Roger Federer Raih Kehormatan Tertinggi, Akan Diabadikan di International Tennis Hall of Fame
Mantan petenis tunggal putra terbaik dunia, Roger Federer, akan resmi diabadikan dalam International Tennis Hall of Fame tahun depan. Bintang berusia 44 tahun yang mengumpulkan 20 gelar Grand Slam sepanjang kariernya ini, akan bergabung dengan para legenda tenis lainnya dalam upacara prestisius tersebut.
Federer, yang mengumumkan pensiun pada September 2022, adalah salah satu dari hanya delapan pria dalam sejarah tenis yang berhasil meraih Career Grand Slam di nomor tunggal. Ia juga tercatat sebagai petenis putra pertama dalam sejarah yang memenangkan 20 gelar tunggal utama.
Petenis asal Swiss ini juga memegang rekor sebagai petenis Peringkat 1 Dunia selama 237 minggu berturut-turut, dan total menduduki posisi tersebut selama 310 minggu sepanjang kariernya.
Suara Sang Legenda
“Ini adalah kehormatan luar biasa untuk diabadikan di International Tennis Hall of Fame dan berdiri sejajar dengan begitu banyak juara hebat dalam olahraga ini,” kata Federer, yang memegang rekor delapan kali juara Wimbledon.
“Sepanjang karier saya, saya selalu menghargai sejarah tenis dan teladan yang diberikan oleh mereka yang datang sebelum saya. Menerima kabar ini di Swiss Tennis, dikelilingi oleh generasi pemain berikutnya — tempat di mana perjalanan saya pertama kali dimulai — adalah hal yang sangat istimewa.”
“Diakui dengan cara ini oleh olahraga dan oleh rekan-rekan saya sangatlah merendahkan hati. Saya tidak sabar untuk mengunjungi Newport Agustus mendatang untuk merayakan momen spesial ini bersama komunitas tenis.”
Federer dinominasikan untuk kehormatan ini bersama Juan Martin Del Potro dan Svetlana Kuznetsova.
Jejak Gemilang di Lapangan
Selama kariernya, Federer terlibat dalam rivalitas sengit dengan Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray. Kuartet ini, yang mendominasi olahraga tenis selama hampir dua dekade, dikenal luas sebagai “Big 4” tenis putra.
Dalam karier ATP-nya, Federer memenangkan 103 gelar tunggal, menjadikannya runner-up setelah Jimmy Connors (109 gelar). Ia juga menerima Stefan Edberg Sportsmanship Award sebanyak 13 kali, dan terpilih sebagai ATP Fan Favorite selama 19 tahun berturut-turut, sebuah rekor tersendiri.
Prestasi Federer juga termasuk medali emas Olimpiade di nomor ganda pada tahun 2008, memimpin Swiss meraih gelar Piala Davis pada 2014, dan menciptakan Laver Cup untuk menghormati warisan global Hall of Famer Rod Laver.
Selain Federer, sportscaster dan jurnalis Mary Carillo juga terpilih dalam Kategori Kontributor, yang mengakui individu yang telah memberikan dampak transenden pada olahraga tenis. Sebagai pionir di media olahraga, Carillo adalah wanita pertama yang secara rutin menjadi komentator dalam siaran tenis dan telah meliput 16 ajang Olimpiade.
Federer dan Carillo akan secara resmi diabadikan ke International Tennis Hall of Fame selama perayaan Induksi di Newport, Rhode Island, mulai tanggal 27 hingga 29 Agustus 2026. Pengukuhan ini bukan hanya pengakuan atas dominasi dan rekor-rekor Federer, tetapi juga perayaan atas warisan abadi yang ia tinggalkan bagi dunia tenis, menginspirasi jutaan penggemar dan calon petenis di seluruh dunia.
(OL/GN)
sumber : www.forbes.com
Leave a comment