Israel Adesanya Dikabarkan Kembali ke Octagon, Hadapi Joe Pyfer dalam Upaya Kebangkitan
Mantan juara kelas menengah UFC, Israel Adesanya, dikabarkan akan kembali ke ring pada akhir Maret mendatang menghadapi Joe Pyfer. Pertarungan ini menjadi sorotan karena Adesanya berupaya keras untuk menghidupkan kembali performa dan karirnya di dunia seni bela diri campuran.
Adesanya Mencari Kebangkitan
Adesanya (24-5, 16 KO) adalah salah satu petarung paling dikenal di UFC. Namun, ia telah merosot di peringkat kelas 185 pon (menengah) setelah melewati periode sulit yang mencatatkan satu kemenangan dalam empat pertarungan terakhirnya sejak akhir 2022. Setelah kehilangan gelarnya dari Alex Pereira pada November 2022, ia berhasil merebutnya kembali dalam laga balas dendam. Sayangnya, “The Last Stylebender” kemudian kembali kehilangan sabuknya dari Sean Strickland di UFC 293 pada September 2023 dan belum bertarung sejak saat itu.
Kini, petarung berusia 36 tahun itu akan mendapatkan kesempatan untuk memicu kebangkitan karirnya yang disebut “renaissance” saat menghadapi petarung Amerika yang memiliki pukulan keras, Joe Pyfer.
Menghadapi Tantangan Joe Pyfer
Joe Pyfer (13-5, 9 KO) datang ke pertarungan ini dengan catatan positif. Ia saat ini tengah mengincar kemenangan keempat berturut-turut di UFC. Pyfer menunjukkan performa impresif dengan kemenangan TKO atas Ihor Potieria pada Februari 2024 dan sebelumnya juga mengalahkan Abdul Razak Alhassan serta Alen Amedovski melalui TKO di UFC.
Rencana Laga dan Sorotan
Pertarungan antara Adesanya dan Pyfer ini dikabarkan akan menjadi main event di acara UFC Seattle pada 28 Maret. Laga ini berpotensi menjadi titik balik krusial dalam menentukan masa depan karir Adesanya.
Jika terwujud, ini akan menjadi kali kedua Adesanya bertarung tanpa sabuk juara yang dipertaruhkan sejak Februari 2019. Sebelumnya, ia telah berkompetisi dalam 12 laga perebutan gelar secara beruntun, berhasil mempertahankan sabuk kelas menengahnya enam kali sebelum dikalahkan Alex Pereira pada November 2022.
Mengingat bahwa event UFC Seattle dan pertarungan Adesanya vs Pyfer pada 28 Maret belum diumumkan secara resmi oleh UFC, detail mengenai waktu tayang spesifik dalam WIB (Waktu Indonesia Barat) dan saluran siaran resmi di Indonesia masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Penggemar disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari UFC.
Laga Pendukung Menarik
Selain laga utama yang potensial ini, kartu pertandingan di Seattle juga dikabarkan akan menampilkan duel menarik lainnya. Mantan juara kelas terbang wanita, Alexa Grasso (16-5-1), akan kembali bertemu dengan Maycee Barber (15-2).
Grasso adalah salah satu dari dua orang yang pernah mengalahkan Barber dalam karir profesionalnya, memenangkan keputusan mutlak ketika keduanya pertama kali bertemu pada tahun 2021.
Petarung asal Meksiko berusia 32 tahun itu pernah menikmati masa kepemimpinan selama 18 bulan di puncak divisi kelas terbang wanita setelah mengalahkan Valentina Shevchenko. Dalam pertemuan trilogi mereka pada September 2023, Grasso dan Shevchenko berakhir imbang, dan Grasso belum kembali ke jalur kemenangan sejak itu.
Perjalanan Karir “The Last Stylebender”
Adesanya melakukan debut profesionalnya pada tahun 2012, meraih kemenangan TKO atas James Griffiths. Ia kemudian mencetak kemenangan TKO lainnya atas John Vake, sebelum mengambil jeda dua tahun dari seni bela diri campuran. Ia kembali ke MMA pada Agustus 2015, memenangkan pertarungan melawan Song Kenan melalui TKO.
Sebelum sukses di MMA, Adesanya juga memulai karir tinju profesionalnya pada November 2014 melawan juara Australia dua kali, Daniel Ammann. Ia bahkan mendapatkan salah satu dari dua wildcard untuk mengikuti turnamen Super 8 Boxing kelas cruiserweight perdana.
Pertarungan mendatang melawan Joe Pyfer, jika benar-benar terjadi, akan menjadi krusial bagi Israel Adesanya. Ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan bahwa ia masih memiliki tempat di puncak divisi dan dapat kembali menjadi penantang gelar juara, sekaligus menepis keraguan setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan di beberapa laga terakhirnya.
(OL/GN)
sumber : thewhistler.ng
Leave a comment