Tom Brady, Sang Legenda NFL, Alami Kerugian Rp 150 Juta Usai Toko Kartunya Disatroni Maling
Tom Brady, quarterback legendaris pemenang tujuh gelar Super Bowl, kini menjadi komentator utama untuk Fox Sports. Sosok yang memimpin New England Patriots dan Tampa Bay Buccaneers ke sepuluh penampilan Super Bowl gabungan ini berpasangan dengan pembawa acara play-by-play utama Fox Sports, Kevin Burkhardt, membentuk duo terkemuka untuk siaran NFL di Fox.
Toko Kartu Tom Brady di Soho Dirampok, Merugi Rp 150 Juta
Brady memiliki kontrak fantastis 10 tahun senilai 375 juta dolar AS (sekitar 37,5 juta dolar AS per tahun) sebagai analis olahraga, menjadikannya analis dengan bayaran tertinggi dalam sejarah. Brady sendiri telah lama dikenal sebagai pengusaha ulung dengan berbagai investasi. Salah satu bidang yang digelutinya adalah toko kartu, bahkan ia memiliki CardVault by Tom Brady yang berlokasi di area SoHo, New York City. Toko tersebut menjual berbagai jenis kartu, mulai dari Pokemon hingga kartu baseball. Menurut laporan pada bulan Oktober lalu, toko Brady dirampok di siang bolong, kehilangan merchandise senilai 10.000 dolar AS (sekitar 150 juta rupiah).
Pelaku Pencurian Kartu Pokemon dan Baseball dari Toko Tom Brady Masih Buron
Laporan menyebutkan bahwa selama perampokan, kamera pengawas menunjukkan seorang pria berkulit hitam berpakaian serba hitam keluar dari toko dengan barang curian. Disebutkan juga bahwa pelaku yang masih buron ini sempat mencoba membeli beberapa barang senilai 9.710 dolar AS, namun kartu kreditnya ditolak. Saat itu terjadi, pelaku dilaporkan memanipulasi sistem tap-to-pay untuk membuat karyawan toko percaya bahwa transaksi telah selesai dan ia benar-benar telah membayarnya. Namun, hal itu kemudian diketahui sebagai kebohongan, dan kini ia menjadi buronan Departemen Kepolisian New York (NYPD).
Reaksi Para Penggemar Terkait Insiden Ini
Meskipun polisi belum mengkonfirmasi kartu apa saja yang sebenarnya dicuri, dan pihak toko menolak berkomentar, para penggemar turut menyuarakan pendapat mereka. Salah satunya adalah seorang pembeli yang sering berkunjung ke toko tersebut bersama cucunya.
“Tidak mungkin. Itu tidak baik. Hal itu memang sering terjadi di kota ini. Mengerikan. Orang-orang merasa kartu itu punya nilai. Bukan hanya uangnya. Orang-orang sangat menyukainya, itulah mengapa mereka membelinya. Saya harap mereka menemukan pelakunya,” kata pembeli tersebut.
“Jadi kasir tidak memperhatikan PELANGGAN bermain-main dengan terminal?” sebut penggemar lain.
“Mencuri kartu Pokemon dengan meretas terminal pembayaran adalah salah satu kejahatan paling nerd yang bisa kamu lakukan,” kata penggemar lainnya.
“Saya tidak masalah dengan itu. Tom Brady membuka banyak toko kartu hanya untuk menipu orang,” canda penggemar lain dengan sinis.
“Kenapa Kanye melakukan ini?” ujar penggemar lain dengan nada bercanda.
“James Harden merampok toko itu?” tanya penggemar lain dengan candaan.
Brady Tetap Fokus pada Peran Komentatornya
Meskipun insiden ini masih dalam penyelidikan, perampokan tersebut tidak mengendurkan fokus Brady pada kesibukannya. Ia terus menjalankan perannya sebagai komentator di musim keduanya, seperti saat ia mempersiapkan diri untuk siaran pertandingan besar antara Chicago Bears melawan Minnesota Vikings di Week 11 musim lalu. Setelah awal yang kurang mulus di booth komentator di mana Brady dianggap kurang luwes dan komentarnya terasa hambar, ia kini menunjukkan peningkatan signifikan. Setiap pekan, kemajuan dan perspektifnya yang semakin mendalam terlihat dan terdengar jelas. Sebagai seorang kompetitor sejati, kepercayaan diri Brady telah berkembang seiring dengan semakin baiknya penampilannya dalam peran baru ini.
(OL/GN)
sumber : theshadowleague.com
Leave a comment