Agit Kabayel Makin Dekat Hadapi Oleksandr Usyk Usai Hentikan Damian Knyba
Agit Kabayel selangkah lebih dekat menuju pertarungan gelar dunia melawan Oleksandr Usyk setelah ia dengan meyakinkan mengalahkan Damian Knyba dalam tiga ronde pada Sabtu lalu. Petinju Jerman tersebut menunjukkan performa dominan yang menegaskan posisinya di divisi kelas berat.
Kemenangan Dominan Kabayel
Kabayel (27-0, 19 KO), yang kini berusia 33 tahun, membuat Knyba kesulitan setelah berulang kali mendaratkan pukulan kanan keras di ronde ketiga. Hal ini memicu penghentian pertandingan di Rudolf Weber-Arena, Oberhausen, di tanah kelahirannya, Jerman. Kemenangan ini menandai keberhasilan pertahanan pertamanya atas gelar interim kelas berat WBC, yang berada di bawah gelar dunia WBC milik Usyk.
Penghentian pertandingan keenam berturut-turut Kabayel mungkin terkesan sedikit prematur, namun akhir pertarungan memang sudah terlihat jelas bagi Knyba begitu Kabayel mulai mendaratkan pukulan kanan akurat yang membuat kaki petinju Polandia itu goyah.
Kabayel telah mengumpulkan beberapa kemenangan besar baru-baru ini, termasuk atas Zhilei Zhang, Frank Sanchez, dan Arslanbek Makhmudov. Meskipun Knyba mungkin tidak memiliki reputasi sebesar mereka, cara Kabayel menanganinya dengan efisien sangatlah mengesankan.
“Saya berharap bisa membuat pernyataan bahwa tinju Jerman masih hidup dan baik-baik saja,” kata Kabayel, yang merupakan bintang tinju terbesar berbasis di Jerman sejak bersaudara Ukraina Wladimir dan Vitali Klitschko mempertahankan gelar juara dunia kelas berat mereka selama lebih dari satu dekade di sana.
Ketika Kabayel bertanya kepada penonton siapa yang seharusnya dia hadapi selanjutnya, 12.000 penonton serempak menjawab: “Usyk.”
“Saya mengalahkan tiga monster di Riyadh Season, sekarang berikan saya pertarungan gelar dunia,” tegas Kabayel.
Jalannya Pertarungan
Kabayel, yang memenangkan gelar interim WBC ketika ia meng-KO Zhang pada Februari tahun lalu, awalnya harus menahan serangan cepat dari Knyba (17-1, 11 KO) yang kurang dikenal. Knyba, 29 tahun, dari Polandia namun berbasis di New Jersey, belum pernah bertarung lebih dari delapan ronde atau memiliki jadwal pertarungan 12 ronde sebelum ia naik ring menghadapi mantan juara Eropa Kabayel.
Namun, Knyba yang bertinggi 6 kaki 7 inci, empat inci lebih tinggi dari Kabayel, tidak terlihat canggung dalam ujian terbesarnya saat ia dengan percaya diri menyerang Kabayel di ronde pertama. Ia mendaratkan serangkaian pukulan kanan dan uppercut. Knyba bahkan meninggalkan bekas pada Kabayel di ronde pertama, dengan petinju Jerman itu mengalami sedikit cedera di sekitar mata.
Namun setelah awal yang cepat dari Knyba, Kabayel menemukan ritmenya di ronde kedua dan mulai melancarkan pukulan kanan berat sepanjang ronde ketiga. Di menit terakhir ronde ketiga, kaki Knyba menjadi seperti jeli setelah pukulan kanan mengenai pelipisnya. Setelah lebih banyak pukulan kanan mendarat, wasit langsung menghentikan pertandingan.
Menuju Tantangan Gelar Dunia
Juara dunia WBC, WBA, dan IBF, Oleksandr Usyk, saat ini dikaitkan dengan pertarungan melawan mantan juara WBC Deontay Wilder selanjutnya. Dengan demikian, Kabayel mungkin harus menunggu untuk menghadapi petinju Ukraina itu di paruh kedua tahun ini.
Meski begitu, kemenangan ini membuat pertarungan melawan Usyk semakin mungkin terjadi di tahun 2026, dengan asumsi Usyk tidak memilih untuk menghadapi mantan juara Tyson Fury sebagai gantinya. Para penggemar tinju di seluruh dunia menantikan potensi bentrokan ini, dan performa Kabayel menunjukkan bahwa ia siap untuk tantangan tersebut.
(OL/GN)
sumber : www.espn.co.uk
Leave a comment