GSP Ungkap Alasan Pertarungan Impian Kontra Anderson Silva Tak Pernah Terwujud
Georges St-Pierre akhirnya angkat bicara mengenai alasan di balik batalnya duel yang banyak dianggap sebagai pertarungan terbesar yang tak pernah terjadi dalam sejarah UFC. Penjelasan GSP lebih sederhana dari spekulasi bertahun-tahun yang beredar.
Tiga Syarat GSP yang Tak Terpenuhi
GSP mengajukan tiga syarat kepada UFC, menantikan respons, namun tidak pernah mendapatkannya. Inilah yang diungkapkan oleh St-Pierre:
“Permintaan saya adalah bertarung melawan Anderson Silva, saya ingin kontrak saya diperbarui. Saya ingin kompensasi yang lebih baik, itu yang pertama. Saya ingin ini dilakukan di catchweight, karena Anderson pernah bertarung di PRIDE di kelas 170 pon, dan saya tahu dia bisa turun. Dan yang ketiga, saya ingin adanya implementasi tes doping. Dan mereka tidak pernah menghubungi saya kembali.”
Rasionalitas di Balik Persyaratan
Tiga syarat yang diajukan GSP tersebut sebenarnya tidak terlalu aneh. Permintaan kompensasi yang lebih baik mencerminkan skala komersial dari sebuah superfight antara dua juara terbesar dalam sejarah olahraga ini.
Proposal catchweight juga memiliki logika dari sisi olahraga. St-Pierre adalah petarung welterweight alami, dan Silva pernah berkompetisi di kelas 170 pon saat di PRIDE. Ini berarti titik tengah antara 170 dan 185 pon adalah dasar negosiasi yang sah, bukan upaya untuk mendapatkan keuntungan yang tidak adil.
Permintaan tes doping menjadi yang paling krusial di antara ketiganya. Ini muncul di saat penggunaan zat peningkat performa menjadi topik hangat di MMA, dan GSP sendiri telah menyuarakan kekhawatirannya secara publik dalam beberapa kesempatan.
Keheningan UFC dan Dampak Jangka Panjang
Keheningan dari pihak UFC mengakhiri pembicaraan sebelum sempat dimulai. St-Pierre kemudian pensiun setelah berhasil mengalahkan Michael Bisping untuk memenangkan gelar juara kelas menengah di UFC 217 pada tahun 2017. Sementara itu, Silva berpisah dengan promosi tersebut pada tahun 2020 setelah mengalami tiga kekalahan beruntun. Upaya singkat untuk menggelar pertandingan tinju antara keduanya pada tahun 2021 juga terhenti tanpa menghasilkan apa pun yang konkret.
Pertarungan yang seharusnya bisa menjawab salah satu “apa yang mungkin terjadi” terbesar dalam olahraga – duel welterweight terbaik melawan middleweight terbaik, di masa puncak atau mendekati puncak karier mereka – kini secara permanen masuk dalam kategori mimpi yang tak pernah terwujud.
(OL/GN)
sumber : boxingnews.com
Leave a comment