Home Olahraga Lainnya Ramadan Ondash: Antara Kerasnya Muay Thai, Asyiknya Jet Ski, dan Impian Supercar.
Olahraga Lainnya

Ramadan Ondash: Antara Kerasnya Muay Thai, Asyiknya Jet Ski, dan Impian Supercar.

Share
Share

Ramadan Ondash: ‘The Scorpion’ yang Mengejar Adrenalin di Dalam dan Luar Ring

Di dalam ring, Ramadan “The Scorpion” Ondash bertarung layaknya seseorang yang terus-menerus menekan tombol fast-forward. Seniman knockout muda ini dengan cepat muncul sebagai salah satu bintang muda paling eksplosif di sirkuit ONE Friday Fights. Ini berkat tekanan maju yang tak henti-hentinya, kekuatan knockout yang menakutkan, dan keberaniannya untuk langsung terjun ke dalam kekacauan.

Pada saat artikel ini ditulis, petarung Lebanon berusia 19 tahun itu sedang mempersiapkan tantangan besar lainnya. Ia dijadwalkan menghadapi Suriyanlek Por Yenying dalam pertarungan Muay Thai kelas flyweight yang sangat dinantikan di The Inner Circle. Acara besar dari Lumpinee Stadium, Bangkok ini, secara umum dapat disaksikan melalui layanan streaming resmi seperti Vidio atau SPOTV di Indonesia, yang kerap menyiarkan ONE Friday Fights secara langsung.

Di Luar Ring: Hobi Penuh Adrenalin

Namun, di luar tali ring, Ondash masih sangat mirip dengan remaja kebanyakan yang mengejar adrenalin dengan cara yang berbeda. Jauh dari kamp pelatihan yang melelahkan, sesi sparring yang berat, dan persiapan pertarungan yang intens, striker dari Tiger Muay Thai ini menghabiskan banyak waktu luangnya bermain jet ski bersama teman-teman di Lebanon, terutama selama musim panas.

Aktivitas berkecepatan tinggi ini telah menjadi salah satu cara favoritnya untuk melarikan diri dari kesibukan seni bela diri profesional yang tanpa henti, sambil tetap memuaskan kecintaan yang sama terhadap kegembiraan yang terpancar dalam gaya bertarungnya yang agresif.

Ia mengatakan:

“Setiap musim panas di Lebanon saya bermain jet ski dengan teman-teman. Ada beberapa resor ski yang indah di selatan Lebanon.

Bermain jet ski di musim panas sangat bagus. Menyenangkan. Saya biasanya pergi dengan teman-teman untuk menikmati hidup. Saya sudah melakukannya selama dua tahun terakhir. Menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Saya pergi setiap hari Sabtu dan Minggu, kecuali hari kerja karena kami ada latihan, bekerja, dan segalanya.”

Menurut Ondash, ini bukan hanya hobi akhir pekan biasa. Striker remaja ini dengan bangga menggambarkan dirinya sebagai “profesional” di atas air dan mengakui bahwa ia sangat menikmati bahaya dan ketidakpastian yang datang dengan mengendarai ombak dengan kecepatan penuh. Dalam banyak hal, mentalitasnya saat bermain jet ski terdengar identik dengan cara ia menghadapi pertarungan Muay Thai.

Baca juga:  Don Frye Kritis Jantung, Rival Abadi UFC Jadi Penyelamat!

Ia menjelaskan:

“Saya sangat pandai melakukannya – sangat profesional. Luar biasa. Saya bisa melakukan lompatan, segalanya. Saya tidak takut. Bahkan jika saya jatuh ke air, saya bisa berenang.

Ini cara yang keren untuk bersenang-senang. Bagus untuk adrenalin. Membuat Anda melupakan segalanya.”

Jet Ski Pribadi dan Impian yang Terwujud

Keberhasilannya yang cepat di ONE Championship juga memungkinkan Ondash secara perlahan mulai membeli barang-barang yang pernah ia anggap mustahil saat tumbuh dewasa. Setelah bertahun-tahun berjuang secara finansial dan hanya berfokus pada pelatihan dan bertahan hidup, fenomena muda Lebanon ini dengan bangga mengungkapkan bahwa ia berhasil membeli jet ski sendiri sekitar setahun yang lalu, setelah kenaikannya yang pesat di panggung global.

Ia berbagi:

“Saya sudah membelinya. Musim panas lalu, sekitar setahun yang lalu. Tidak terlalu mahal, mungkin sekitar US$6.000 atau US$7.000. Warnanya banyak – sangat indah.

Ketika saya masih kecil, saya tidak punya mimpi. Yang saya lakukan hanyalah berlatih dan bertarung. Sekarang saya punya uang, kontrak, dan segalanya. Tapi saya masih ingin lebih banyak uang. Saya ingin membeli rumah atau mobil. Ketika saya masih kecil, semuanya terasa mahal, tapi sekarang saya bisa membelinya.”

Impian Supercar dan Masa Depan Ramadan Ondash

Jet ski hanyalah salah satu bagian dari obsesi Ramadan Ondash yang mendalam terhadap kecepatan. Seperti banyak remaja di seluruh dunia, striker Lebanon ini sangat terpesona oleh supercar, dan ia sudah tahu persis model mana yang berada di puncak daftar impiannya.

Seniman knockout yang tak kenal takut ini mengakui bahwa salah satu tujuan terbesarnya di luar bertarung adalah akhirnya memiliki Mercedes-AMG GT 63, meskipun ia juga melamun tentang Lamborghini dan Ferrari seiring berjalannya karier profesionalnya. Bagi Ondash, mobil-mobil mewah itu melambangkan lebih dari sekadar kemewahan. Mereka mewakili seberapa jauh seni bela diri telah membawanya, dan seberapa besar masa depannya masih bisa berkembang.

“The Scorpion” mengatakan:

“Tentu saja saya punya mobil impian. Mobil impian saya adalah Mercedes-AMG GT 63. Sangat indah, tapi agak mahal. Mungkin jika saya bisa melawan seseorang seperti Takeru Segawa, saya bisa membelinya dari uang itu. Tapi sayangnya, Takeru tidak bertarung lagi.

Dan saya juga suka Lamborghini dan Ferrari. Mobil-mobil itu kecil, tapi indah – sangat indah. Sekarang tidak mustahil untuk memilikinya. Mungkin dalam satu atau dua tahun.”

Sisi Pribadi dan Harapan Masa Depan

Meskipun Ondash jelas menikmati gagasan kecepatan, kemewahan, dan adrenalin yang menggembirakan, orang yang ia bayangkan duduk di kursi penumpang supercar masa depan itu mengatakan lebih banyak tentang siapa dirinya di luar sorotan. Ketika ditanya siapa yang ingin ia ajak berkendara, jawabannya langsung keluar.

Baca juga:  Shoday Siap Gebrak GOtv Boxing Night Jam Festival 26 Des!

Petenis Lebanon itu berkata:

“Seorang pacar – saya tidak punya sekarang, setidaknya tidak resmi, tapi saya sedang berbicara dengan seseorang sekarang. Kami dekat.”

Di tengah popularitasnya yang tumbuh pesat secara online dan perhatian tiba-tiba dari penggemar di seluruh dunia, Ondash tetap sangat selektif tentang hubungannya dan lebih memilih gaya hidup yang jauh lebih sederhana daripada yang diharapkan banyak orang dari bintang olahraga yang sedang naik daun. Ia mengungkapkan bahwa meskipun ia menerima pesan dari calon pasangan di berbagai negara, ia pada akhirnya menginginkan pasangan yang benar-benar menjauhi pesta, merokok, dan budaya kehidupan malam.

Sebaliknya, “The Scorpion” berharap untuk akhirnya membangun masa depan yang tenang dan bermakna, yang berpusat kuat pada keluarga, stabilitas, dan keyakinannya.

Ia menyimpulkan:

“Saya tidak suka wanita yang pergi ke pesta. Saya ingin wanita yang baik yang tidak merokok dan tidak pergi ke pesta. Saya ingin wanita yang sehat dan sederhana.”

Kisah Ramadan Ondash memberikan gambaran menarik tentang seorang atlet muda yang hidup dalam dua dunia: sang “Scorpion” yang agresif di atas ring, dan remaja pencari adrenalin yang mendambakan kesederhanaan serta stabilitas di luar pertarungan. Perjalanan Ondash menunjukkan bahwa di balik aksi eksplosif seorang juara, ada impian pribadi dan harapan untuk masa depan yang tidak kalah besar.

(OL/GN)
sumber : www.onefc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Road To UFC S5 Day 2: Jagoanmu Lolos? Cek di Sini!

Road To UFC S5 Day 2 usai! Penasaran apakah jagoanmu lolos ke...

LA Sembuh dari Api, Isu Iklim Panaskan Olimpiade 2028.

LA pulih dari api, namun bayangan perubahan iklim kini menyelimuti Olimpiade 2028....

Jumat Berdarah 156 + Inner Circle: Nonton Live & Hasilnya!

Jumat Berdarah 156! Nonton live dan dapatkan hasilnya, plus akses Inner Circle...

Road to UFC S5 Hari 1: Kartu Lengkap, Jadwal, Nonton Di Mana?

Road to UFC S5 Hari 1 tiba! Dapatkan kartu lengkap, jadwal pertandingan,...