PBSI Resmi Hapus Promosi-Degradasi Tahunan Pelatnas Cipayung, Fokus ke Evaluasi Individu
JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Divisi Pembinaan dan Prestasi (Binpres) telah mengambil keputusan strategis. Mereka secara resmi meniadakan sistem promosi dan degradasi atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang selama ini rutin digelar setiap akhir tahun.
Keputusan penting terkait arah pembinaan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas PBSI, performa atlet, beban kompetisi, dan efektivitas program jangka panjang.
Era Baru Pembinaan Pelatnas Cipayung
Kepala Binpres PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa penghapusan sistem lama ini bukan berarti federasi menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap seorang atlet akan sepenuhnya ditentukan oleh Indikator Kinerja Utama (KPI) yang telah ditetapkan oleh pelatih masing-masing.
“Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditetapkan, maka mereka akan didegradasi. Oleh karena itu, periode degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung KPI masing-masing,” kata Eng Hian dalam keterangan yang diterima garisfinish.com.
Mekanisme Degradasi Berbasis KPI
Dengan sistem baru ini, penilaian performa atlet menjadi lebih personal dan berkelanjutan. Setiap atlet memiliki target dan standar yang jelas dari pelatihnya. Kegagalan mencapai KPI tersebut akan langsung berujung pada degradasi, tanpa harus menunggu evaluasi massal di akhir tahun. Ini diharapkan dapat mendorong atlet untuk selalu menjaga performa dan memenuhi target yang telah ditetapkan.
Promosi Melalui Seleknas Tahunan
Sementara itu, untuk sistem promosi atlet ke Pelatnas akan tetap dijalankan melalui mekanisme seleksi nasional (seleknas) PBSI. Seleknas ini akan diadakan setiap awal tahun.
Jumlah pemain yang direkrut harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Divisi Pembinaan dan Prestasi PBSI dan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas Cipayung. Hal ini memastikan bahwa atlet yang masuk Pelatnas adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar dan kebutuhan tim nasional.
PO 012 Tahun 2025: Aturan Main Baru
Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan guna memastikan seluruh atlet Pelatnas PBSI dapat memperkuat stabilitas pembinaan dan menjaga kesinambungan program latihan. PBSI sebelumnya juga telah menetapkan Peraturan Organisasi (PO) 012 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur ketentuan terkait mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Tim Nasional Cipayung.
Aturan tersebut menggariskan jumlah peserta tim nasional yang terdiri dari 16 atlet tunggal dan 16 pasangan atlet ganda. Para peserta berasal dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet dari tim pemantau pemandu bakat yang memenuhi persyaratan administrasi dan verifikasi usia.
“Peraturan ini menjadi rujukan bersama agar setiap keputusan didasari atas performa, prestasi, dan evaluasi terukur sehingga dapat mendorong peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Eng Hian. Kebijakan baru ini diharapkan membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia di kancah internasional.
(OL/GN)
sumber : voi.id
Leave a comment