik,” kata Phelps. “Tetapi dia sendiri juga berjuang. Dia juga membutuhkan dukungan itu. Saya tahu itu sulit baginya. Saya merasa Nicole dan saya lebih dekat dari sebelumnya.”
Bahkan setelah pensiun pada tahun 2016, Michael Phelps terus mengalami depresi, tetapi ikatan pasangan ini semakin kuat meski menghadapi setiap tantangan. Kisah keluarga Phelps ini menjadi inspirasi, menunjukkan pentingnya dukungan keluarga, terutama dalam menghadapi isu kesehatan mental yang seringkali tersembunyi.
(OL/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment