Home Olahraga Lainnya Juara Olimpiade: Kini Ajak Siapa Saja Gabung Judo!
Olahraga Lainnya

Juara Olimpiade: Kini Ajak Siapa Saja Gabung Judo!

Share
Juara Olimpiade: Kini Ajak Siapa Saja Gabung Judo!
Share

Dari Podium Olimpiade hingga Pejuang Judo Inklusif: Kisah Larbi Benboudaoud

Saat Larbi Benboudaoud melangkah ke tatami, ada daya tarik kuat yang menyelimutinya. Mungkin itu berasal dari medali perak Olimpiade yang ia raih di Sydney tahun 2000. Atau mungkin dari puluhan tahun yang ia habiskan untuk membentuk judo Prancis, pertama sebagai atlet, kemudian pelatih, dan kini sebagai salah satu suara strategis federasi. Namun, di Houlgate, pada acara “Get Together 2025” yang didedikasikan untuk judo adaptif, aura itu terasa lebih lembut. Di sini, ia bukan lagi arsitek performa tinggi atau mantan juara dunia. Ia hanyalah seorang judoka di antara para judoka, dan itu, dalam banyak hal, adalah esensi perjalanan yang ia bagikan.

Karier kompetitif Benboudaoud berakhir setelah Olimpiade Athena 2004, sebuah titik alami bagi seorang atlet yang prestasinya telah mengukir namanya dalam sejarah judo. Namun, pensiun hanya mengubah perannya, bukan komitmennya. Ia langsung beralih ke dunia kepelatihan, awalnya membimbing tim putra junior dan senior Prancis, dan kemudian bergabung dengan program tim putri, di mana ia berkontribusi pada era keemasan judo Prancis. Ketelitiannya, reputasi kerendahan hatinya, dan pemahamannya yang mendalam tentang kompetisi menjadikannya sosok kunci di balik layar.

Setelah menjabat sebagai Direktur Performa Tinggi untuk siklus Olimpiade Tokyo, ia memasuki babak baru pada tahun 2023 sebagai Direktur Hubungan Institusional dan Olahraga untuk France Judo. Gelar tersebut mungkin bersifat administratif, tetapi misinya tetap sangat manusiawi, menjembatani warisan olahraga dengan masa depannya.

Transformasi di Tatami Houlgate

Kembali ke Houlgate adalah, bagi Benboudaoud, kembali ke tempat yang akrab. Sebagai atlet dan kemudian pelatih, ia berlatih di sini dalam fokus yang intens dan ketat untuk kompetisi tingkat tinggi. Namun, hari ini, suasananya berbeda. Para judoka adaptif memenuhi ruangan, atlet dengan beragam kemampuan, usia, dan pengalaman, bersatu dalam kegembiraan sederhana melangkah ke atas matras.

Baca juga:  UFC pecat bintang tak terkalahkan, kok bisa sih?

“Saya selalu tahu bahwa judo adalah olahraga untuk semua orang,” renungnya. “Namun, ketika Anda berkompetisi di level tinggi, Anda tidak selalu menyadarinya.”

Di Houlgate, kesadaran itu menjadi nyata. Tidak ada tekanan peringkat dunia, tidak ada perburuan medali, hanya gerakan, koneksi, dan disiplin bersama yang mendefinisikan judo. Peraih medali Olimpiade itu tersenyum, bertukar sapa, menyesuaikan judogi, mendemonstrasikan teknik. Tatami telah menjadi ruang bukan hanya untuk keunggulan, tetapi juga untuk kebersamaan.

Komitmen untuk Inklusi

Dedikasi Benboudaoud terhadap judo inklusif bukanlah hal baru. Sejak tahun 2004, ia telah menjabat sebagai pelindung dan duta tim Paralimpiade Prancis, peran yang ia bicarakan dengan kebanggaan. Keyakinannya untuk memperluas akses ke olahraga telah terjalin erat dalam visi strategis France Judo.

“Prancis adalah salah satu negara terkemuka dalam judo Olimpiade, tetapi itu juga berarti kami harus memimpin dalam inklusi. Itulah mengapa kami mengajukan permohonan kepada Kementerian Olahraga untuk secara resmi diberikan delegasi untuk olahraga adaptif, karena kami sudah memiliki Paralimpiade.”

Selama sesi pembagian kategori di Houlgate, ia bergerak dengan ketepatan tenang yang pernah membawanya melewati final dunia, tetapi di sini, setiap kata penyemangat tampaknya memiliki bobot yang sama dengan medali apa pun. Ia menawarkan refleksi terakhir, yang terasa kurang seperti pernyataan dan lebih seperti sebuah filosofi.

Judo adalah salah satu olahraga paling inklusif di dunia karena semua orang bisa mempraktikkannya, pria, wanita, lansia, tinggi, pendek, orang dengan disabilitas. Kekuatan kami terletak pada kemampuan kami untuk beradaptasi dan menyebarkan nilai-nilai universal judo yang berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Olahraga yang pernah melambungkan Larbi Benboudaoud ke ketenaran global kini menunjukkan wajahnya yang paling murah hati. Sebuah disiplin yang menghargai keunggulan, ya, tetapi lebih dari itu, menghargai kemanusiaan.

Baca juga: 

Dricus Du Plessis Tantang Allen: Siap Hajar Muka Habis-habisan!

(OL/GN)
sumber : www.eju.net

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...