Franco Mastantuono Masuk Skuat Terbaik Dunia U-20 Versi IFFHS
Bintang muda Real Madrid, Franco Mastantuono, telah dinobatkan dalam IFFHS Men’s Youth World Team, sebuah starting XI ideal yang dipilih oleh International Federation of Football History & Statistics. Tim ini berisikan para pemain di bawah usia 20 tahun dan dirilis sebagai bagian dari pengakuan tahunan organisasi tersebut untuk menyoroti talenta muda paling menonjol di dunia sepak bola.
Daftar Lengkap Talenta Muda Terbaik Dunia
Tim pilihan ini meliputi penjaga gawang asal Prancis, Guillaume Restes dari Toulouse FC. Lini pertahanan diisi oleh Myles Lewis-Skelly dari Arsenal FC (Inggris), bersama duo Spanyol Pau Cubarsí dari FC Barcelona dan Dean Huijsen, yang terkait dengan AFC Bournemouth dan Real Madrid.
Mastantuono terpilih di lini tengah bersama Warren Zaïre-Emery dari Paris Saint-Germain, Kenan Yildiz dari Juventus FC, dan Arda Güler dari Real Madrid. Sementara itu, trio penyerang dibentuk oleh Lamine Yamal dari Barcelona, Désiré Doué dari PSG, dan Estêvão, yang saat ini terkait dengan Palmeiras dan Chelsea FC.
Masa Depan Cerah di Real Madrid
Masa depan Mastantuono saat ini terikat erat dengan Real Madrid. Laporan dari Spanyol mengindikasikan bahwa beberapa klub Eropa, termasuk SSC Napoli, telah menjajaki kemungkinan peminjaman sang pemain. Real Madrid menolak setiap pendekatan tanpa perlu tawaran resmi, menegaskan kembali posisinya mengenai pentingnya pemain tersebut.
Klub memandang Mastantuono sebagai elemen kunci dalam perencanaan jangka panjangnya. Investasi yang dilakukan musim panas lalu, yang dilaporkan melebihi €60 juta, mencerminkan kepercayaan tersebut dan memungkinkan Madrid untuk unggul dari pesaing seperti Paris Saint-Germain. Perkembangannya di River Plate memainkan peran besar dalam keputusan itu, menyusul kemunculannya sebagai salah satu pemain muda yang paling banyak dipantau di Amerika Selatan.
Jejak Impresif dan Tantangan Cedera
Setelah tiba di Eropa, Mastantuono memberikan dampak instan. Ia hanya membutuhkan dua pertandingan liga untuk mengamankan tempat di starting lineup di bawah asuhan Xabi Alonso dan tak lama kemudian menjadi pemain termuda kedua yang debut untuk Real Madrid di UEFA Champions League. Gol liga pertamanya datang saat melawan Levante UD, sebuah gol yang menjadikannya pencetak gol termuda keempat dalam sejarah La Liga Real Madrid pada usia 18 tahun 40 hari.
Pada 3 November, Mastantuono mengalami cedera pubalgia yang memaksanya menunda progresnya dan memulai proses pemulihan yang dikelola dengan cermat. Sejak saat itu, penampilannya terbatas, dengan fokus ditempatkan pada kebugaran jangka panjang daripada hasil instan. Meskipun mengalami kemunduran, tujuannya untuk memantapkan diri di Real Madrid tetap tidak berubah.
Rekor di Level Internasional dan Kontras dengan Tim Senior
Mastantuono sudah memegang rekor tim nasional, setelah menjadi pemain Argentina termuda yang debut dalam pertandingan resmi. Jika ia tampil di pertandingan pembuka Piala Dunia Argentina, ia akan melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Lionel Messi sebesar 20 hari.
Inklusinya dalam IFFHS Youth World Team berbanding terbalik dengan IFFHS Men’s World XI tim senior, di mana untuk pertama kalinya sejak 2017 tidak ada pemain Argentina yang terpilih. Rekor tersebut tetap utuh hingga tahun lalu, ketika Emiliano Martínez mewakili Argentina.
(LC/GN)
sumber : mundoalbiceleste.com
Leave a comment