Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov Kembali Perang Kata, Kali Ini Soal NFT
Perseteruan abadi antara Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov kembali memanas. Kedua mantan rival terbesar di dunia UFC ini terlibat adu argumen sengit di media sosial, kali ini berpusat pada penjualan Non-Fungible Token (NFT) oleh Khabib.
Awal Mula Konflik: NFT “Papakhas” Khabib
Khabib Nurmagomedov, mantan juara kelas ringan UFC yang telah pensiun, baru-baru ini mengumumkan lelang NFT baru bernama “Papakhas” melalui platform media sosial Telegram. Papakha sendiri adalah topi tradisional khas Dagestan.
Pada hari Rabu, Khabib mengumumkan bahwa koleksi digital tersebut telah terjual habis sepenuhnya. Kabar ini sontak menarik perhatian rival lamanya, Conor McGregor, yang tampaknya masih memegang peran sebagai musuh bebuyutan Khabib.
McGregor Menuding Khabib Menipu Fans
McGregor melayangkan kritik pedas melalui unggahan Twitter-nya, menuduh Khabib menipu para penggemarnya. Ia mempertanyakan integritas Khabib dalam menggunakan nama almarhum ayahnya serta budaya Dagestan untuk menjual NFT.
“Tidak mungkin Khabib si pria baik-baik menggunakan nama mendiang ayahnya, dan juga budaya Dagestan, untuk menipu para penggemarnya dan menjual serangkaian NFT digital secara cepat secara online lalu menghapus semua konten setelah terjual, meninggalkan para penggemarnya kehilangan uang mereka? Tidak mungkin pria baik-baik melakukan ini,” tulis McGregor.
Respon Khabib: Mempertahankan Integritas dan Budaya
Khabib tidak tinggal diam dan segera membalas unggahan McGregor. Ia menuduh McGregor berusaha menjelek-jelekkan namanya, sambil mempromosikan platform dan NFT-nya dengan sebuah iklan singkat.
“Dasar pembohong ulung,” tulis Nurmagomedov. “Kamu akan selalu mencoba menodai namaku, setelah kamu dihancurkan malam itu, tapi kamu tidak akan pernah berhasil! Ya, pria baik-baik tidak melakukan itu. Mereka tidak menciptakan hadiah digital eksklusif dengan nilai waktu nyata, yang bisa kamu bagikan dengan teman dan keluarga. Hadiah dalam bentuk Papakha – topi yang melambangkan tradisi dan budaya masyarakat Dagestan.
“Tradisi dan budaya yang perlahan menyebar ke seluruh dunia, suka atau tidak suka! Hadiah yang bisa kamu temukan secara eksklusif di Telegram, platform pesan terbesar di dunia.”
Balasan Menusuk dari McGregor
Tentu saja, McGregor tidak akan membiarkan pertikaian ini berakhir tanpa kata-kata terakhirnya. Ia kembali menyerang Khabib dengan balasan yang lebih tajam.
“Minta maaf sekarang juga karena menggunakan nama mendiang ayahmu untuk menjual ‘hadiah’ ini yang menghabiskan begitu banyak uang penggemarmu,” tulis McGregor. “Juga, menjual sesuatu berarti itu bukan hadiah, kau troglodit ber-IQ rendah! Itu adalah kebalikan langsung dari arti ‘hadiah’. Duh duh duh bodoh sekali, hahaha. Menipu dengan nama ayahmu yang sudah meninggal. Memalukan.”
Konteks Persaingan Abadi
Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov terlibat dalam salah satu *main event* UFC terbesar sepanjang masa di UFC 229 pada Oktober 2018. Dalam pertarungan tersebut, Khabib mendominasi McGregor sebelum akhirnya mengunci dan memenangkan pertandingan via *submission* pada ronde keempat.
Meskipun Khabib telah pensiun dari dunia MMA, persaingan sengit antara keduanya tampaknya masih jauh dari kata usai. Adu argumen di media sosial ini membuktikan bahwa api perseteruan mereka masih menyala, bahkan di luar oktagon.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment