Laju East Bengal FC Tertahan, Takluk 0-2 dari Juara Bertahan Wuhan Jiangda FC
Laju menjanjikan East Bengal FC di AFC Women’s Champions League harus tertahan pada hari Kamis setelah mereka menyerah 0-2 dari juara bertahan Wuhan Jiangda FC dalam laga Grup B. Permulaan yang sangat dominan dari tim Tiongkok, yang digerakkan oleh pengaruh penyerang bintang Wang Shuang, terbukti menentukan, membuat klub asal India itu kini memiliki satu laga grup krusial tersisa.
Setelah mengalahkan Bam Khatoon dari Iran dengan skor 3-1 di laga pembuka, East Bengal memasuki pertandingan ini dengan penuh kepercayaan diri. Namun, keyakinan itu langsung diuji oleh operan tajam dan pressing tanpa henti dari Wuhan. Peringatan pertama datang di menit-menit awal ketika Deng Mengye melesat ke ruang kosong setelah umpan terobosan cerdik, namun digagalkan oleh intervensi cepat dari kiper Elangbam Panthoi Chanu. Namun, kelegaan itu hanya sesaat. Beberapa saat kemudian, Wang Shuang mengatur larinya dengan sempurna untuk menyambut umpan silang rendah dari Song Fei, mengirim bola melewati Panthoi yang mencoba menjangkau, dan membawa sang juara bertahan unggul.
Momen Krusial di Awal Laga
Masalah East Bengal semakin rumit ketika pemeriksaan VAR menghadiahkan penalti untuk Wuhan setelah terjadi benturan di dalam kotak penalti. Wang Shuang maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengkonversinya, menggandakan keunggulan dalam 20 menit pertama. Sejak saat itu, pertandingan menjadi perjuangan berat bagi para ‘Moshal Girls’.
Perlawanan dan Penyelamatan Gemilang Panthoi
Meskipun tertinggal, East Bengal tetap menciptakan beberapa peluang. Soumya Guguloth nyaris mencetak gol di babak pertama tetapi tembakannya melambung di atas mistar, sementara para penyerang Wuhan berulang kali menguji pertahanan India. Panthoi, bagaimanapun, tampil kokoh dan menghasilkan serangkaian penyelamatan impresif untuk menjaga agar skor tidak semakin melebar. Ia menggagalkan peluang Mavis Owusu lebih dari sekali dan bereaksi cepat terhadap upaya dari Deng Mengye dan Kim Hye-ri di babak kedua, menunjukkan ketahanan dan ketenangan di bawah tekanan.
Salah satu peluang terbaik East Bengal datang di menit-menit akhir ketika Soumya memberikan umpan terobosan kepada Sushmita Lepcha, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna menggagalkan upaya tersebut, merangkum frustrasi mereka di depan gawang malam itu.
Pertandingan Penentu Menanti
Kekalahan 0-2 menempatkan East Bengal dalam posisi sulit di Grup B, namun kampanye mereka masih jauh dari selesai. Mereka masih bisa mengamankan tempat di perempat final jika berhasil menghindari kekalahan telak dari PFC Nasaf asal Uzbekistan dalam laga grup terakhir mereka.
Pertandingan krusial East Bengal FC melawan PFC Nasaf akan berlangsung pada hari Sabtu, 23 November 2025. Detail mengenai kick-off dan platform siaran resmi di Indonesia akan diumumkan lebih lanjut.
Dengan ketangguhan pertahanan dan kilasan intensi menyerang mereka, East Bengal akan berupaya untuk segera bangkit dan menjaga harapan mereka di kompetisi kontinental ini tetap hidup.
(LC/GN)
sumber : www.indiatoday.in
Leave a comment