Buducnost Dihantam Esbjerg 36-24, Derita Kekalahan Ketujuh di Liga Champions
Naluri kemenangan sepertinya enggan menghampiri tim bola tangan wanita Buducnost musim ini. Setelah gagal meraih hasil positif dalam laga ketat melawan Borussia Dortmund dan Gloria, kini mereka harus kembali menelan pil pahit saat bertandang ke salah satu markas terberat di Eropa. Bahkan, ketika pertandingan dibuka dengan tiga tembakan yang meleset ke gawang tim yang diperkuat pemain bola tangan terbaik dunia, Heni Rajstad, dan mantan terbaik, Nora Merk, kekalahan telak sudah terbayang.
Buducnost kembali menelan kekalahan untuk ketujuh kalinya musim ini, dan sekali lagi dengan selisih yang meyakinkan. Dalam lanjutan Grup Liga Champions putaran ketujuh, Esbjerg tampil jauh lebih dominan dan sukses mengalahkan Buducnost dengan skor 36-24 (18-11).
Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang berlangsung di “Blu Voter Doken” dibuka dengan Buducnost yang sebenarnya melakukan tiga gerakan apik di awal. Namun, masalah lama di sektor penjaga gawang kembali menghantui tim asuhan Zoran Abramović. Katarina Filter, kiper Esbjerg, langsung menunjukkan penampilan gemilang sejak menit awal, sementara Esbjerg dengan cepat membangun keunggulan 3-0.
Tim “Biru Putih” kesulitan membendung serangan dari tim kelas dunia yang dihuni pemain-pemain top. Di lini serang, hanya Nađa Kadović dan Itana Grbić yang terlihat memiliki semangat menyerang di awal pertandingan. Setelah satu gol dari Itana Grbić, Buducnost sempat mendekat menjadi 5-3. Namun, Esbjerg segera memperlebar jarak menjadi 8-3.
Kegarangan Filter di bawah mistar gawang Esbjerg tak terbantahkan. Ia berhasil mencatatkan 10 penyelamatan hingga menit ke-20, saat papan skor sudah menunjukkan selisih besar 15-6. Zoran Abramović mencoba mencari solusi serangan untuk menghadapi lawan yang tangguh selama timeout, dibantu oleh Itana Grbić. Buducnost kemudian, yang dipimpin oleh penjaga gawang muda Andrea Škerović dan Marija Marsenić, serta Jelena Radivojević, berhasil mencetak tiga gol beruntun, mengubah kedudukan menjadi 16-9.
Pada menit-menit berikutnya, pelatih Esbjerg, Thomas Axner, mengistirahatkan Filter dan Merk. Namun, perubahan itu tidak banyak berpengaruh. Tim tuan rumah justru terus menambah keunggulan. Skor cepat berubah menjadi 21-11. Andrea Škerović dan Ivana Godeč sempat mencegah Buducnost dari defisit yang lebih besar. Meskipun demikian, hal itu hanya menunda sejenak dominasi Esbjerg. Keunggulan terus bertambah, dan dengan lima menit tersisa dalam pertandingan, Esbjerg memimpin jauh 15 angka (34-19). Untuk mencegah Buducnost menorehkan kekalahan paling telak dalam sejarah mereka, Nađa Kadović berhasil mencetak beberapa gol di penghujung laga.
Statistik Pertandingan
ESBJERG 36-24 BUDUCNOST (Babak Pertama: 18-11)
Lokasi: “Blu Voter Doken” Hall, Esbjerg. Penonton: 1.500. Wasit: Bocakova dan Janosikova (Slovakia).
Lemparan 7 Meter: Esbjerg 4 (3), Buducnost 7 (4). Suspensi: Esbjerg 6 menit, Buducnost 8 menit.
Esbjerg: Filter (10 penyelamatan), Kristensen (8 penyelamatan), Meler 6, Rushfeld, Merk, Hajndal, Van der Helm 3, Kopang 4, Hanson 4, Haugsted 1, Rajstad, Deker, Emeneger 2.
Buducnost: Škerović (7 penyelamatan), Atingre (2 penyelamatan), Marsenić (2 penyelamatan), Vukčević 3, Mitrović, Godeč 5, Marković 1, Endijaj 1, Noćun, Guberinić, Radević 1, Bulatović, Tomova 1, Radivojević 2, Kadović 8, Grbić 2.
Konteks dan Dampak
Kekalahan ini semakin memperjelas posisi Buducnost yang kesulitan bersaing di Liga Champions musim ini. Dengan tujuh kekalahan dari tujuh pertandingan, tim asal Montenegro ini menghadapi tantangan besar untuk bisa bangkit. Performa dominan dari tim sekaliber Esbjerg, yang diperkuat bintang-bintang seperti Heni Rajstad dan Nora Merk, menunjukkan jurang kualitas yang harus segera diatasi oleh Buducnost jika ingin memperbaiki peruntungan mereka di sisa kompetisi.
Para pemain muda seperti Nađa Kadović dan Ivana Godeč, yang sempat menunjukkan semangat menyerang, mungkin bisa menjadi harapan di masa depan. Namun, untuk saat ini, Buducnost harus segera mengevaluasi diri demi menghadapi jadwal pertandingan yang semakin ketat.
(LC/GN)
sumber : en.vijesti.me
Leave a comment