Frankfurt dan Bayern Kena Sanksi UEFA: Denda Puluhan Ribu Euro hingga Larangan Tiket
Dua raksasa sepak bola Jerman, Eintracht Frankfurt dan Bayern Munich, harus menerima konsekuensi atas tindakan para pendukung mereka. UEFA telah menjatuhkan sanksi berupa denda puluhan ribu euro dan berbagai pembatasan lainnya, menyusul insiden penggunaan kembang api, pelemparan benda, hingga kerusakan fasilitas.
Konsekuensi Berat untuk Eintracht Frankfurt
Eintracht Frankfurt menjadi salah satu klub yang paling parah terkena dampaknya. Klub asal Hessen tersebut dilarang menjual tiket kepada pendukung tandangnya untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya. Larangan ini akan berlaku saat mereka bertandang menghadapi FK Qarabag pada 21 Januari 2026.
Tidak hanya itu, Frankfurt juga harus merogoh kocek dalam-dalam karena denda yang dijatuhkan UEFA:
- Denda €30.000 (sekitar Rp520 juta) atas penggunaan kembang api dan pelemparan benda.
- Denda tambahan €8.000 (sekitar Rp138 juta) karena kerusakan fasilitas toilet di tribun tandang.
Selain denda dan larangan tiket, Frankfurt juga diwajibkan untuk menghubungi Barcelona dalam waktu 30 hari sejak pemberitahuan keputusan ini. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh para pendukung mereka selama kekalahan 2-1 di pertandingan sebelumnya.
Bayern Munich Juga Tak Luput dari Sanksi
Dalam skala yang sedikit lebih kecil, Bayern Munich juga menerima hukuman serupa atas penggunaan kembang api oleh para penggemar mereka selama pertandingan Liga Champions UEFA. Juara bertahan Bundesliga ini dikenakan beberapa sanksi:
- Penutupan sebagian sektor 111-114 di Allianz Arena selama satu pertandingan, yang akan berlaku pada 21 Januari 2026 saat melawan Union Saint-Gilloise.
- Denda €30.000 (sekitar Rp520 juta) dan penutupan sebagian tribun Südkurve untuk pertandingan kandang lainnya, yang dijatuhkan sebagai hukuman percobaan selama dua tahun.
- Denda lain sebesar €16.000 (sekitar Rp277 juta) juga dikenakan kepada juara abadi Jerman itu karena menghalangi jalur umum, menurut tinjauan UEFA.
Sanksi-sanksi ini menjadi pengingat bagi setiap klub dan penggemar tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku di kompetisi Eropa. Tindakan indispliner dari suporter tidak hanya merugikan finansial klub, tetapi juga dapat memengaruhi pengalaman pertandingan di masa depan bagi para pendukung.
(LC/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment