OHA Raih Dana Hibah Rp32 Miliar untuk Revitalisasi Kaka‘ako Makai
HONOLULU – Office of Hawaiian Affairs (OHA) berhasil mendapatkan hibah federal Brownfields Assessment sebesar 2 juta Dolar AS (sekitar Rp32 miliar dengan kurs saat ini) dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat. Dana ini akan digunakan untuk memulai penilaian lingkungan krusial dan perencanaan revitalisasi lahan seluas 29 hektar di Kaka‘ako Makai.
Transformasi Lahan Bersejarah
Kaka‘ako Makai, sebuah area industri bersejarah yang terletak antara Downtown Honolulu dan Waikiki, memiliki masa lalu yang panjang. Dulu, kawasan ini adalah area karang, dataran lumpur, dan tambak garam sebelum akhirnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah pada awal abad ke-20.
OHA sendiri menerima kepemilikan 29 hektar properti Kaka‘ako Makai, yang terbagi dalam sembilan bidang terpisah, pada tahun 2012. Lahan ini merupakan bagian dari penyelesaian sebagian pendapatan Public Land Trust yang belum dibayar.
Meskipun ribuan penduduk dan pengunjung sering beraktivitas di Kaka‘ako Waterfront Park yang berdekatan, area di sekitarnya masih terlihat kumuh dengan bangunan-bangunan yang rusak dan lahan kosong yang dipakai sebagai tempat penyimpanan terbuka. Kondisi ini menciptakan peluang besar untuk menghidupkan kembali kawasan Honolulu yang terlantar ini.
Visi Masa Depan untuk Komunitas
“OHA membayangkan masa depan di mana Kaka‘ako Makai tidak lagi dikenal karena kontaminasi dan pengabaian, melainkan karena vitalitas budaya, tempat berkumpulnya komunitas, dan peluang ekonomi,” kata Ketua OHA, Kaialiʻi Kahele. “Hibah EPA ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengubah lahan-lahan ini menjadi ruang yang aman, hidup, dan berkembang bagi seluruh Hawaii dan generasi mendatang.”
Dana hibah sebesar 2 juta Dolar AS ini akan memungkinkan OHA untuk melakukan penilaian lingkungan di tiga area target utama dari sembilan bidang tanah yang dimilikinya. Tujuan jangka panjang OHA adalah merevitalisasi Kaka‘ako Makai menjadi ruang komunitas yang berkelanjutan secara ekonomi. Ruang ini akan menyeimbangkan rekreasi terbuka dengan pengembangan beragam guna yang terencana, termasuk pembangunan pusat kebudayaan Hawaii.
Perluasan ruang hijau dan peningkatan akses publik ke garis pantai juga menjadi tujuan utama dari proyek ini.
Langkah Penting untuk Lāhui (Rakyat)
“Menilai apa yang perlu dilakukan selanjutnya agar bidang-bidang tanah ini siap untuk penggunaan di masa depan demi melayani lāhui (rakyat) kini dapat terwujud berkat hibah ini,” tambah Wakil Ketua Dewan OHA, Keoni Souza. “Suatu hari nanti Kaka‘ako Makai akan menjadi model untuk pengelolaan aina (tanah), sementara pengembangan beragam guna akan menciptakan peluang kerja permanen dan merangsang pertumbuhan ekonomi yang akan menjaga masyarakat Hawaii tetap di tanah Hawaii.”
Proyek revitalisasi Kaka‘ako Makai ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah area kumuh menjadi kawasan yang produktif, tetapi juga memperkuat ikatan budaya dan ekonomi bagi masyarakat lokal.
(OL/GN)
sumber : www.hawaiinewsnow.com
Leave a comment