Tekad Stefanos Tsitsipas Kembali ke Puncak, Mantan Pelatih Serena Williams Ajukan Diri
Bintang tenis Yunani, Stefanos Tsitsipas, mungkin sedang tidak berada dalam periode terbaik dalam kariernya. Namun, baru-baru ini ia dengan sangat jelas menunjukkan tekadnya untuk menemukan kembali performa puncaknya. Resolusinya mengejutkan banyak pihak, bahkan mendorong mantan petenis Australia, pengamat senior, dan mantan pelatih Serena Williams, Rennae Stubbs, yang memiliki rekam jejak kepelatihan yang luas, untuk menawarkan jasanya.
Rennae Stubbs, Mantan Pelatih Serena Williams, Punya Tawaran Spesial untuk Stefanos Tsitsipas
Musim 2025 memang tidak mencerminkan kemampuan sejati petenis berusia 27 tahun ini. Satu-satunya titik terang adalah gelar ATP 500 di Dubai. Namun, secara keseluruhan, ia mencatat rekor menang-kalah 22-18 yang kurang memuaskan dalam setahun yang terganggu oleh cedera punggung bawah kronis dan ketegangan dengan pelatih-pelatihnya. Akibatnya, Tsitsipas, yang pernah menduduki peringkat tertinggi World No.3, kini telah merayap turun ke peringkat 34 ATP.
Gesekan dengan pelatihnya, terutama sang ayah, Apostolos Tsitsipas, menjadi aspek mengkhawatirkan lainnya dalam perjalanan karier petenis Yunani tersebut. Pada bulan Agustus tahun lalu, mantan petenis World No.3 ini memutus kerja sama dengan ayahnya setelah ketegangan memuncak di National Bank Open di Montreal. Tsitsipas kemudian mengatakan bahwa teriakan konstan ayahnya selama pertandingan mengganggu fokusnya dan menyatakan akan menyesuaikan susunan kepelatihannya ke depan.
Lebih lanjut, tanda-tanda ketegangan terus berlanjut ketika ia merekrut Goran Ivanišević pada bulan Mei. Kolaborasi tersebut hanya bertahan dua bulan dan menghasilkan penampilan yang mengecewakan. Ivanisevic kemudian berbicara blak-blakan, menggambarkan Tsitsipas sebagai pemain paling “tidak siap” yang pernah ia temui.
Petenis berusia 27 tahun itu baru-baru ini mengenang kembali momen terobosannya saat meraih gelar ATP Finals 2019, membagikan momen kemenangan tersebut di X (Twitter). Ia juga menegaskan bahwa fokusnya adalah merebut kembali level tenis tersebut.
“Enam tahun lalu, saya mengalami kegembiraan terbesar saya sebagai seorang petenis, memenangkan ATP Finals pada debut saya. Sungguh indah bisa berbagi panggung dengan Domi, sahabat terbaik saya di tur. Puncak euforia mungkin telah mereda, tapi saya akan melakukan segalanya untuk merasakannya lagi ,” tulisnya.
Six years ago, I experienced my greatest joy as a tennis player, winning the ATP Finals on my debut.
It was especially beautiful sharing the stage with Domi, my best friend on tour.
The high may have worn off, but I will do everything to ride it again pic.twitter.com/VY3AhwD9Fe
— Stefanos Tsitsipas (@steftsitsipas) November 16, 2025
Mantan petenis Australia dan juara empat kali Grand Slam ganda putri, Rennae Stubbs, kemudian memperhatikan pesan kuat Tsitsipas dan menulis:
“rekrut saya.”
hire me
— Rennae Stubbs (@rennaestubbs) November 17, 2025
Stubbs tidak asing dengan dunia kepelatihan elit, setelah pernah bekerja dengan bintang-bintang seperti Karolina Pliskova, Sam Stosur, Eugenie Bouchard, dan sempat mendampingi juara 23 kali Major, Serena Williams, selama turnamen perpisahan US Open 2022-nya. Tawaran ini bisa menjadi titik balik penting bagi Tsitsipas dalam upayanya kembali ke jajaran elit tenis dunia, mengingat pengalaman dan reputasi Stubbs yang mumpuni dalam membimbing para petenis top.
(OL/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment