Sederet Berita Hangat dari Jagat UFC: Skorsing Mohammed Usman hingga Drama Sabuk Juara
Pertengahan Januari biasanya menjadi periode yang relatif tenang dalam kalender UFC, jeda singkat sebelum aksi kembali memanas. Namun, Kamis, 15 Januari 2026, terasa berbeda. Berbagai kabar cedera, pertanyaan seputar gelar juara, dan skorsing membuat dunia MMA bergemuruh dan para penggemar terus mencari informasi hingga larut malam. Salah satu pengumuman besar adalah larangan bertanding yang panjang untuk Mohammed Usman menyusul kegagalan tes narkoba.
Dari rencana pertarungan besar yang dibatalkan hingga perkembangan tak terduga seputar sabuk juara, siklus berita ini kembali mengingatkan semua orang betapa cepatnya perubahan dalam dunia seni bela diri campuran. Bahkan tanpa ada malam pertarungan langsung, berbagai alur cerita yang muncul memiliki bobot signifikan untuk apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Skorsing Panjang Mohammed Usman
Salah satu pembaruan paling serius hari itu datang dari luar arena. Mohammed Usman dijatuhi skorsing 30 bulan setelah gagal dalam tes narkoba di luar kompetisi karena testosterone dan menyesatkan penyelidik hingga bukti disajikan. Larangan ini akan membuatnya absen hingga 9 April 2028, secara efektif menghentikan karier bertarungnya selama lebih dari dua tahun dan mengirimkan pesan yang jelas tentang penegakan aturan.
Sorotan Utama Lainnya di Jagat MMA
Dari sana, percakapan dengan cepat kembali beralih ke nama-nama besar dan keputusan bisnis terpenting dalam olahraga ini. Item utama berpusat pada CEO UFC Dana White, yang menegaskan bahwa ia tidak lagi mendorong pertarungan yang telah lama dibicarakan antara Conor McGregor dan Michael Chandler. Sempat dianggap sebagai duel blockbuster yang pasti terjadi, pertarungan ini sekarang tampaknya sudah tidak mungkin, membuat penggemar terpecah belah apakah pertarungan itu masih relevan atau apakah momennya memang sudah berlalu.
Kabar cedera juga turut mewarnai perbincangan. UFC 325 kehilangan satu pertarungan kartu utama setelah seorang petarung mengalami cedera ACL robek. Ini melanjutkan pola perubahan kartu pertandingan yang kerap terjadi belakangan ini. Hal ini menjadi pengingat lain betapa cepatnya kartu pertarungan dapat berubah, bahkan jauh di dalam kamp pelatihan, dan mengapa penggemar semakin berhati-hati untuk tidak terlalu terpaku pada matchup terlalu dini.
Di tingkat kejuaraan, manajemen UFC menanggapi pertanyaan yang berkembang seputar divisi lightweight. Promosi tidak berencana mencopot sabuk juara Ilia Topuria, meskipun ada situasi tertentu yang melingkupinya. Sebaliknya, diskusi internal berfokus pada kemungkinan pertarungan gelar interim yang melibatkan Paddy Pimblett atau Justin Gaethje, yang dijadwalkan akan saling berhadapan di UFC 324. Gagasan ini saja menambah intrik di divisi yang sudah memiliki banyak penantang yang menunggu giliran.
Di tempat lain, Arman Tsarukyan berbagi cerita tentang keuangannya, Alex Pereira terlihat sparring dengan petarung heavyweight di Brasil, dan Georges St-Pierre kembali menunjukkan mengapa ia masih sangat dihormati. Kamaru Usman mengaku menyesal setelah berbagi obrolan video pribadi dengan Anthony Joshua, sementara momen-momen ringan lainnya meliputi klip knockout liar hingga rekaman latihan viral dan keanehan media sosial.
Pada akhirnya, satu hal menjadi jelas. Bahkan tanpa acara langsung, dunia MMA jarang melambat. Dengan UFC 324 yang hanya tinggal seminggu lagi dan keputusan besar yang membayangi di puncak olahraga ini, Kamis kemarin terasa kurang seperti pengisi waktu dan lebih seperti pratinjau kekacauan yang akan datang.
(OL/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment