Paddy Pimblett Percaya Gelar Ilia Topuria Bisa Dicopot, Siap Jadi Juara Tanpa Bertarung
Petarung UFC berjuluk ‘The Baddy’, Paddy Pimblett, melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia meyakini ada kemungkinan Ilia Topuria dicopot dari gelar juara kelas ringan (lightweight) UFC miliknya.
Kontroversi Gelar Ilia Topuria
Awal tahun ini, Topuria berhasil merebut sabuk juara kelas ringan setelah meng-KO Charles Oliveira di UFC 317. Meskipun banyak yang memprediksi Topuria akan segera mempertahankan gelarnya pada awal 2026, ia justru mengumumkan akan cuti karena alasan pribadi.
Situasi ini membuat Paddy Pimblett kini akan menghadapi Justin Gaethje untuk perebutan gelar juara interim kelas ringan bulan depan di UFC 324. Pimblett percaya sabuk interim ini bisa segera menjadi gelar tak terbantahkan.
“Tidak tahu. Dia punya banyak hal dalam kehidupan pribadinya. Saya hanya berharap yang terbaik untuknya,” kata Pimblett kepada Carlos Legaspi. “Itu tidak ada hubungannya dengan saya dan dia bertarung. Itu keluarganya, dan saya harap semuanya berjalan lancar untuknya.”
“Yang saya pedulikan hanyalah melawannya di octagon dan bertarung dengannya. Apapun dalam kehidupan pribadinya, saya harap itu berjalan baik, tapi kita tidak pernah tahu. Jika dia tidak kembali pada Juni, Juli, dia mungkin harus mengosongkan sabuknya, dan saya akan menjadi juara tak terbantahkan tanpa perlu bertarung.”
Rivalitas dan Rasa Hormat yang Unik
Pimblett memiliki rivalitas panjang dengan Topuria, yang bermula saat Topuria menyerangnya di sebuah hotel selama Pekan Pertarungan UFC London pada 2022. Sejak itu, keduanya saling melontarkan serangan verbal dan bahkan sempat berhadapan langsung setelah Topuria memenangkan gelar juara kelas ringan. Namun, di balik semua permusuhan pribadi tersebut, Pimblett mengakui bahwa Topuria adalah lawan yang elit.
“Saya jelas lebih menghormatinya,” ujar Pimblett. “Karena ketika dia memulai semua kekacauan itu dulu, saya bahkan tidak tahu siapa dia. Ketika dia mulai menyerang saya di hotel, saya tidak tahu siapa dia. Saya sungguh tidak tahu siapa Ilia Topuria. Dan saya tidak menyangka dia akan sebagus ini, jujur saja.”
“Dia menggunakan nama saya untuk menjadi terkenal dan agar lebih banyak orang tahu siapa dia, tapi dia adalah petarung yang sangat bagus. Meskipun saya tidak menyukainya, saya tidak akan berbohong dan mengatakan dia tidak bagus. Dia kadang melakukan itu tentang saya. Tapi saya menghormatinya sebagai petarung, bukan sebagai pribadi.”
Siapa Lawan Berikut?
Jika skenario yang diutarakan Pimblett terjadi—ia memenangkan gelar dan dipromosikan menjadi juara tak terbantahkan sementara Topuria menyelesaikan masalah pribadinya—Pimblett tahu siapa yang ingin ia hadapi untuk mempertahankan gelarnya. Dan itu bukanlah penantang nomor satu, Arman Tsarukyan.
“Saya pikir itu akan lebih berarti bagi warisan saya jika melawan Charles [Oliveira] atau Max [Holloway],” kata Pimblett. “Dan saya suka menonton pertarungan mereka berdua. Saya sudah bilang bertahun-tahun sekarang, saya vs. Charles Oliveira akan menjadi pertarungan yang luar biasa. Saya ingin sekali melawan Charles Oliveira. Itu jika dia bisa melewati Max Holloway.”
“Jadi, Arman bisa duduk antre dan melakukan apa yang diperintahkan. Dia tidak cukup melakukan apa yang diperintahkan karena dia pikir ayahnya bisa membayarnya keluar dari masalah, karena dia punya banyak uang. Tapi Arman bisa pergi makan kotoran. Saya muak mendengarnya. Dia benar-benar brengsek.”
Jadwal Pertarungan Mendatang
Holloway dan Oliveira akan saling berhadapan dalam pertandingan ulang untuk gelar “BMF” pada main event UFC 326, 7 Maret, di Las Vegas. Sementara itu, Pimblett akan menghadapi Gaethje di UFC 324 pada 24 Januari, juga di Las Vegas.
Pernyataan Pimblett ini jelas menambah bumbu persaingan di kelas ringan UFC, sekaligus membuka spekulasi mengenai masa depan sabuk juara dan potensi pertarungan besar yang menanti.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment