Melquizael Costa Siap Taklukkan Divisi Featherweight: “Saya Kalahkan Semua Orang!”
Melquizael Costa merasa dirinya sedang memasuki babak baru dalam kariernya. Datang dengan modal kemenangan yang memberinya bonus pada penampilan kartu utama sebelumnya di UFC Vegas 112, petarung asal Brasil ini kini penuh keyakinan.
Petarung featherweight itu telah memenangkan empat pertarungan terakhirnya, dengan tiga di antaranya terjadi dalam rentang waktu kurang dari 60 hari. Ia akan menghadapi Morgan Charriere pada Sabtu ini dengan keyakinan tinggi bahwa inilah saatnya untuk menunjukkan bakatnya kepada penggemar yang mungkin belum mengenalnya.
"Saya suka melakukan ini," ujar Costa kepada MMA Fighting. "Bagi saya, masuk ke sana untuk bertarung adalah seperti jalan-jalan di taman. Dan dibayar untuk itu? Itu seperti sesi sparring berbayar (tertawa)."
Transformasi Karier di Tengah Tahun yang Sibuk
Tahun 2024 menjadi tahun yang "kacau" bagi Costa. Ia sempat terdesak setelah memulai karier di UFC dengan rekor 1-2. Namun, segalanya berubah drastis setelah ia meraih kemenangan submission di ronde ketiga atas Shayilan Nuerdanbieke. Costa sempat memprediksi ia akan bertarung empat kali di tahun 2025, dan kini ia berpeluang mencatatkan rekor 4-0 jika berhasil menang di UFC APEX.
Bidik Gelar Juara dan Tantang Siapa Saja
Pria berusia 29 tahun itu tidak gentar dengan tantangan apa pun. Ia bahkan sudah memimpikan sabuk juara.
"Saya siap mengalahkan juara," kata Costa dengan tegas. "Saya tidak melihat siapa pun — siapa pun — di divisi ini bisa mengalahkan saya. Jika Anda memberi saya tanggal, ‘Anda akan melawan juara dan punya waktu dua bulan untuk bersiap,’ saya siap. ‘Anda dapat satu bulan,’ saya juga siap. Syukurlah, saya sampai di UFC dalam keadaan siap. Saya punya masalah pribadi, masalah fisik, beberapa faktor yang membuat saya tidak tampil maksimal, tetapi saya siap melawan siapa pun di divisi ini. Dan saya katakan, saya mengalahkan semua orang. Siapa pun yang mereka lemparkan kepada saya, saya akan menghajar mereka."
Mencari Tantangan Nyata, Bukan Sekadar Nama Besar
Costa tidak hanya tertarik menghadapi lawan dengan nama besar untuk membuktikan diri, ia ingin menghadapi lawan terberat dalam kondisi terbaik mereka.
"Jujur, saya tidak ingin melawan Calvin Kattar atau Giga Chikadze karena mereka ada di peringkat tetapi sedang menurun," ujar Costa. "Tanpa bermaksud tidak sopan, mereka orang-orang baik, tapi… Saya suka melawan orang-orang baru, orang-orang dengan hype. ‘Kami akan memberimu Jean Silva.’ Selesai, mari bertarung. ‘Kami akan memberimu Lerone Murphy.’ Astaga, saya bahkan ingin melawan Aaron Pico. Dia tidak masuk peringkat tapi dia datang dengan hype. Lemparkan dia padaku. Saya suka melawan masalah. … Kami siap, tetapi kami masih di bawah radar. Perbedaannya adalah saya bukan orang yang punya hype, saya adalah orang yang mengalahkan orang-orang dengan hype. Saya adalah orang yang, ketika pertarungan selesai, orang-orang akan berkata, ‘Sial, siapa pria ini?’"
Duel Kontra Morgan Charriere & Ambisi Lanjutan
Costa memprediksi akan terjadi "pertarungan sengit" melawan Charriere, petarung featherweight asal Prancis yang telah meraih bonus di empat dari lima penampilannya di octagon. Mantan juara Cage Warriors ini memiliki rekor 3-2 di UFC. Costa juga mengatakan bahwa Charriere adalah "orang pertama yang saya lawan yang benar-benar tidak saya suka" karena Costa mengklaim Charriere awalnya menyangkal bahwa pertarungan tersebut sedang dalam tahap negosiasi.
Setelah tahun 2025 yang sibuk, Costa ingin tetap aktif di tahun 2026. Ia bahkan terbuka untuk segera naik ke divisi lightweight jika diperlukan. Costa juga sudah memiliki beberapa nama di divisi featherweight, dan berani menantang meskipun secara peringkat mungkin belum seimbang.
"Jika UFC memberi tahu saya bahwa mereka akan melemparkan saya melawan petarung top 10 di pertengahan tahun, baiklah — kalau begitu beri saya pertarungan lightweight sekarang sebagai selingan," kata Costa. "Saya ingin menguji diri saya dan memiliki pertarungan seru di lightweight. Bukan pindah permanen, tetapi setelah melawan Morgan, yang kemungkinan akan sangat berdarah (tertawa), saya ingin pertarungan sengit lainnya untuk menguji diri saya. Entah beri saya top 10 atau beri saya pertarungan lightweight. Saya ingin tetap aktif, Anda tahu? Saya tidak ingin pindah permanen ke 155 (pon) tetapi saya ingin melakukan beberapa pertarungan untuk melihat seperti apa di sana. Saya ingin mengenal wilayah lightweight. Orang-orang seperti Matt Frevola, atau pria lain yang juga suka pertarungan sengit, Jesus Aguilar. Saya ingin pria yang suka pertarungan seru, Anda tahu?"
"Jika telepon berdering, kawan, saya akan pergi," lanjutnya. "Jean Silva dan Arnold Allen sedang bertarung, dan jika mereka ingin saya siaga, saya siap. [Alexander] Volkanovski dan Diego Lopes. Orang-orang berkata, ‘Melk, kamu terlalu mengincar tinggi.’ Bro, dulu saya menjual es loli di Porto de Moz, perjalanan tiga hari dengan perahu ke Belem, mengatakan saya akan menjadi petarung UFC dan tidak ada yang percaya. Menurut Anda sekarang setelah saya di UFC saya tidak akan mengatakannya? Saya akan mengalahkan siapa pun, kawan. Siapa pun yang mereka lemparkan kepada saya, saya akan bertarung (tertawa)."
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment