UEFA Jatuhi Sanksi Berat untuk Marseille
Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah menjatuhkan sanksi kepada klub Ligue 1, Olympique Marseille, berupa penutupan sebagian stadion. Hukuman ini merupakan buntut dari serangkaian insiden yang terjadi saat Marseille menjamu Atalanta dalam pertandingan Liga Champions, di mana mereka harus menelan kekalahan tipis 0-1.
Ulah Suporter Berbuntut Panjang
Insiden yang menjadi dasar penjatuhan sanksi tersebut terjadi pada 5 November lalu di markas Marseille, Stade Velodrome. Pada pertandingan tersebut, para suporter tuan rumah kedapatan menyalakan flare, melempar berbagai proyektil, dan menggunakan laser yang mengganggu jalannya pertandingan.
Akibat tindakan tidak terpuji tersebut, UEFA menjatuhkan denda sebesar 71.000 euro kepada Marseille. Selain sanksi finansial, klub juga diwajibkan untuk menutup sebagian tribun selatan Stade Velodrome. Penutupan sebagian tribun ini akan berlaku untuk pertandingan Liga Champions berikutnya, yakni saat Marseille menjamu Newcastle pada 25 November.
Pelatih Kiper Turut Kena Getah
Sanksi dari UEFA tidak hanya menimpa klub secara institusi. Pelatih kiper Marseille, Alexandre Salvat, juga turut dijatuhi hukuman. Ia dilarang mendampingi tim dalam dua pertandingan mendatang.
Hukuman untuk Salvat diberikan setelah ia terbukti melakukan penghinaan terhadap seorang ofisial pertandingan selama laga kontra Atalanta yang berujung pada kekalahan tersebut.
Dampak pada Perjalanan Marseille
Sanksi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Olympique Marseille. Selain harus membayar denda yang cukup besar, mereka juga akan kehilangan dukungan penuh dari sebagian suporter setianya di tribun selatan dalam pertandingan krusial Liga Champions.
Kehilangan pelatih kiper dalam dua laga juga bisa memengaruhi persiapan tim. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi klub dan seluruh elemen suporter untuk senantiasa menjaga ketertiban dan sportivitas di setiap pertandingan.
(LC/GN)
sumber : www.malaymail.com
Leave a comment